Bank Dunia atau World Bank

Bank Dunia atau World Bank

Bank Dunia atau World Bank

Bank Dunia atau World Bank dalam beberapa dekade terakhir cukup terkenal di berbagai negara, baik negara maju maupun negara sedang berkembang.

SEJARAH PENDIRIAN BANK DUNIA ATAU WORLD BANK

Pada awal Perang Dunia II, ahli-ahli keuangan dari gabungan beberapa Negara menganggap bahwa setelah perang akan diperlukan adanya kebutuhan atas peraturan-peraturan mengenai kerja sama internasional untuk memecahkan masalah dalam hal moneter dan permasalahan-permasalahan keuangan lainnya. Pada bulan Juli tahun 1944, sebanyak 44 negara bertemu di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat. Pada konferensi ini disepakati terbentuknya dua Lembaga Keuangan Internasional, yaitu:

  1. Dana Moneter Internasional atau IMF (International Monetary Fund);
  2. IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) yang kemudian lebih dikenal dengan Bank Dunia.

Sebanyak 44 negara yang aktif dalam konferensi Bretton Woods menjadi anggota dari IMF dan IBRD, kecuali Uni Soviet.

Baca Juga: Mengenal Lembaga Keuangan Internasional

Bank Dunia mulai beroperasi pada tanggal 25 Juni 1946. Kedua lembaga tersebut memiliki tujuan dan prinsip yang sama, yaitu untuk menyediakan instrumen moneter dan keuangan yang memungkinkan negara-negara bekerja sama menuju ke arah kemakmuran dunia, melalui dukungan terhadap stabilitas nasional dan memimpin perdamaian di seluruh negara. Namun demikian keduanya memiliki fokus yang berbeda, dimana Bank Dunia lebih fokus pada menyediakan pinjaman kepada negara sedang berkembang untuk program pembangunan khususnya penyediaan modal. Sementara IMF lebih fokus untuk menyediakan pinjaman bagi negara-negara yang mengalami kesulitan, antara lain kesulitan neraca pembayaran.

Bank Dunia, khususnya IBRD (International Bank for Reconstruction and Development), awalnya membantu negara-negara yang kalah perang, yaitu Jerman dan Jepang untuk membangun kembali negaranya. Dalam perkembangannya kedua negara tersebut mengalami kesuksesan. Selanjutnya Bank Dunia melanjutkan peranannya dengan membantu negara-negara sedang berkembang untuk membangun dirinya, yaitu dengan membentuk IDA (International Development Association).

KELEMBAGAAN BANK DUNIA

Bank Dunia adalah sebuah lembaga keuangan multilateral pemberi dana bantuan pembangunan ke negera-negara berkembang dan negara yang sedang dalam masa transisi. Tujuan atau misi Bank Dunia ialah untuk menghapus kemiskinan dan meningkatkan standar hidup negara berkembang dengan memberi bantuan dana di bidang pembangunan. Bank Dunia didirikan sebagai Lembaga Investasi Internasional untuk memberikan atau menjamin kredit-kredit yang ditujukan untuk proyek-proyek rekonstruksi dan pertumbuhan yang produktif. Dana untuk itu berasal dari modal sendiri, yang terdiri dari kontribusi pemerintah negara-negara asing dan melalui mobilisasi modal swasta. Modal saham Bank Dunia disusun sedemikian rupa sehingga setiap risiko dalam melaksanakan kegiatannya dibebankan kepada negara-negara asingnya dengan berdasarkan kekuatan ekonomi mereka masing-masing.

Fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank Dunia pertama kali dilaksanakan tahun 1947 dan berjumlah US $ 500 juta untuk Program Rekonstruksi di empat negara Eropa. Semula sumber-sumber yang dimiliki oleh Bank Dunia ditujukan untuk membantu proses rekonstruksi bagi negara-negara yang menderita karena perang. Pada tahun 1948 Bank Dunia mengalihkan usaha usahanya terutama ditujukan untuk kegiatan pembangunan.

Badan pimpinan Bank Dunia adalah Dewan Gubernur, di mana semua negara anggota terwakili. Operasi umum didelegasikan kepada satu kelompok yang lebih kecil, Dewan Direktur Eksekutif, sementara Presiden dari Bank Dunia bertindak sebagai Ketua Dewan. Anggota Bank Dunia terdiridari negara- negara berkembang yang memerlukan bantuan dana dan juga terdiri darinegara yang sudah maju yang memerlukan bimbingan atau bantuanteknis. Kantor pusat Bank Dunia berada di Washington DC, Amerika Serikat.

Dewan Gubernur memiliki kekuasaan mengakui anggota-anggota baru Bank Dunia dan untuk menentukan syarat-syarat keanggotaan berdasarkan persyaratan-persyaratan berikut ini. Setiap negara yang setuju memberikan kontribusinya kepada modal Bank Dunia, dapat menjadi anggota. Sebelum semua itu terlaksana, negara tersebut harus menjadi anggota IMF (International Monetary Fund), yang meliputi perjanjian untuk menerapkan peraturan praktek keuangan internasional yang berlaku, disertai penjelasan mengenal pokok-pokok informasi perekonomian demi kelayakan suatu negara dalam menerima bantuan. Bila semua telah dilakukan, maka negara tersebut dapat dipertimbangkan menjadi anggota Bank Dunia.

Bank Dunia bukanlah bank seperti pada umumnya melainkan sebuah agen pembangunan khusus dari PBB yang terdiri dari 5 organisasi, yaitu:

IBRD (International Bank for Reconstruction and Development)

IBRD memiliki tujuan untuk mengurangi kemiskinan di negara yang lebih miskin dengan memajukan perkembangan berwawasan lingkungan lewat pinjaman, jaminan, servis analitik, dan pelayanan nasehat. IBRD disusun seperti koperasi yang dimiliki dan diselenggarakan untuk keuntungan 185 negara anggotanya. Pinjaman yang diberikan adalah berbasis pasar.

IDA (International Development Association)

IDA didirikan pada tahun 1960 dan merupakan bagian dari Bank dunia yang membantu negara-negara termiskin di dunia untuk mengurangi kemiskinan dengan memberikan kredit dengan bunga nol persen, grace periode 10 tahun dan jangka waktu 35 sampai 40 tahun. IDA membantu membangun human capital, kebijakan-kebijakan, institusi-institusi dan infrastruktur fisik yang dibutuhkan negara-negara untuk mempercepat pertumbuhan yang environmental sustainable. Tujuan IDA adalah untuk mengurangi kesenjangan antar negara dan dalam negara, terutama dalam hal akses terhadap pendidikan dasar, kesehatan pokok, air bersih dan sanitasi, dan untuk mendorong meningkatkan produktifitas masyarakat. Indonesia bergabung tahun 1968.

IFC (International Finance Corporation)

IFC berdiri pada tahun 1956 merupakan bagian dari Bank Dunia yang bertujuan untuk mendorong investasi/pertumbuhan sektor swasta yang sustainable di negara-negara berkembang sebagai salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. IFC juga mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di negara-negara berkembang anggotanya. Indonesia bergabung tahun 1968. Aktifitas IFC termasuk pembiayaan proyek-proyek swasta untuk mencari dana di pasar keuangan internasional, dan memberikan saran dan bantuan teknis untuk dunia usaha dan pemerintah.

MIGA (Multilateral Investment Guarantee Agency)

MIGA merupakan bagian dari Bank Dunia yang bertujuan untuk mendorong investasi asing langsung (foreign direct investment) di negara- negara berkembang untuk meningkatkan tingkat kehidupan masyarakat dan mengurangi kemiskinan. MIGA menawarkan political risk insurance/guarantees kepada negara-negara berkembang untuk menarik dan menjaga investasi swasta.

ICSID (International Center for the Settlement of Investment Disputes) ICSID

membantu untuk melakukan proses konsiliasi dan arbitrasi dalam hal terjadi perselisihan investasi yang bersifat internasional.

OPERASIONAL BANK DUNIA

Organisasi Bank Dunia berbentuk seperti koperasi yang terdiri dari 187 negara. Seluruh negara anggota, atau disebut juga dengan pemegang saham diwakili oleh Dewan Gubernur yang merupakan pembuat kebijakan utama dalam Bank Dunia. Umumnya, para gubernur adalah menteri keuangan atau menteri pembangunan dari negara anggota. Dewan Gubernur bertemu sekali dalam setahun dalam Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur dari Bank Dunia Group dan IMF.

Para gubernur mendelegasikan tugas-tugas secara spesifik pada 25 Direktur Eksekutif. Lima pemegang saham terbesar: Perancis, Jerman, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat menunjuk satu Direktur Eksekutif, sementara negara anggota lainnya diwakili oleh 20 Direktur Eksekutif terpilih. Presiden Bank Dunia Group mengepalai pertemuan Dewan Gubernur dan bertanggung jawab pada keseluruhan manajemen Bank Dunia. Presiden dipilih oleh Dewan Direktur Eksekutif untuk menjabat selama 5 tahun dan dapat dipilih kembali.

Direktur Eksekutif memilih Dewan Direktur Bank Dunia. Mereka umumnya bertemu paling tidak dua kali seminggu untuk mengawasi jalannya bisnis, termasuk di antaranya persetujuan pinjaman dan jaminan, kebijakan baru, anggaran administratif, strategi bantuan negara dan keputusan finansial.

FOKUS BANTUAN BANK DUNIA

Dari berbagai program yang dikembangkan, bantuan dari Bank Dunia terutama ditujukan kepada 6 tema strategis utama, yaitu:

Negara-negara termiskin

Bank Dunia Group telah menyusun rekam pendanaan untuk membantu negara-negara termiskin melalui International Development Association (IDA). Bantuan terutama ditujukan untuk melawan kelaparan dan malnutrisi, terutama melalui produktivitas pertanian yang lebih baik. Bank Dunia juga mendorong integrasi regional dan membantu membangun infrastruktur: energi, air, transportasi, dan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memperoleh hasil yang lebih cepat, IDA melakukan program gabungan dengan International Finance Cooperation (IFC), agensi Bank Dunia Group untuk pembangunan sektor swasta dan juga dengan organisasi-organisasi nirlaba.

Negara pasca konflik dan negara rentan

Membantu pencegahan konflik dan mendukung rekonstruksi merupakan bagian dari misi Bank Dunia dalam mengurangi kemiskinan; dahulu, tujuan pendirian Bank Dunia adalah untuk membantu rekonstruksi pasca Perang Dunia II.

Negara dengan pendapatan menengah

Bank Dunia Group berusaha memenuhi kebutuhan khusus negara berpendapatan menengah dengan memberikan bantuan yang disesuaikan seperti produk keuangan yang kompetitif serta jasa pembelajaran dan ilmu pengetahuan. Negara-negara ini secara meningkat juga menjadi partner penting bagi Bank Dunia dalam menangani permasalahan global dan lintas energi, seperti permasalahan energi bersih, integrasi perdagangan, perlindungan lingkungan, stabilitas keuangan internasional dan melawan penyakit menular.

Barang-barang publik (public goods)

yang digunakan secara global Contoh barang publik adalah lingkungan, kesehatan umum, perdagangan internasional, dan infrastruktur keuangan.

Dunia Arab

Bank Dunia Group bekerja sama dengan Liga Negara-Negara Arab telah mendirikan Arab World Initiative (AWI), yaitu kerja sama untuk mendukung kolaborasi yang efektif dalam hal integrasi ekonomi dan sharing ilmu pengetahuan di antara negara-negara di wilayah Arab. Kerja sama tersebut terdiri dari 3 pilar yaitu: Pembangunan Manusia dan Peningkatan Kualitas Pendidikan, Proyek Infrastruktur, serta Pengembangan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah.

Ilmu Pengetahuan dan Pembelajaran

Negara miskin dan sedang berkembang membutuhkan keahlian Bank Dunia selain membutuhkan bantuan keuangan. Sebagai klien Bank dunia, negara- negara ini secara meningkat mengharapkan solusi yang terintegrasi untuk menangani kebutuhan khusus mereka. Agar bisa lebih kompetitif secara ekonomi, negara-negara ini membutuhkan data sebagai benchmark kemajuan mereka. Juga kebutuhan akan informasi analisis mendalam mengenai tantangan secara lokal dan pengalaman yang dikumpulkan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.

Bank Dunia menyediakan pinjaman berbunga rendah, kredit tanpa bunga, dan hibah bagi negara-negara berkembang. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung investasi dalam bidang edukasi, kesehatan, administrasi publik, infrastruktur, pembangunan sektor privat dan keuangan, pertanian, dan manajemen sumber daya alam dan lingkungan. Beberapa proyek Bank Dunia juga turut dibiayai oleh pemerintah, instusi multilateral lainnya, bank komersial, agen kredit ekspor, dan investor di sektor privat. Bank Dunia juga menyediakan atau memfasilitasi pembiayaan melalui kerja sama trust fund dengan donor bilateral maupun multilateral.

Baca Juga: SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI KAUM PERINTIS

Referensi :

Murti Lestari. 2015. Bank dan Lembaga Keuangan Nonbank. Penerbit Universitas Terbuka: Tanggerang Selatan. Hal 9.25

One thought on “Bank Dunia atau World Bank

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated