Asmaul Husna Nama-Nama Allah Paling Indah merupakan cara Allah agar

Ibadah Haji dan Umroh : Pengertian, Syarat, dan Rukunnya

Ibadah Haji dan Umroh : Pengertian, Syarat, dan Rukunnya

Secara bahasa (lughah) haji artinya menuju ke suatu tujuan atau berziarah. Sedangkan menurut istilah, haji berarti berkunjung ke baitullah (ka’bah) dengan syarat dan rukun tertentu. Sebagai salah satu rukum islam, kewajiban haji disyariatkan melalui firman Allah :

فِيْهِ أَيَتٌ بَيِّنَتٌ مَّقَامُ اِبْرَاهِيْم صلى وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ أَمِنًا قلى وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ج وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِىٌّ عَنِ العَلَمِيْن

padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali imran : 97)

Baca Juga: Iman Kepada Malaikat

وَأَذِّن فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ

dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh (QS Al hajj : 27)

Syarat Melaksanakan Haji

Haji diwajibkan kepada orang sudah memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a.Beragama islam, baligh dan berakal

b.Merdeka

c.Mampu, yaitu mampu secara material (biaya untuk dirinya dan keluarga yang ditinggal), mampu secara fisik (kesehatan tubuh dalam pelaksanaannya), mampu secara sarana prasarana (ada cara untuk dapat mencapai kota Makkah, misalnya dengan pesawat terbang, kapal dan sebagainya) dan mampu secara keamanan (keamanannya terjamin baik ketika berangkat, waktu pelaksanaan haji, dan ketika perjalanan pulang).

d.Dilaksanakan pada waktunya, yaitu pada bulan zulhijjah

e.Khusus bagi perempuan harus disertai suami atau mahramnya atau orang lain yang diberi amanah. Dalam hal ini, dapat digantikan oleh petugas haji dari kementerian agama.

f.Sekali seumur hidup, jika lebih dari sekali dihukumi sunnah.

Miqat

Miqat adalah batas waktu atau batas tempat untuk mulai melakukan ibadah haji. Miqat haji dibagi menjadi dua :

1.Miqat makani, yaitu batas yang berhubungan dengan tempat. Batas bagi jamaah haji mulai berniat haji (berihram) dan memakai pakaian ihram. Ada lima tempat yang sudah ditentukan sebagai miqat makani:

a.Dzul Hulaifah, miqat bagi orang yang datang dari arah madinah atau negeri yang sejajar dengan madinah

b.Juhfah, miqat bagi orang yang berasal dari syam, syiria, maroko dan negeri yang sejajar dengan negeri tersebut

c.Dzatu Irqin, miqat orang yang datang dari iraq dan negeri yang sejajar dengan iraq

d.Qarnul Manazil, miqat orang yang datang dari yaman, hijaz dan negeri yang sejajar dengan negeri tersebut

e.Yalamlam, miqat orang yang datang dari indonesia, asia tenggara, india, dan negeri yang sejajar dengan negeri tersebut

2.Miqat zamani, yaitu batas yang berhubungan dengan waktu, yaitu waktu yang ditentukan untuk melaksanakan ibadah haji. Batas waktu tersebut dimulai bulan syawal sampai hari kesepuluh bulan zulhijjah. Sesuai dengan firman Allah QS. al baqarah : 197

…..الحَجُّ اَشْهُرٌ معْلُومت…

“musim haji itu pada bulan yang dimaklumi”

Rukun Ibadah Haji

Rukun haji adalah kegiatan yang harus dilaksanakan selama pelaksanaan ibadah haji, jika tidak dilaksanakan maka ibadah hajinya menjadi tidak sah. Rukun haji ada 6 yaitu :

1.Ihram,

Ihram adalah berniat mengerjakan haji dengan ketentuan sebagai berikut :

1) Niat melakukan ibadah haji

2) Memakai pakaian ihram , terdiri dari :

a.Bagi laki-laki, terdiri dari dua lembar kain putih yang tidak berjahit. Selembar dijadikan sarung selembar lainnya untuk selendang

b.Bagi wanita, pakaian untuk menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan

3) Disunahkan untuk mandi, memakai wangi-wangian, bercukur, menyisir rambut, dan memotong kuku sebelum ihram

4) Selama ihram dilarang :

a.Bagi laki-laki : memakai pakaian yang dijahit, sepatu yang menutupi mata kaki dan menutupi kepala

b.Bagi wanita : menutup muka atau memakai sarung tangan

c.Bagi laki-laki dan wanita :

-Memakai wangi-wangian, bercukur, memotong kuku, mencabut bulu badan, memotong dan mencabut pohong, berburu, mengganggu binatang dan melakukan hubungan suami istri

-Nikah, menikahkan, melamar atau meminang

-Bertengkar, berbantahan, mencaci atau mengucapkan kata kotor, jorok, dan kasar

2.Wukuf

Wukuf adalahyaitu berada di arafah pada tanggal 9 zulhijjah, dimulai waktu zukur sampai terbenamnya matahari. Selama wukuf kegiatan di arafah adalah :

a.Mendengarkan khutbah haji

b.Shalat berjamaah dengan jama’ taqdim untuk shalat dzuhur dan ashar

c.Berdoa dan berzikir antara waktu zuhur sampai maghrib

3.Tawaf,

Tawaf adalah  mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali. Sebagaimana Hadits :

Dari Jabir, Nabi SAW setelah tiba di Makkah beliau mendekat hajar aswad, kemudian mengusapnya, kemudian berjalan disebelah kanan, berjalan cepat 3 kali keliling dan 4 kali berjalan biasa (HR. Muslim)

Syarat tawaf adalah :

a.Menutup aurat

b.Suci dari hadats besar dan kecil

c.Ka’bah harus berada di sebelah kiri orang yang tawaf

d.Dimulai dari hajar aswad

e.Didalam masjidil haram, artinya pelaksanaan tawaf jangan sampai keluar dari masjidil haram.

Tawaf terdiri atas :

a.Tawaf qudum, yaitu tawaf ketika pertama kali memasuki masjidil haram sebagai pengganti shalat tahiyatul masjid

b.Tawaf ifadah, tawaf yang menjadi rukun haji

c.Tawaf wada’, tawaf perpisahan karena akan meninggalkan kota makkah

d.Tawaf tahalul, tawaf menghalalkan yang diharamkan karena ihram

e.Tawaf nazar, tawaf karena nazar

f.Tawaf sunah,

Tawaf dilaksanakan dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali dimulai dari hajar aswad dengan membaca do’a yang diajarkan Rosulullah sebagai berikut :

a.Dimulai dengan membaca بسم الله و الله اكبر  dengan tangan mengarah ke arah hajar aswad, bahkan kalau bisa lebih baik menciumnya

b.Selesai melaksanakan tawaf hendaklah ke multazam, yakni suatu tempat yang mustajab untuk berdoa (lokasinya antara hajar aswad dan pintuk ka’bah)

c.Dilanjutkan dengan shalat sunnah dua rakaat di maqam ibrahim.

d.Minum air zam zam

4.Sa’i,

Sa’I adalah berjalan atau berlari kecil dimulai dari bukit shara sampai marwah bolak-balik sebanyak 7 kali. Sebagaimana sabda Nabi SAW :

عن جابراَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قال : …فَابدَؤُوا بِمَا بَدَاءَ الله بِهِ (رواه انسائي)

Dari jabir, Rosulullah bersabda “hendaklah kamu memulai (sa’i) sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an (HR. Nasa’i)

1)Syarat sa’i :

a.Dimulai dari bukit shafa dan berakhir di bukit marwah.

b.Dilaksanakan sebanyak 7 kali

c.Dilaksanakan sesudah tawaf

2)Cara melaksanakan sa’i :

a.Selesai tawaf keluar menuju babus shafa (salah satu pintu masjidil haram)

b.Mendekati bukit shafa disunahkan membaca doa

اِنَّ الصَّفَا والمَروَةَ مِن شَعَائِرِالله …

sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan bukti kekuasaan Allah (QS. Al Baqarah : 158)

c.Setelah itu angkat kedua tangan dengan tinggi sambil menghadap ka’bah dengan berdo’a

رَبِّ اغفِر وارحَم واعفُ وتَكَرَّم وَتجَاوَز عَمَّا تَعْلَمُ اِنَّكَ تَعلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ اِنَّكَ اَنتَ الله الاَعَزَّ الاَكرَم

Artinya : ya Allah, ampunilah, rahmatilah, maafkanlah, muliakanlah, serta hapuskanlah apa-apa yang engkau ketahui dari dosa kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak ketahui, sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Tinggi dan Maha Mulia

d.Mendekati bukit marwah dengan membaca doa

اِنَّ الصَّفَا والمَروَةَ مِن شَعَائِرِالله …

 sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan bukti kekuasaan Allah (QS. Al Baqarah : 158)

5.Tahalul

Tahalul adalah mencukur atau menggunting rambut sebagai tanda selesainya ibadah haji, tahalul dilakukan dengan dua cara, yaitu taqsir dan tahliq. Taqsir adalah mengambil beberapa helai rambut lalu dipotong atau digunting sedangkan tahliq adalah mencukur gundul mulai dari sebelah kanan lalu ke sebelah kiri. Laki-laki boleh melakukan taqsir dan tahliq sedangkan perempuan hanya boleh melakukan taqsir.

6.Tertib

Tertib adalah urutannya benar sesuai yang disyari’atkan. Tidak mendahulukan yang terakhir atau mengakhirkan yang dahulu.

Wajib Haji

Wajib haji adalah kegiatan yang harus dilakukan selama pelaksanaan haji, jika ditinggalkan ibadah hajinya tetap sah, tetapi harus membayar dam atau denda. Wajib haji ada lima, yaitu :

a.Ihram dari miqat dan memulai segala larangan ihram.

b.Mabit (bermalam) di muzdalifah, bermalam atau berhenti sejenak di muzdalifah setelah tengah malam pada tanggal 10 zulhijah untuk mengambil kerikil yang digunakan untuk melempar jumrah.

c.Mabit (bermalam)  di mina, bermalam atau berhenti sejenak di mina pada hari tasyrik.

d.Melontar jumrah, melontar jumrah di mina pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 zulhijjah.

e.Tawaf wada’, tawaf yang dikerjakan oleh jama’ah haji ketika akan meninggalkan makkah untuk pulang ke negara masing-masing. Tawaf ini dikerjakan setelah jamaah haji telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji

f.Tidak berbuat larangan haji

Sunnah-Sunnah Haji

a.Membaca talbiyah dengan suara keras bagi laki-laki dan pelan bagi perempuan sejak ihram sampai saat melontar jumrah. Adapun lafalnya sebagai berikut :

لَبيكَ اللهُمَّ لَبيك , لبيك لا شّرِيكَ لك لَبيك , اِنَّ الحَمدَ وَالنِّعمَةَ لك والملك لا شَرِيكَ لك

Artinya : aku penuhi panggilanmu ya Allah, aku penuhi. Tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya pujian, karunia dan kerajaan hanya milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

b.Membaca shalawat nabi

c.Melaksanakan tawaf qudum atau tawaf tahiyyah karena tawaf ini adalah tawaf penghormatan bagi Ka’bah

d.Membaca zikir sewaktu tawaf

e.Shalat dua rakaat sesudah tawaf

f.Masuk baitullah dari hijir ismail

Dam

Dam adalah denda yang harus dikeluarkan ketika meninggalkan wajib haji. Ketentuan dam sebagai berikut :

a.Bila melakukan larangan ihram, kecuali melakukan hubungan suami istri, berburu, membunuh binatang, mencabut atau memotong pepohonan serta melaksanakan aqad nikah,maka damnya adalah menyembelih seekor kambing atau bershadaqah kepada 6 orang miskin (3 sha’ = 9,3 liter) atau berpuasa 3 hari

b.Bila melakukan hubungan suami istri, dam-nya adalah :

-Menyembelih seekor unta, atau

-Menyembelih seekor sapi, atau

-Menyembelih 7 ekor kambing, atau

-Memberi makan fakir miskin senilai harga seekor unta di tanah haram

Bila larangan ini dilaksanakan sebelum tahalul awal maka wajib membayar dam dan hajinya batal, bila dilaksanakan setelah tahalul awal maka wajib membayar dam dan hajinya sah

b.Jama’ah haji yang melaksanakan haji tamattu’ atau haji qiran, dam-nya sebagai berikut :

-Menyembelih seekor kambing untuk qurban

-Bila tidak sanggup maka berpuasa 10 hari; 3 hari sewaktu di makkah paling lambat sampai 10 zulhijjah dan 7 hari di tanah air.

c.Berburu atau membunuh binatang atau mencabut atau memotong pepohonan di tanah haram, dam-nya adalah sebagai berikut :

-Menyembelih binatang yang sebanding dengan yang diburu/pohon yang dicabut, atau

-Memberi makan fakir/miskin senilai dengan binatang yang dibunuh/pohon yang dicabut, atau

-Berpuasa (1 mud = 1 hari puasa)

-Binatang yang diburu atau pohon yang dicabut dibandingkan nilainya dengan hewan kurban

Cara Melaksanakan Haji

Macam-macam dan cara melaksanakan ibadah haji

a.Haji Ifrad,

Haji Ifrad adalah mengerjakan ibadah haji terlebih dahulu kemudian baru melaksanakan umrah. Mengerjakan haji ini tidak dikenakan dam atau denda. Cara pelaksanaanya adalah sebagai berikut :

1.Ihram di miqat, dengan niat :

لَبيكَ اللهمَّ الحَجَّ

Artinya “aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji”

2.Tawaf qudum

3.Wukuf tanggal 9 zulhijjah

4.Bermalam (mabit) di muzdalifah

5.Melontar jumrah aqabah pada tanggal 10 zulhijjah

6.Tahalul awal (melepas pakaian ihram)

7.Tawaf ifadah pada tanggal 10 zulhijjah

8.Bermalam di mina (tanggal 10, 11, 12, zulhijjah jika nafar awal dan tanggal 10, 11, 12, 13 jika nafar tsani)

9.Melontar jumrah (aqabah, ula, wustha) pada hari tasrik

10.Tawaf ifadah, jika pada tanggal 10 belum sempat dilaksanakan

11.Tahalul kedua

12.Pergi ke miqat makani di luar kota makkah, seperti tan’im atau ji’ranah untuk niat ihram umrah

13.Tawaf dalam rangka umrah

14.Sa’i dalam rangka umrah

15.Tahalul dalam rangka umrah

16.Tawaf wada’ (bila akan meninggalkan makkah)

b.Haji Tamattu,

Haji Tamattu adalah mengerjakan umrah terlebih dahulu setelah selesai baru mengerjakan haji. Mengerjakan haji jenis ini dikenai dam atau denda. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

1.Niat ihram untuk umrah dengan niat :

لبيك اللهم عُمرةَ

Artinya : “aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah”

2.Tawaf dalam rangka umrah

3.Sa’i dalam rangka umrah

4.Tahlul dalam rangka umrah

5.Pada tanggal 8 Zulhijjah niat ihram haji di Makkah (dapat dilakukan di penginapan masing-masing, tidak perlu dari miqat)

6.Wukuf pada tanggal 9 Zulhijjah

7.Bermalam di Muzdalifah

8.Melontar jumrah aqabah pada tanggal 10 Zulhijjah

9.Tahalul awal

10.Tawaf ifadah pada tanggal 10 Zulhijjah

11.Bermalam di Mina (tanggal 10,11, dan 12 Zulhijjah jika Nafar Awal dan tanggal 10, 11, 12 dan 13 jika Nafat Tsani)

12.Melontar jumrah (Aqabah, Ula, Wustha) pada hari tasyriq

13.Tawaf Ifadah, jika pada tanggal 10 belum sempat dilaksanakan

14.Tahalul kedua

15.Tawaf wada’ bila akan meninggalkan kota Makkah

c.Haji Qiran,

Haji Qiran adalah mengerjakan ibadah haji dan umrah secara bersamaan. Mengerjakan haji jenis ini dikenai dam atau denda. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

1.Niat ihram dari miqat untuk haji dan umroh, niatnya :

لبيك اللهم حجا و عمرة

Artinya : aku sambut panggilan-Mu Ya Allah untuk berhaji dan berumroh

2.Tawaf qudum, tawaf yang menjadi rukun umroh

3.Wukuf pada tanggal 9 Zulhijjah

4.Bermalam di Muzdalifah

5.Melontar jumrah aqabah pada tanggal 10 Zulhijjah

6.Tahalul awal

7.Tawaf ifadah pada tanggal 10 Zulhijjah

8.Bermalam di Mina (tanggal 10,11, dan 12 Zulhijjah jika Nafar Awal dan tanggal 10, 11, 12 dan 13 jika Nafat Tsani)

9.Melontar jumrah (Aqabah, Ula, Wustha) pada hari tasyriq

10.Tawaf Ifadah, jika pada tanggal 10 belum sempat dilaksanakan

11.Tahalul kedua

12.Tawaf wada’ bila akan meninggalkan Kota Makkah

IBADAH UMROH

Pengetian Umroh

Umroh dari segi bahasa artinya berkunjung, sedangkan dari istilah umroh adalah berkunjung ke Ka’bah dengan niat beribadah kepada Allah. Umroh juga bisa disebut haji kecil, karena syarat, rukun, wajib dan larangan umroh hampir sama seperti haji dengan perbedaan wukuf di padang arafah.

عن ابي هريرة رضي الله عنه : انَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : العُمرَةُ الَى العُمرَةِ كَفَّرَةٌ لِمَا بَينَهُمَا والحَجُّ المَبرُورُ لَيسَ لَهُ جَزَاءٌ الاَّ الجَنَّةُ (رواه متفق عليه)

Dari abi hurairah ra: sesungguhnya Rosullullah SAW bersabda : umrah satu ke umrah berikutnya dapat menghapus dosa antara keduanya dan tidak ada pahala lain untuk Haji yang Mabrur kecuali surga (HR Bukhori Muslim)

Rukun Umroh

Rukun Umroh sama seperti rukun haji, hanya umroh tidak ada wukuf di arafah, sebagai berikut :

a.Ihram disertai niat

b.Tawaf

c.Sa’i

d.Tahallul

e.Tertib

Wajib Umroh

Wajib umroh adalah :

a.Ihram dari miqat makani, miqat makani umroh sama dengan miqat makani haji. Dalam umroh tidak ada miqat zamani karena sepanjang tahun boleh melaksanakan umroh

b.Tidak berbuat larangan sebagaimana larangan haji

Perbedaan Haji dan Umroh

Untuk memudahkan pemahaman tentang perbedaan haji dan umroh, dapat dilihat pada tabel berikut :

Syarat Ibadah Haji dan Umroh

HajiUmroh
IslamIslam
merdekamerdeka
Istita’a (mampu)Istita’a (mampu)
Pada bulan zulhijjahKapan saja
Wanita bersama mahramWanita bersama mahram
Wajib 1 kaliWajib 1 kali

Rukun Ibadah Haji dan Umroh

HajiUmroh
IhramIhram
Wukuf di arafah
Tawaf ifadahTawaf ifadah
Sa’iSa’i
TahalulTahalul
TertibTertib

Wajib Ibadah Haji dan Umroh

HajiUmroh
Niat ihram dari miqatNiat ihram dari miqat
Bermalam di muzdalifah
Bermalam di mina
Melontar jumroh
Tidak berbuat laranganTidak berbuat larangan
Tawaf wada’

PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMROH DI INDONESIA

Penyelenggaraan ibadah haji dan umroh di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008. Disebutkan bahwa penyelenggaraan haji adalah rangkaian kegiatan meliputi pembinaan, pelayanan dan perlindungan pelaksanaan ibadah haji. Dalam UU tersebut diatur antara lain : Biaya penyelenggaraan ibadah haji, Cara pendaftaran, Pembinaan, Kesehatan, Keimigrasian, Akomodasi, Penyelenggaraan haji khusus, Penyelenggaraan umroh, Contoh pengelolaan ibadah haji, dan ketentuan lainnya

HIKMAH IBADAH HAJI DAN UMROH

Diantara hikmah seseorang melaksanakan ibadah haji dan umroh adalah sebagai berikut :

1.Memperteguh iman dan taqwa kepada Allah swt

2.Mendapatkan keutamaan yang tinggi di dunia dan di akhirat.

3.Meningkatkan persatuan, persaudaraan dan solidaritas umat islam 

4.Meningkatkan wawasan pengetahuan dan pemahaman tentang islam

5.Menjauhkan seseorang dari kemaksiatan dan perbuatan dosa.

6.Mengenal tempat-tempat bersejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW, Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as

One thought on “Ibadah Haji dan Umroh : Pengertian, Syarat, dan Rukunnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated