Evolusi Sejarah perkembangan manajemen

Evolusi Sejarah Perkembangan Manajemen

Evolusi Sejarah perkembangan manajemen tidak jauh berbeda dengan perkembangan manusia itu sendiri. Artinya, bahwa manajemen telah berlangsung sejak manusia itu berada di bumi ini, seiring dengan perkembangan dan tuntutan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada zaman purba atau Kaman batu, manusia juga menggunakan keterampilan dan ke ahliannya untuk membuat alat-alat dari batu guna merealisasikan tujuan hidupnya.

Manajemen kemudian berkembang sesuai de ngan perkembangan keahlian serta pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh manusia itu. Pengetahuan serta teknologi (IPTEK) terus tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan itu sekaligus juga mengembangkan keterampilan manajemen umat manusia. Mempelajari sejarah manajemen sangat penting bagi kita untuk dapat memperoleh gambaran tentang bagaimana manajemen itu telah berlangsung pada masa lalu, kemudian manajemen tersebut berkembang, prinsip-prinsip apa yang dikembang kan pada masa lalu dan bagaimana manajemen tersebut berlangsung dewasa ini.

baca juga: Untuk Apa Mempelajari Manajemen?

Akhirnya kita harus pula mempelajari dan mengantisipasi perkembangan di masa mendatang yang tentu saja juga akan menentukan arah pertumbuhan manajemen itu sendiri. Dengan mengetahui arah perkembangan manajemen tersebut maka kita juga akan dapat mempersiapkan diri kita untuk mem bekali diri kita masing-masing dengan keterampilan-keterampilan manajerial yang diperlukan di masa mendatang.

Evolusi Teori Manajemen

Teori Manajemen Ilmiah sebenarnya telah dimulai sekitar akhir abad yang lalu, di mana para insinyur Amerika Serikat dan Eropa mencari dan mengembangkan cara-cara baru untuk mengelola suatu perusahaan. Beberapa variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. Pentingnya peranan manajer dalam menggerakkan dan me ningkatkan produktivitas perusahaan.
  2. Pengangkatan    dan    pemanfaatan    tenaga    kerja     dengan    persyaratan- persyaratannya.
  3. Tanggung jawab kesejahteraan pegawai/karyawan.
  4. Kondisi yang cukup untuk meningkatkan produktivitas kerja. Peran manajer (pimpinan) dalam menentukan pilihan kebijaksanaan perusahaan adalah sangat penting.

Selain itu, manajer harus dianggap sebagai reformis dalam memperbarui persyarat an-persyaratan kerja, kondisi kerja, hari standar kerja, tanggung jawab terhadap kesejahteraan karyawan dan lain-lain. dari per baikan/pembaharuan dalam manajemen, aspek-aspek manajemen ilmiah mempunyai tujuan agar tingkat produktivitas perusahaan, efisien dan efektivitas perusahaan dapat di tingkatkan.Dalam manajemen ilmiah juga memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja di antara para pegawai pada suatu perusahaan.

Baca Juga : Teori Ekonomi Makro

Dengan pembagian kerja (suatu pekerjaan dapat dipecah -pecah menjadi bagian-bagian disiplin kerja yang terspesialisasi) selain akan mengkonsentrasikan tenaga kerja pada pekerjaannya masing-masing juga akan memudahkan usaha meningkatkan keterampilannya masing-masing tenaga kerja yang terspesialisasi itu sehingga waktu dan biaya pendidikan vang mahal dapat diminimalisir dan proses pengulangan kembali secara terus menerus akan dapat  meningkatkan keterampilan kerja tenaga vang bersangkutan dan dapat menambah efisiensi kerjanya.

Dalam hal perbaikan kesejahteraan karyawan, antara lain diperhatikan pada metode pemikiran upah (gaji) pada karyawan. Metode apa yang digunakan dalam pemberian upah harus dikaitkan dengan produktivitas kerja. Pendekatan ini disebut sebagai metode pemberian insentive.

Demikianlah artikel tentang Evolusi Sejarah perkembangan manajemen

REFERENSI:

L Daft, Richard. 2005. Manajemen. Jakarta: Erlangga.

Priyono. 2007. Pengantar Manajemen. Sidoarjo: Zifatama Press

Ramli, Rusli, dkk. 2017. Asas-Asas Manajemen. Tanggerang Selatan: Penerbit Universitas Terbuka

Wibowo, sapurno. 2009. Pengantar Manajemen Bisnis. Politeknik Telkom. Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated