semen indonesia trust katel holding company

Badan Usaha Gabungan (trust, kartel, holding company)

Badan Usaha Gabungan (trust, kartel, holding company) dapat kita pelajari setelah kita mengetahui jenis-jenis badan usaha berdasarkan kepemilikannya, yaitu BUMN, Swasta, dan Koperasi, kita akan membahas jenis badan usaha terakhir, yaitu bentuk badan usaha gabungan yang sering kita dengar adalah trust, kartel, holding company, dan concern.

Badan usaha gabungan adalah bentuk badan usaha yang merupakan gabungan dari beberapa badan usaha, baik itu BUMN, Swasta, maupun koperasi. Terdapat dua macam penggabungan badan usaha yaitu:

Gabungan Vertikal

Badan usaha yang bergabung secara vertikal adalah badan usaha yang disatukan karena urutan kegiatan. Misalkan perusahaan pertanian ketela dengan perusahaan tepung tapioka. Kedua perusahaan itu kemudian bergabung menjadi satu perusahaan. Atau gabungan perusahaan peternak ayam dengan perusahaan penjualan ayam potong.

Keuntungan dari penggabungan secara vertikal adalah sebagai berikut:

1. Ketersediaan bahan dasar pasti. Karena badan usaha yang menyediakan bahan dasar sudah menjadi bagian dari badan usaha.

2. Persaingan dapat dikurangi karena faktor-faktor persaingan telah berkurang.

Gabungan Horizontal

Badan usaha yang bergabung secara horizontal adalah penggabungan beberapa badan usaha yang memiliki kegiatan yang sama untuk tujuan tertentu. Berikut ini adalah beberapa nama gabungan horizontal:

1. Trust,

Trust, yaitu gabungan beberapa badan usaha yang dilebur dan disatukan menjadi badan usaha yang baru yang lebih besar dan kuat

2. Kartel

Kartel, yaitu gabungan dari beberapa badan usaha untuk tujuan tertentu. Tujuan penggabungannya dapat berupa keseragaman harga, jumlah produksi tiap badan usaha, dan pembagian daerah pemasaran. Kebebasan badan usaha yang bergabung masih tetap seperti semula. Mereka hanya terikat dengan kesepakatan-kesepakatan yang telah disetujui. Berikut ini adalah jenis-jenis kartel.

Kartel daerah. Badan usaha yang bergabung membagi daerah-daerah pemasaran atau sumber bahan mentah

Kartel produksi. Badan usaha yang bergabung menetapkan kuota produksi (jumlah yang diproduksi) tiap-tiap anggota. Pembatasan ini bertujuan untuk menghindari kelebihan produksi. Contohnya adalah OPEC (organisasi negara pengekspor minya). Seringkali negara-negara anggota OPEC membuat kebijakan untuk menetapkan kuota produksi dengan tujuan meningkatkan harga minyak mentah dunia.

Kartel harga. Badan usaha yang bergabung sepakat untuk menetapkan harga minimum

Kartel kondisi (syarat). Badan usaha yang bergabung membuat kesepakatan tentang harga, syarat pembayaran, dan syarat penyerahan. Tujuannya adalah untuk menyeragamkan harga, syarat penyerahan, dan syarat pembayaran

Kartel pembagian keuntungan. Badan usaha yang bergabung menetapkan besarnya keuntungan atau deviden tiap anggota

3. Holding company,

Holding company, yaitu penggabungan badan usaha dengan badan usaha lainnya dengan cara membeli sebagian besar saham. Badan usaha yang membeli sebagian besar saham badan usaha dapat memengaruhi badan usaha yang dibeli di bidang pemasaran dan keuangan.

Kebabasan badan usaha yang membeli saham dengan badan usaha yang sebagian besar sahamnya dibeli masih tetap semula. Holding company muncul sebagai jalan keluar dari undang-undang antitrust di Amerika Serikat. Contoh dari holding company adalah PT Semen Indonesia yang merupakan gabungan dari PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Semen Padang dan lainnya.

4. Concern,

Concern, yaitu penggabungan beberapa badan usaha yang ditujukan untuk mengatasi masalah pembelanjaan. Contohnya, beberapa badan usaha tekstik menyepakati pembelian pewarna dalam partai besar sehingga mereka memperoleh potongan harga

12 thoughts on “Badan Usaha Gabungan (trust, kartel, holding company)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated