IMF International Monetary Fund

IMF International Monetary Fund

IMF International Monetary Fund

IMF International Monetary Fund atau yang lebih dikenal dengan nama Dana Moneter Internasional. Bahasan ini pada intinya berisi tentang sejarah berdirinya IMF dan operasional IMF yang berjalan selama ini.

SEJARAH PENDIRIAN IMF INTERNATIONAL MONETARY FUND

Selama periode Depresi Besar (Great Depression) di tahun 1930-an, negara-negara di dunia berusaha untuk membangun kembali ekonomi mereka yang jatuh dengan cara membatasi dengan ketat perdagangan asing, mendevaluasi mata uang mereka agar dapat bersaing dengan mata uang negara- negara lainnya dalam pasar ekspor dan membatasi jumlah mata uang asing yang dapat dimiliki oleh warga negara mereka. Perdagangan dunia menurun dengan tajam. Meningkatnya jumlah pengangguran serta jatuhnya standar kehidupan dialami oleh banyak negara.

Kekacauan dalam kerja sama moneter internasional tersebut mendorong pendiri IMF untuk merencanakan pembentukan institusi yang memiliki tanggung jawab mengawasi sistem moneter internasional, yaitu sistem pertukaran mata uang dan pembayaran internasional yang memungkinkan negara-negara dan warga negara mereka untuk membeli barang dan jasa antara satu dengan yang lain. Entitas global yang baru ini akan menjamin kestabilan mata uang dan mendorong negara anggota-anggotanya untuk menghapus larangan pertukaran yang menghambat perdagangan.

Baca Juga: SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI KAUM PERINTIS

IMF didirikan pada Juli 1944 saat perwakilan dari 45 negara yang bertemu di kota Bretton Woods, New Hampshire, daerah timur laut Amerika Serikat menyetujui suatu kerangka kerja sama ekonomi internasional untuk didirikan setelah Perang Dunia II usai. Negara-negara tersebut meyakini bahwa kerangka tersebut diperlukan untuk menghindari pengulangan bencana kebijakan ekonomi yang menjadi salah satu sebab Depresi Besar. IMF mulai beroperasi pada tanggal 1 Maret 1947. Di akhir tahun tersebut, Perancis menjadi negara pertama yang meminjam dari IMF. Sekarang, IMF beranggotakan 188 negara dari seluruh dunia. IMF juga seringkali disebut dengan the Fund.

AKTIVITAS IMF INTERNATIONAL MONETARY FUND

Tujuan utama pendirian IMF adalah untuk menjamin kestabilan sistem moneter internasional, yaitu sistem pertukaran mata uang dan pembayaran internasional yang memungkinkan negara-negara di dunia (dan warga negaranya) untuk bertransaksi satu sama lain. Sistem ini amat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan mengurangi kemiskinan.

IMF didirikan untuk membantu anggota-anggotanya memperoleh keuntungan dan mengelola tantangan dari globalisasi dan pembangunan ekonomi. IMF memantau kecenderungan dan kondisi ekonomi global, memperingatkan anggota-anggotanya saat diprediksi akan ada masalah, menyediakan forum bagi dialog kebijakan, dan memberikan saran bagaimana menghadapi kesulitan ekonomi.

IMF memberikan saran kebijakan dan bantuan keuangan bagi anggota- anggotanya yang sedang mengalami kesulitan keuangan. IMF juga bekerja sama dengan negara berkembang untuk membantu mereka meraih stabilitas makroekonomi dan mengurangi kemiskinan. IMF memiliki tugas penting membantu suatu negara untuk dapat memperoleh manfaat dari globalisasi dan di waktu yang sama menghindari kemungkinan kerugian dari globalisasi tersebut.

IMF mendukung anggota-anggotanya melalui aktivitas-aktivitas utamanya sebagai berikut.

  1. Saran kebijakan bagi pemerintah dan bank sentral berdasarkan analisis kecenderungan ekonomi dan pengalaman yang dialami oleh negara-negara di dunia.
  2. Riset, statistik, peramalan, dan analisis berdasarkan pantauan terhadap ekonomi dan pasar individu, regional, dan global.
  3. Pinjaman untuk membantu suatu negara menghadapi kesulitan ekonomi.
  4. Pinjaman murah untuk membantu mengurangi kemiskinan di negara sedang berkembang.
  5. Bantuan teknis dan pelatihan untuk membantu negara-negara meningkatkan sistem pengelolaan ekonomi mereka.

Sejak berdiri hingga sekarang, IMF masih konsisten dengan tujuan utamanya. Namun, menyesuaikan dengan perkembangan jaman, tujuan spesifik dari IMF adalah:

  1. menyediakan forum kerja sama dalam hal penanganan masalah-masalah moneter internasional;
  2. memfasilitasi pertumbuhan perdagangan internasional yang berarti juga mendorong penciptaan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan kemiskinan;
  3. mendorong stabilitas pertukaran mata uang dan sistem pembayaran internasional yang terbuka;
  4. meminjamkan cadangan mata uang asing pada negara-negara yang membutuhkan dalam jangka waktu tertentu dan keamanan yang terjamin untuk membantu mereka menyelesaikan masalah terkait neraca pembayaran.

IMF memiliki 3 alat utama yang digunakan secara sekaligus dalam menjalankan mandat menjaga stabilitas moneter internasional dan sistem keuangan, yaitu:

Pengawasan (surveillance)

IMF mendukung terciptanya stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi global dengan mendorong negara-negara anggotanya untuk menerapkan kebijakan ekonomi dan keuangan yang baik. Untuk melakukan hal ini, IMF secara teratur (reguler) memonitor pembangunan ekonomi nasional, regional, dan global. IMF juga melakukan kajian bagaimana dampak kebijakan satu negara dapat mempengaruhi negara-negara lainnya. Proses monitor dan diskusi tentang kebijakan keuangan dan ekonomi ini dikenal dengan sebutan pengawasan bilateral.

Secara teratur (pada umumnya setahun sekali), IMF melakukan penilaian mendalam terhadap kondisi ekonomi setiap negara anggota. Bersama dengan otoritas negara yang bersangkutan, IMF mendiskusikan kebijakan-kebijakan yang paling kondusif untuk diterapkan agar kondisi ekonomi yang stabil dan menjanjikan dapat tercapai berdasarkan pengalaman dari negara-negara anggota lainnya. IMF juga melakukan analisis luas mengenai kecenderungan kondisi ekonomi regional dan global yang dikenal dengan sebutan pengawasan multilateral. Keluaran (ouput) dari analisis ini adalah 3 publikasi yang diterbitkan setiap 6 bulan, yaitu the World Economic Outlook, the Global Financial Stability Report, dan the Fiscal Monitor. IMF juga menerbitkan serangkaian laporan gambaran ekonomi regional (regional economic outlooks).

Bantuan teknis dan pelatihan (technical assistance and training)

IMF menawarkan bantuan teknis dan pelatihan untuk membantu negara- negara anggotanya memperkuat kapasitas mereka untuk mendisain dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang efektif. Bantuan teknis ditawarkan dalam beberapa wilayah, termasuk kebijakan fiskal, kebijakan nilai tukar dan moneter, supervisi dan regulasi sistem keuangan dan perbankan, serta statistik. Bantuan teknis yang diberikan IMF terutama ditujukan untuk 4 wilayah sebagai berikut.

  1. Kebijakan moneter dan keuangan (instrumen kebijakan moneter, restrukturisasi dan supervisi sistem perbankan, pengelolaan dan operasional asing, sistem penyelesaian kliring, dan pengembangan struktural bank sentral).
  2. Kebijakan dan pengelolaan fiskal (kebijakan dan administrasi pajak dan bea cukai, penghitungan anggaran, pengelolaan pengeluaran, rancangan jaring pengaman sosial, dan pengelolaan utang luar negeri serta domestik).
  3. Kompilasi, pengaturan, penyebarluasan, dan perbaikan data statistik.
  4. Perundang-undangan ekonomi dan keuangan.

Peminjaman (lending)

Pembiayaan yang dilakukan oleh IMF diberikan pada negara-negara anggotanya untuk membantu mereka memperbaiki kondisi neraca pembayaran. Suatu program kebijakan yang dibiayai oleh IMF akan dirancang oleh otoritas nasional. Bantuan keuangan seterusnya akan diberikan bila program yang dijalankan terbukti efektif.

Untuk menghadapi kondisi keuangan global saat ini, instrumen bantuan IMF kemudian ditingkatkan untuk menyediakan alat pencegahan krisis yang fleksibel bagi negara-negara anggotanya dengan kerangka kebijakan institusiona, kebijakan, dan fundamental yang baik. Bagi negara-negara anggota berpenghasilan rendah, IMF melipatduakan batas pinjaman dan meningkatkan pinjamannya bagi negara-negara dunia termiskin dengan pinjaman murah.

STRUKTUR ORGANISASI IMF INTERNATIONAL MONETARY FUND

IMF dipimpin oleh Direktur Utama (Managing Director) yang merupakan pimpinan dari staf IMF dan ketua Dewan Eksekutif. Direktur Utama dibantu oleh Wakil Pertama Direktur dan 3 Wakil Direktur lainnya. Tim manajemen tersebut mengawasi kerja staf dan menjaga hubungan tingkat tinggi dengan pemerintahan negara-negara anggota, media, lembaga nirlaba, institusi penelitian, dan lembaga-lembaga lainnya. Direktur Utama ditunjuk oleh Dewan Eksekutif untuk jangka waktu 5 tahun dan dapat diperbaharui.

Dewan Gubernur adalah badan pengambil keputusan tertinggi di IMF. Badan ini terdiri atas 1 orang Gubernur dan 1 Wakil Gubernur untuk setiap negara anggota. Gubernur ditunjuk oleh negara anggota dan pada umumnya merupakan Menteri Keuangan atau Pimpinan Bank Sentral. Dewan Gubernur mendelegasikan kekuasaannya pada Dewan Eksekutif IMF, namun tetap memiliki hak untuk menyetujui peningkatan kuota, alokasi Special Drawing Right (SDR), memberikan persetujuan bagi anggota baru, penarikan wajib anggota, dan melakukan perubahan pada Articles of Agreement dan By-Law. Dewan Gubernur memilih dan menunjuk Direktur Eksekutif. Dewan Gubernur IMF dan Bank Dunia Group pada umumnya bertemu setahun sekali pada IMF- World Bank Annual Meetings untuk mendiskusikan kerja institusi mereka. Pertemuan tahunan tersebut yang dilakukan di bulan September atau Oktober biasanya diselenggarakan di Washington selama 2 tahun berturut-turut dan di negara anggota lainnya pada tahun ketiga.

Dewan Gubernur mendapatkan nasihat dari 2 ministerial comittee, the International Monetary and Financial Committee (IMFC) dan the Development Committee. IMFC terdiri atas 24 anggota yang dipilih dari 188 gubernur dan mewakili keseluruhan negara anggota. IMFC bertemu 2 kali dalam setahun. IMFC mendiskusikan masalah-masalah terkait dengan ekonomi global dan memberi saran pada IMF dalam menjalankan aktivitasnya. The Development Committee merupakan komite gabungan yang memiliki tugas memberikan saran pada Dewan Gubernur IMF dan Bank Dunia dalam isu-isu terkait dengan perkembangan ekonomi di negara-negara sedang berkembang. Komite ini memiliki 25 anggota (pada umumnya menteri keuangan atau pembangunan). Komite ini merepresentasikan keseluruhan anggota IMF dan Bank Dunia dan pada intinya berfungsi sebagai forum untuk membangun konsensus antar pemerintah dalam isu-isu pembangunan.

Dewan Eksekutif memiliki 24 anggota yang menjalankan tugas sehari-hari IMF. Lima Direktur Eksekutif yang ditunjuk oleh negara-negara anggota merupakan pemegang kuota terbesar yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Perancis, dan Inggris. Sementara, 19 Direktur Eksekutif lainnya dipilih dari negara-negara anggota lainnya. Dewan ini mendiskusikan seluruh aspek kerja IMF. Pada umumnya dewan ini mengambil keputusan secara konsensus tapi kadang kala pemilihan suara secara formal juga dilakukan.

SUMBER DANA IMF

Sumber dana pinjaman IMF berasal dari negara-negara anggota, terutama dari pembayaran kuota. Sejak tahun 2009, IMF telah menandatangani sejumlah pinjaman bilateral dan catatan perjanjian pembelian (note purchase agreements) untuk meningkatkan kapasitasnya dalam membantu negara-negara anggota selama krisis ekonomi global. Pinjaman berbunga rendah dan penghapusan utang bagi negara-negara berpenghasilan rendah dibiayai melalui dana perwalian berdasarkan kontribusi yang terpisah (separate contribution-based trust funds).

Beberapa sumber dana IMF adalah sebagai berikut.

Sistem kuota

Setiap negara anggota IMF diwajibkan untuk membayar kuota. Jumlah maksimum kuota yang dibayarkan ditentukan berdasarkan ukuran relatif negara tersebut dalam ekonomi dunia. Setelah bergabung dengan IMF, suatu negara pada umumnya akan membayar hingga seperempat dari total kuotanya dalam bentuk mata uang yang umum diterima (misalnya dollar Amerika Serikat, euro, yen, atau poundsterling) atau dalam bentuk Special Drawing Rights (SDRs). SDRs adalah cadangan devisa internasional IMF yang dapat mendukung cadangan devisa negara-negara anggota IMF. Tiga perempat dari total kuota dibayar dengan mata uang negara tersebut. Kuota akan dikaji ulang paling tidak setiap 5 tahun sekali.

Kepemilikan emas (gold holdings)

Jumlah emas yang dimiliki oleh IMF adalah sebesar 2.814,1 metrik ton yang berarti IMF adalah pemilik emas dalam jumlah terbesar ketiga di dunia. Namun demikian, Article of Agreement IMF secara tegas membatasi penggunaan emas tersebut. Jika disetujui melalui voting negara-negara anggota, IMF dapat menjual emas atau dapat menerima pembayaran berupa emas dari negara-negara anggotanya. Tapi, IMF dilarang untuk membeli emas dan terlibat dalam transaksi emas lainnya.

PINJAMAN IMF INTERNATIONAL MONETARY FUND

Suatu negara anggota dapat meminta bantuan keuangan IMF bila neraca pembayarannya sedang atau berpotensi mengalami masalah. Bantuan keuangan ini memungkinkan negara-negara tersebut untuk membangun kembali cadangan devisa, menstabilkan mata uang mereka, kembali melakukan impor, dan mengembalikan kondisi pertumbuhan ekonomi yang kuat sambil menerapkan kebijakan untuk memperbaiki masalah yang dihadapi. Tidak seperti bank pembangunan, IMF tidak memberikan pinjaman berdasarkan proyek tertentu.

Setelah IMF menerima permintaan dari negara yang memerlukan bantuan, pinjaman IMF pada umumnya diberikan berdasarkan suatu “perjanjian” yang dapat mengatur kebijakan dan tindakan tertentu yang disetujui oleh negara tersebut untuk dilakukan dalam menyelesaikan masalah neraca pembayaran. Program ekonomi yang mendasari perjanjian tersebut dirumuskan oleh negara yang bersangkutan berdasarkan konsultasi dengan IMF dan dipresentasikan pada Dewan Eksekutif IMF melalui Letter of Intent. Ketika suatu perjanjian disetujui oleh Dewan Eksekutif, pinjaman diberikan secara bertahap selama program diimplementasikan.

IMF telah mengembangkan instrumen-instrumen pinjaman yang bervariasi atau “fasilitas” yang disesuaikan agar dapat mengakomodasi kondisi-kondisi tertentu mengingat beragamnya kondisi yang dialami negara-negara anggotanya. Negara-negara berpenghasilan rendah dapat memperoleh pinjaman murah (pinjaman konsensional) melalui Extended Credit Facility (ECF), the Standby Credit Facility (SCF), dan the Rapid Credit Facility (RCF). Pinjaman murah ini memiliki bunga nol persen hingga tahun 2013 (tahun 2012 untuk pinjaman SCF).

IMF juga menyediakan bantuan darurat melalui Rapid Financing Instrument (RFI) bagi seluruh anggota yang memerlukan bantuan neraca pembayaran segera. Pinjaman yang bukan merupakan pinjaman murah dikenai bunga yang disebut dengan tarif biaya (rate of charge) dan pinjaman dalam jumlah besar (di atas limit tertentu) dikenai biaya tambahan. Tarif biaya ditetapkan berdasarkan suku bunga SDR yang ditinjau setiap minggu disesuaikan dengan perubahan suku bunga jangka pendek pada pasar uang internasional utama. Jumlah maksimum yang dapat dipinjam oleh negara-negara anggota (disebut dengan limit akses) bervariasi tergantung pada jenis pinjaman, namun pada umumnya beberapa kali dari kuota IMF negara yang bersangkutan.

IMF DAN BANK DUNIA

IMF dan Bank Dunia adalah institusi-institusi dalam Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB). Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat di negara-negara yang menjadi anggotanya. Pendekatan kedua institusi ini dalam mencapai tujuan yang dimaksud saling melengkapi, dimana IMF fokus pada isu-isu makroekonomi dan Bank dunia berkonsentrasi pada pembangunan ekonomi jangka panjang dan pengurangan kemiskinan.

Baca Juga: Bank Dunia atau World Bank

IMF mendorong kerja sama moneter internasional dan menyediakan saran- saran kebijakan serta bantuan teknis untuk membantu negara-negara anggotanya membangun dan menjaga kondisi ekonomi yang kuat. IMF juga memberikan pinjaman dan membantu negara-negara anggotanya mendisain program- program kebijakan untuk memecahkan masalah dalam neraca pembayaran. Pinjaman IMF merupakan pinjaman jangka pendek dan jangka menengah serta dibiayai terutama dari kontribusi kuota anggota-anggotanya. Staf IMF utamanya adalah ekonom-ekonom dengan pengalaman luas dalam kebijakan keuangan dan makroekonomi.

Bank Dunia mendorong pembangunan ekonomi jangka panjang dan pengurangan kemiskinan dengan menyediakan bantuan keuangan dan bantuan teknis untuk membantu negara-negara anggotanya mereformasi sektor tertentu atau mengimplementasi proyek-proyek tertentu, misalnya membangun sekolah atau pusat kesehatan, menyediakan air dan listrik, memerangi penyakit, dan menjaga lingkungan. Bantuan yang diberikan Bank Dunia pada umumnya merupakan bantuan jangka panjang dan dibiayai oleh kontribusi negara anggota dan penerbitan obligasi. Staf Bank Dunia seringkali merupakan spesialis dalam isu, sektor, atau teknik tertentu.

IMF dan Bank Dunia berkolaborasi secara reguler dan dalam berbagai tingkatan untuk membantu negara-negara anggotanya dan bekerja sama dalam beberapa inisiatif. Pada tahun 1989, kerja sama kedua insitusi tersebut diresmikan dalam suatu perjanjian antara kedua belah pihak. Dalam pertemuan tahunan Dewan Gubernur IMF dan Bank Dunia, gubernur-gubernur mengkonsultasikan dan mempresentasikan pandangan negara mereka mengenai isu terkini keuangan dan ekonomi internasional. Dewan Gubernur memutuskan bagaimana menghadapi isu-isu tersebut dan menentukan prioritas bagi kedua institusi.

Gubernur-gubernur IMF dan Bank Dunia juga bertemu sebagai bagian dari Komite Pembangunan yang pertemuannya bersamaan dengan pertemuan musim semi dan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia. Komite ini didirikan pada tahun 1974 untuk memberikan pertimbangan dan saran bagi kedua institusi mengenai isu pembangunan yang penting dan mengenai sumber-sumber keuangan yang diperlukan untuk mendorong pembangunan ekonomi negara- negara berpenghasilan rendah.

Referensi :

Murti Lestari. 2015. Bank dan Lembaga Keuangan Nonbank. Penerbit Universitas Terbuka: Tanggerang Selatan. Hal 9.35

67 thoughts on “IMF International Monetary Fund

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated