Iman Kepada Malaikat Allah adalah rukun iman kedua

IMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH

Iman Kepada Malaikat Allah adalah rukun iman kedua. Secara etimologis malaikat (الملا ئكة) adalah bentuk jamak dari kata mal’ak (ملأك). Kata mal’ak aslinya adalah ma’lak (مألك) karena berasal dari kata al-alukah (الألوكة) yang berarti risalah atau pesan.  Iman kepada Malaikat merupakan rukun iman yang kedua. Iman kepada Malaikat itu sendiri mengandung makna bahwa kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah dan melaksanakan tugas-tugas tersebut sebagaimana perintah-Nya.

Malaikat adalah ciptaan Allah yang berasal dari cahaya (nur) dan senantiasa mengabdi kepada Allah serta tidak pernah berbuat maksiat kepada-Nya. Malaikat ini merupakan makhluk Allah yang selalu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka dengan penuh ketaatan, bahkan malaikat juga bersujud kepada manusia, berbeda dengan Iblis yang menentang perintah bersujud kepada manusia tersebut. Hal ini disebabkan karena Iblis diciptakan Allah dari api (naar).

Dalil Iman Kepada Malaikat Allah

Sebagai rukun iman yang kedua, iman kepada Malaikat ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Dalam Al-Qur’an banyak sekali menceritakan malaikat dari berbagai segi, di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada Malaikat antara lain:

Q.S. Al Baqarah : 285

اَمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ  كُلٌّ اَمَنَ باِللهِ وَمَلَاىئِكَتِهِ وَ كُتُبِهِ وَ رُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ  وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْر

Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. (Q.S. Al Baqarah : 285)        

Q.S. At Tahrim : 6

يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا قُوْا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِكُمْ نَارًا وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَة عَلَيْهَا مَلَاىئِكَة غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُوْنَ الله مَا اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْن

Artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (Q.S. At Tahrim : 6).

baca juga: prinsip hukum islam

Q.S. An-Nisa’ : 136

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اَمِنُوْا بِاللهِ وَرُسُوْلِهِ وَالِكتَابِ الَّذِي اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ  وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللهِ وَمَلَاىئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلًا بَعِيْدًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. (Q.S. An Nisa’ : 136).

Hadits

خَلَقَتُ المَلآئِكَتِ مِنْ نُوْرِ وَخَلَقَ الْجَانَ مِنْ مَارِجِ مِنْ نَارِ وَخَلَقَ اَدَمَ مِمَّا وَصَفَ لَكُم (رواه البخاري)

“Malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan jin dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada kamu semua (yakni dari tanah. pent)”. (H.R. Muslim dari Aisyah).

Nama dan Tugas Malaikat

Malaikat merupakan ciptaan Allah yang berwujud sebagai makhluk ghaib. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10, yaitu: Adapun tugas-tugas malaikat yang dijelaskah di dalam Al Qur’an antara lain:

1.Menyampaikan wahyu (QS. An Najm: 6-10) tugas malaikat Jibril. Malaikat Jibril juga disebut dengan nama lain yaitu :

Ruhul Amin (QS. Asy-Syuara : 193)

Ruhul Qudus (QS. An-Nahl : 102)

An-Namus (Riwayat Waraqah bin Naufal)

2.Mendoakan kebaikan dan menjadi kawan atau penjaga orang-orang beriman (QS. Al Mukmin: 7 dan QS. Fushilat: 31).

3.Melaksanakan hukuman Allah kepada manusia dan menyiksa orang-orang kafir (QS. A1 Anfal: 50, QS. Muhammad: 27, QS. Az Zukhruf: 47)

4.Memohon ampun bagi manusia (QS. Asy Syura: 5, dan QS. Al Mukmin: 7-9).

5.Mencatat amal perbuatan manusia (QS. Al Infithaar: 10 – 12, QS. Qaaf: 17-18, QS. Ar Ra’du: 10 -11) tugas malaikat Raqib dan Atid

6.Mengatur dan menjaga perjalanan alam semesta, sehingga segala sesuatunya berjalan dengan baik (QS. As Sajadah: 11).

7.Mencabut nyawa manusia dan makhluk lainnya bila telah datang waktunya (QS. Az Zumar: 11) tugas malaikat Izroil.

8.Meniup sangkakala (terompet) saat hari kiamat dan hari “Ba’ats” (QS. Yaasiin: 51, QS. Al Kahfi: 99) tugas malaikat Israfil.

9.Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada manusia di alam kubur (QS. Yaasiin: 5) tugas malaikat Munkar dan Nakir.

10.Memberi kedamaian dan kenikmatan sebagai balasan bagi manusia yang menempuh jalan kebaikan tatkala hidup di dunia (QS. Az Zumar: 73).

11.Menjaga Neraka (QS. Al Muddatsir : 31; QS. At Tahrim : 6) tugas malaikat Malik

Berikut Ringkasan Nama dan Tugas Malaikat

NoNama MalaikatTugas
1JibrilMenyampaikan wahyu
2MikailMembagi rejeki
3IzrailPencabut nyawa
4IsrafilPeniup sangkakala
5RaqibPencatat amal baik
6AtidPencatat amal jelek
7MunkarPenanya orang mati
8NakirPenanya orang mati
9MalikPenjaga neraka
10RidwanPenjaga surga

Kedudukan Manusia, Jin, Dan Malaikat

Manusia diciptakan oleh Allah dari tanah (QS. Al Hijr: 28, Shaad: 71). Jin diciptakan dari “Nar” (api) yang panas (QS. Hijr: 27, Ar Rahman: 15). Malaikat diciptakan dari “Nur” (cahaya) berdasarkan hadits Rasulullah Swt, yang berasal dari Aisyah: “Malaikat itu diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, sedang Adam dari apa pang telah diterangkan kepada kamu sekalian. ” (HR. Muslim).

Al Qur’an dan hadits telah memberikan gambaran bahwa malaikat-malaikat Allah jumlahnya sangat banyak, tak ada yang dapat menghitungnya, kecuali Allah (QS. Al Mudatstsir : 31). Dalam Hadits Bukhari – Muslim diriwayatkan dari Anas r.a. tentang kisah Isra’ Mi’raj bahwa Allah memperlihatkan “Al Baitul Ma’mur” di langit kepada Nabi Muhammad Saw, di dalamnya terdapat 70.000 malaikat yang tiap hari melakukan shalat. Siapapun yang keluar dari tempat itu tidak kembali lagi.

Antara manusia dengan malaikat terdapat hubungan yang sangat erat. Kedua ciptaan Allah tersebut telah diciptakan Allah sejak dahulu kala. Di samping itu, antara manusia dengan malaikat terdapat persamaan dan perbedaan. Di antara persamaan dari kedua makhluk tersebut adalah:

Sama-sama makhluk Allah.

Sama-sama berkewajiban menyembah kepada Allah.

Sama-sama memiliki akal.

Sedangkan perbedaan antara manusia dengan malaikat dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

NoManusiaMalaikat
1Diciptakan dari tanahDiciptakan dari cahaya
2Berjenis kelaminTidak berjenis kelamin
3Memiliki nafsuTidak memiliki nafsu
4Bisa dilihat (material)Tidak bisa dilihat (ghaib)
5Akalnya bersifat dinamisAkalnya bersifat statis
6Tidak terjaga dari dosaTerjaga dari dosa

Hikmah Beriman Kepada Malaikat

Kewajiban beriman kepada Malaikat ini memiliki beberapa hikmah yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Di antara hikmah tersebut adalah:

a.Meningkatkan keimanan manusia kepada Allah, mengingat Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya.

b.Membentuk jiwa seorang muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah, karena iman kepada Allah dan iman kepada Malaikat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

c.Mendorong manusia untuk senantiasa bertindak hati-hati, karena dia menyadari bahwa setiap perbuatannya selalu diawasi oleh para Malaikat.

d.Mendorong manusia untuk selalu meningkatkan amal baik, karena manusia menyadari bahwa sekecil apapun tindakan baiknya akan dicatat oleh Malaikat.

e.Menghindarkan diri manusia dari perbuatan tercela yang akan menurunkan martabat dan derajat dari manusia itu sendiri.

Perilaku Orang Yang Beriman Kepada Malaikat

Sebagai muslim yang memiliki iman kepada Malaikat, seseorang akan menunjukkan beberapa perilaku yang mengindikasikan dari rasa keimanannya itu sendiri. Di antara tanda-tanda perilaku dari orang yang beriman kepada Malaikat antara lain:

a.Selalu mentaati Allah dan Rosul

b.Tidak mempersekutukan Allah

c.Bertindak hati-hati dalam berperilaku keseharian.

d.Memiliki kepedulian sosial dalam hidup dengan masyarakat sekitar.

e.Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri tauladan bagi lingkungannya.

f.Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu.

g.Berpikiran positif terhadap berbagai kejadian yang terjadi sekitarnya.

h.Berusaha sekuat tenaga untuk menghindari berbagai perbuatan buruk.

i.Tidak bersikap sombong dan pamer (riya’) dalam berbuat kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated