Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas

Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas

Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas

Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas akan dijelaskan dalam artikel berikut. Selamat membaca…

KONSEP DASAR GLOBALISASI

Sebelum kita mengeksplorasi kompleksitas globalisasi, kita perlu mendiskusikan beberapa terminologi dasar yang penting ketika kita melihat pada globalisasi. Beberapa bisnis terikat dalam kegiatan ekspor yang terjadi ketika bisnis tersebut menjual produk dan memberikan layanan kepada pelanggan di negara lain. Bisnis pada berbagai ukuran dapat terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut. Bisnis kecil yang kualitas produknya baik akan banyak mendapat permintaan dari negara lain. Bisnis lain dapat melakukan impor yang terjadi ketika pelanggan membeli produk atau jasa dari produsen di negara lain.

Kata ”globalisasi” saat ini banyak digunakan di berbagai negara di seluruh dunia. Istilah globalisasi mempunyai pemahaman yang berbeda-beda untuk berbagai disiplin ilmu yang berbeda pula. Globalisasi dapat diartikan sebagai tidak adanya batasan atau hambatan dalam perdagangan dengan negara-negara lain, baik dalam hal produksi, investasi, dan perdagangan. Globalisasi juga dapat berarti strategi bisnis dengan melakukan apapun dan di manapun tanpa ada batasan. Globalisasi juga merupakan hubungan kepentingan yang saling tumpang tindih antara bisnis dan masyarakat.  Secara lebih luas dapat dikatakan bahwa globalisasi merupakan saling hubungan antarperusahaan pada berbagai negara baik secara langsung maupun tidak langsung melalui berbagai media.

Baca Juga: Pasar Bebas dan Proteksi Perdagangan

Walaupun demikian, tidak ada definisi yang baku mengenai globalisasi. Globalisasi ekonomi sering dikaitkan dengan semakin banyaknya negara yang terlibat dalam perekonomian global. Selain globalisasi ekonomi, ada berbagai bentuk globalisasi yang dapat dilakukan, yaitu globalisasi pemasaran, produksi, sumber daya, dan masih banyak lagi. Menurut Parker (2005), ada empat karakteristik globalisasi, yaitu tumbuhnya hubungan yang meliputi seluruh dunia merupakan perubahan yang cepat dan tidak terus- menerus, bertambahnya partisipan yang berbeda, dan semakin besar kompleksitas manajerial. Proses globalisasi ekonomi juga meliputi proses perubahan perekonomian dunia yang bersifat mendasar atau struktural yang akan berlangsung secara terus-menerus dengan laju pertumbuhan yang semakin cepat mengikuti perubahan teknologi yang semakin cepat dengan peningkatan dan perubahan pola kebutuhan masyarakat dunia.

Selanjutnya, indikator globalisasi di suatu negara di dalam perekonomian dapat dilihat dari dua indikator utama (Tambunan, 2004). Pertama, rasio perdagangan internasional (ekspor dan impor) negara tersebut sebagai persentase dari jumlah nilai atau volume perdagangan dunia. Dengan kata lain, besarnya nilai perdagangan luar negeri negara tersebut merupakan persentase dari produk domestik bruto. Kedua, kontribusi negara tersebut dalam pertumbuhan investasi dunia, baik investasi langsung jangka panjang (penanaman modal asing) maupun investasi tidak langsung jangka pendek (investasi portofolio).

Baca Juga: Konsep Pasar dan Pemasaran

Apa beda globalisasi dan internasionalisasi? Menurut Parker (2005), ada dua hal yang dapat membedakan antara globalisasi dan internasionalisasi, yaitu penekanan relatif pada masing-masing negara dan kemampuan dan keahlian manajerial yang diperlukan. Internasionalisasi lebih menekankan pada hubungan antarnegara, sedangkan globalisasi memfokuskan pada kegiatan yang mengutamakan negara-negara. Bagi bisnis, internasionalisasi merupakan perluasan kegiatan perekonomian ke negara-negara baru. Dalam internasionalisasi harus dipahami masalah perbedaan budaya. Oleh karena itu, kemampuan dan keahlian yang diperlukan dalam internasionalisasi adalah kesadaran diri sendiri dan budaya seperti ketepatan komunikasi dan hubungan interpersonal untuk mengelola budaya nasional. Negosiasi, pengambilan keputusan, motivasi, dan kepemimpian di negara lain juga merupakan keahlian yang diperlukan dalam pengelolaan hubungan. Sementara itu, pengelolaan global merupakan saling hubungan dan saling tergantung di antara orang dan organisasi, bukan antarnegara.

Setiap organisasi global dipengaruhi oleh perubahan global yang terjadi pada enam lingkungan yang berbeda, yaitu lingkungan bisnis dan industri, lingkungan alam, lingkungan perekonomian, lingkungan politik, lingkungan hukum, perkembangan teknologi yang terutama teknologi informasi, dan perbedaan budaya. Globalisasi membawa pengaruh bagi organisasi atau perusahaan baik secara langsung pada organisasi tersebut atau melalui organisasi lain seperti pemerintah, masyarakat, pemasok atau pelanggan, dan sebagainya. Ada lima karakteristik perusahaan global, yaitu perusahaan tersebut memperoleh sumber daya dari berbagai tempat, perusahaan tersebut bergerak pada satu atau lebih bidang bisnis, memandang dunia adalah tempat tinggalnya sendiri, dan mencapai integrasi dalam batas internal dan eksternal.

Selanjutnya, ada empat tantangan yang dihadapi oleh organisasi global.

  • Pertama, organisasi global menangani permasalahan yang tidak dapat diselesaikan tetapi harus dikelola.
  • Kedua, keberhasilan organisasi global berasal dari hal-hal yang tidak berwujud (intangible) yang tidak dimiliki organisasi tersebut.
  • Ketiga, pemimpin meningkatkan pengelolaan pada berbagai bentuk perbedaan.
  • Keempat, manajemen dan organisasi bisnis mengasumsikan peran baru yang belum direncanakan di masa lalu.

Mengapa perusahaan harus melakukan globalisasi? Ada tiga alasan yang mendorong dilakukannya globalisasi oleh perusahaan, yaitu:

  1. untuk dapat memenangkan persaingan.
  2. untuk dapat mengendalikan biaya.
  3. untuk mendapatkan kesempatan memasuki pasar atau meningkatkan pertumbuhan pasar.

Untuk memenangkan persaingan, ada kalanya perusahaan terpaksa harus mengimpor beberapa bahan baku untuk mendapatkan bahan yang berkualitas. Selain bahan baku, perusahaan juga dapat mengimpor tenaga kerja yang berpengalaman dan profesional, sehingga produk yang dihasilkannya merupakan produk yang berkualitas. Selain untuk memenangkan persaingan, globalisasi juga diperlukan bila para pesaing mampu menawarkan produk dengan harga yang jauh lebih rendah daripada produk kita. Hal ini disebabkan murahnya biaya produksi di negara lain dan adanya subsidi dari pemerintah negara lain. Faktor inilah yang menyebabkan negara tersebut akan mampu menjual produknya dengan harga rendah ke negara lain. Dunia saat ini memang sangat terbuka untuk bisnis. Oleh karena itu, persaingan antarbisnis di dunia ini semakin ketat yang mendorong perusahaan dan negara berpacu untuk memenangkan persaingan.

Baca Juga: PENGERTIAN DAN FUNGSI PASAR MODAL

Pengaruh globalisasi merupakan satu dari beberapa faktor yang dapat memengaruhi bagaimana bisnis beroperasi. Pengaruh globalisasi seringkali jauh di luar kendali bisnis secara individu. Apabila kita mengurangi bisnis yang sangat besar seperti perusahaan mobil atau produsen minyak maka perusahaan lain akan terkena dampaknya. Bagaimana bisnis dapat berpartisipasi dalam globalisasi? Perusahaan domestik adalah perusahaan yang melakukan semua proses bisnisnya hanya di negaranya sendiri.

Perusahaan domestik terlibat dalam perekonomian dunia yang bersaing dengan produk impor. Pada umumnya, harga produk impor tersebut murah, sehingga dapat memenangkan persaingan dari produk domestik. Ada tiga jenis persaingan harga. Pertama, persaingan harga berdasarkan pada biaya produksi yang lebih rendah daripada negara lain. Kedua, persaingan harga yang terjadi karena nilai mata uang negara tersebut meningkat. Hal ini menyebabkan harga produk yang diimpor semakin rendah. Ketiga, menurunnya harga produk impor yang disebabkan oleh praktik dumping. Dumping merupakan penjualan produk impor pada harga yang lebih rendah daripada biaya produksi dan distribusi.

Menurut Parker (2005), globalisasi mempunyai empat karakteristik,  yaitu pertumbuhan hubungan, perubahan yang cepat dan tidak secara terus- menerus, tumbuhnya partisipan yang semakin besar dan beragam, dan semakin besarnya kompleksitas manajerial. Hubungan antara individu, kelompok, organisasi, dan negara saat ini tidak menimbulkan masalah  dengan adanya berbagai teknologi komunikasi dan informasi. Perubahan yang cepat mendorong semua organisasi untuk tidak hanya bersikap reaktif, melainkan proaktif terhadap masa mendatang. Selain itu, perubahan yang bersifat tidak secara terus-menerus akan menyulitkan organisasi dalam mengantisipasi, menginterpretasi, atau merencanakan masa depan organisasi tersebut. Ada kalanya perubahan yang berlangsung tidak secara terus- menerus menyebabkan adanya perbedaan dampak globalisasi tersebut. Dapat dikatakan bahwa proses globalisasi memang merupakan proses yang tidak terorganisasi dan tidak jelas.

Selain itu, semakin lama globalisasi dilakukan, maka akan semakin banyak pihak yang terlibat atau berpartisipasi dalam organisasi tersebut. Perusahaan mulai dari yang kecil hingga perusahaan publik dan individu dengan berbagai pandangan, persepsi, perilaku, dan budaya juga terlibat dalam globalisasi tersebut. Globalisasi juga dapat menyiptakan kompleksitas dan keberagaman yang membawa tantangan tersendiri dalam berhubungan dengan negara lain. Karakteristik globalisasi tersebut dapat memunculkan cara berpikir (mindset) yang berbeda (Parker, 2005). Cara berpikir domestik memandang bahwa keahlian bersifat fungsional, yaitu fungsi pemasaran, akuntansi, keuangan, dan sebagainya, sedangkan cara berpikir global memandang keahlian ada pada berbagai bidang yang didukung oleh pandangan luas mengenai organisasi. Prioritas dalam pandangan domestik bersifat linier dan bertahap, sedangkan pandangan global membutuhkan keseimbangan antara kontradiksi dan paradoks yang tidak bersifat linier. Selain itu, cara berpikir domestik menekankan pada struktur hierarkis, sedangkan cara berpikir global menekankan pada proses. Cara berpikir domestik lebih mendorong tanggung jawab individu, sedangkan cara pikir global lebih mendorong kerja tim dan mengakui perbedaan yang ada. Cara berpikir domestik juga memandang perubahan sebagai ancaman, sedangkan cara berpikir global memandang perubahan sebagai suatu kesempatan.

Dalam melaksanakan globalisasi, seluruh personil dalam organisasi dituntut untuk menggunakan cara berpikir global, memahami bisnis dan lingkungannya, menyiptakan visi yang jelas, memiliki integritas tinggi, mengembangkan kesadaran diri dan pemahaman diri, mampu mengelola perbedaan, dan belajar secara terus-menerus. Untuk mengelola organisasi yang menggunakan cara pikir global, diperlukan struktur organisasi yang merupakan kerangka kerja yang menunjukkan hubungan individu dan pekerjaannya. Struktur organisasi, orang atau individu, dan proses yang berhubungan erat satu dengan yang lain sehingga perubahan yang merupakan tuntutan dalam globalisasi juga akan berdampak pada perubahan ketiga hal tersebut.

KONSEP DASAR PERDAGANGAN DAN BERDAGANG DENGAN NEGARA LAIN

Apa yang Anda ketahui dengan berdagang dan berdagang dengan negara lain? Total volume perdagangan dunia mencapai lebih dari $9 triliun setiap tahunnya. Berdagang merupakan usaha untuk menjual dan membeli produk, baik berupa barang maupun layanan. Apabila banyak perusahaan terikat dalam perdagangan internasional, perekonomian dunia secara cepat menjadi satu sistem yang ada saling ketergantungan (interdependent system) maka proses ini disebut dengan globalisasi. Berbagai macam produk yang ditawarkan di seluruh dunia dan dapat kita beli secara bebas juga merupakan dampak perdagangan internasional. Menurut Ferrell et al. (2011), bisnis internasional menunjukkan pembelian, penjualan, dan perdagangan produk (barang dan layanan) antarnegara. Tidak adanya hambatan politik dan teknologi baru lebih memungkinkan perusahaan menjual produk ke negara lain seperti halnya di negaranya sendiri.

Mengapa harus berdagang dengan negara lain? Ada beberapa alasan mengapa suatu perusahaan atau negara harus melakukan perdagangan dengan negara lain.

  1. tidak ada negara mana pun yang memiliki teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan semua produk yang dibutuhkan oleh semua orang di negara tersebut.
  2. apabila ada satu negara yang mampu memenuhi kebutuhannya maka negara lain akan berdagang dengannya untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di negara tersebut.
  3. beberapa negara memiliki keunggulan dalam ketersediaan sumber daya (seperti Cina dan Rusia), sementara negara lain memiliki keunggulan dalam teknologi (seperti Jepang dan Taiwan) maka negara-negara tersebut dapat mengadakan pertukaran dengan mengadakan hubungan dagang. Hal ini terjadi melalui proses perdagangan bebas. Perdagangan bebas (free trade) merupakan perpindahan barang dan jasa di antara negara-negara tanpa ada hambatan politik atau ekonomi.

Perbedaan di antara berbagai negara secara terus-menerus berkembang menjadi luas dan mengarah pada kecenderungan ke arah globalisasi bisnis. Keberadaan internet telah menyediakan kemudahan bagi para pelaku bisnis untuk dengan lebih mudah masuk ke pasar global dan membuka berbagai cabang bisnis di negara lain. Kecenderungan yang ada saat ini adalah adanya toko-toko online yang melayani beraneka ragam produk yang dibutuhkan pelanggan dan masyarakat secara umum. Dalam perdagangan internasional, kita mengenal istilah ekspor dan impor. Ekspor adalah menjual barang atau layanan ke pasar negara lain, sedangkan impor merupakan pembelian barang atau layanan dari negara lain. Produk dapat diekspor ke negara lain atau diimpor dari negara lain. Produk ekspor adalah produk yang dihasilkan oleh negara kita, kemudian kita jual ke negara lain. Sementara itu, produk impor adalah produk yang dihasilkan oleh negara lain, kemudian kita datangkan dan dikonsumsi oleh negara kita.

Produk yang diekspor maupun yang diimpor ada beragam jenis, mulai dari produk elektronik, mesin, berbagai jenis produk fashion, makanan, dan masih banyak lagi. Pemerintah negara yang melakukan ekspor  maupun impor tersebut telah menyadari dampak positif dan negatif dilakukannya perdagangan dengan negara lain tersebut. Manfaat yang diperoleh dari perdagangan dengan negara lain tersebut adalah meningkatkan standar hidup masyarakat dan memperbaiki profitabilitas bisnis negara tersebut. Peningkatan standar hidup disebabkan adanya berbagai macam pilihan produk dan harga yang dapat dikonsumsi masyarakat. Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan keuntungan masing-masing negara. Berbagai teknologi baru memang telah membantu memperlancar perdagangan internasional dan komunikasi internasional serta mampu membuat produk tersebut lebih murah daripada sebelumnya. Namun demikian, ada pula kerugian yang ditimbulkan dari perdagangan internasional tersebut, yaitu melemahnya kebudayaan negara, pajak yang tinggi, gangguan lingkungan, dan melemahkan produk domestik yang berskala kecil dengan karyawan yang tidak seahli karyawan asing.

Mengapa melakukan perdagangan internasional? Negara dan para pelaku bisnis terikat dalam perdagangan internasional untuk mendapatkan bahan baku maupun produk yang tidak tersedia di negaranya, namun tersedia di negara lain dengan harga yang lebih rendah daripada bila bahan baku atau produk tersebut dihasilkan di negaranya sendiri. Negara ataupun para pelaku bisnis menjual kelebihan bahan baku atau produknya untuk memperoleh dana untuk membeli barang, layanan, dan ide yang diperlukan. Polandia dan Hungaria misalnya, ingin berdagang dengan negara-negara barat untuk memperoleh teknologi dan teknik untuk merevitalisasi perekonomian komunis yang dianutnya.

Ada beberapa faktor yang mendorong perusahaan melakukan perdagangan atau bisnis internasional, yaitu mendapatkan permintaan atau pasar dari negara lain, meraih keunggulan dalam teknologi, dan dapat memanfaatkan sumber daya yang murah.

Menurut Griffin dan Pustay (1999), bisnis internasional berbeda dari bisnis domestik karena sejumlah alasan, yaitu:

  1. Negara-negara yang terlibat dalam bisnis internasional bisa menggunakan mata uang yang berbeda.
  2. Sistem hukum negara-negara tersebut berbeda.
  3. Budaya negara-negara tersebut berbeda
  4. Ketersediaan sumber daya berbeda masing-masing negara

Bisnis internasional tidak hanya dimasuki oleh bisnis besar, namun bisnis kecil juga dapat terlibat dalam bisnis internasional tersebut. Kegiatan utama bisnis internasional dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu ekspor-impor dan investasi internasional. Kegiatan ekspor-impor meliputi ekspor-impor barang dan ekspor-impor jasa atau layanan. Investasi internasional merupakan penyediaan modal oleh penduduk atau perusahaan di satu negara untuk penduduk atau perusahaan di tempat lain. Investasi internasional meliputi investasi langsung yang dilakukan untuk tujuan pengendalian dan investasi portofolio, yaitu membeli aset atau kekayaan keuangan untuk tujuan yang lebih baik.

Perusahaan berusaha memasuki pasar internasional salah satunya karena pasar domestik telah mengalami kejenuhan atau karena banyaknya pesaing domestik sehingga permintaan domestik juga mengalami penurunan. Namun demikian, ada kalanya perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar negara lain agar tampak powerful dalam teknologi. Perusahaan dari negara- negara maju misalnya, memasuki pasar di negara berkembang yang relatif rendah kemajuan teknologinya agar dapat memenangkan persaingan bisnis di negara berkembang dengan teknologi yang dimiliki negara maju tersebut. Selanjutnya, harga tanah dan tenaga kerja bervariasi antara satu negara dan negara lain. Oleh karena itu, perusahaan mencoba melakukan proses produksi di negara atau daerah yang memiliki harga tanah dan tenaga kerja yang murah. Selain itu, apabila aset perusahaan didesain untuk memasarkan produk khusus dalam satu perusahaan, keuntungan yang diperoleh secara normal tidak stabil. Ketidakstabilan tersebut dipengaruhi sedikit banyak oleh perubahan dalam industri atau dalam perekonomian. Kinerja perusahaan memang sangat dipengaruhi oleh permintaan suatu produk dan kondisi perekonomian di mana bisnis tersebut dilakukan. Perusahaan dapat mengurangi resiko tersebut dengan cara menjual produk ke berbagai negara untuk mendapatkan keuntungan dengan diversifikasi tersebut.

Beberapa negara memiliki monopoli produksi dalam sumber daya atau produk. Monopoli ini merupakan keunggulan mutlak. Monopoli ini ada ketika negara hanya merupakan sumber satu produk tertentu, merupakan penghasil utama produk tersebut, atau merupakan produser yang paling efisien dibandingkan negara atau pelaku bisnis lain. Banyak perdagangan internasional didasarkan pada keunggulan komparatif yang terjadi ketika satu negara mengadakan spesialisasi dalam produk yang dapat ditawarkan secara lebih efisien atau pada harga yang lebih rendah daripada bila negara tersebut menghasilkan produk lain. Amerika misalnya, mempunyai keunggulan komparatif dalam pembuatan otomobil, mesin-mesin berat, pesawat, dan

senjata. Negara lain misalnya India dan Irlandia juga mendapatkan keunggulan komparatif dalam layanan seperti operasi call-center, pemrograman perangkat lunak (software programming), dan sebagainya. Pada umumnya, negara atau pebisnis memiliki bisnis utama (core business) dan melakukan outsourcing terhadap bisnis lain yang bukan merupakan bisnis utamanya.

Dalam perdagangan dikenal istilah defisit perdagangan. Apakah defisit perdagangan itu? Neraca perdagangan (balance of trade) suatu negara merupakan perbedaan antara ekspor dan impor. Apabila suatu negara mengalami defisit neraca perdagangan maka hal itu berarti ekspor di negara tersebut lebih kecil daripada impornya. Sementara itu, apabila ekspor negara tersebut lebih besar daripada impornya maka negara tersebut mengalami surplus perdagangan. Dalam sepuluh tahun terakhir ini Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan. Hal ini berarti Indonesia telah banyak melakukan ekspor ke negara lain dalam jumlah yang lebih besar daripada impornya dari negara lain. Sementara itu, dalam perdagangan antarnegara juga dikenal istilah neraca pembayaran (balance of payment). Neraca pembayaran merupakan perbedaan antara aliran uang ke dalam dan ke luar suatu negara. Neraca pembayaran ini meliputi investasi dari dan ke negara lain, hutang dari dan ke negara lain, devisa negara, pembelanjaan militer, dan neraca perdagangan. Suatu negara yang mengalami surplus neraca pembayaran merupakan negara yang banyak mendapatkan devisa dari negara lain, banyak investasi ke negara lain, banyak ekspor ke negara lain, tidak berhutang pada negara lain, dan mengalami surplus neraca perdagangan. Sementara itu, negara yang mengalami defisit neraca pembayaran pada umumnya banyak melakukan hutang ke negara lain, banyak negara lain yang menginvestasikan uangnya ke negara tersebut, impor lebih besar daripada ekspornya, dan mengalami defisit neraca perdagangan. Dalam hal neraca pembayaran ini, Indonesia mengalami defisit. Hal ini disebabkan hutang negara kita sangat besar dan banyak negara yang menginvestasikan modalnya ke Indonesia.

Perdagangan antarnegara dilakukan karena sumber daya didistribusikan secara tidak sama atau tidak merata di seluruh dunia dan mobilitas faktor- faktor produksi yang terbatas. Akibatnya, beberapa perusahaan dapat menghasilkan produk yang lebih baik daripada beberapa perusahaan lain. Beberapa produk juga akan lebih baik dan lebih efisien bila dihasilkan di satu negara dibandingkan bila dihasilkan di negara lain. Kondisi ini memaksa perusahaan maupun negara mengadakan spesialisasi dalam menghasilkan produk atau jasa sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang efisien. Satu negara akan menghasilkan produk yang memiliki keunggulan dalam biaya dan perdagangan dengan negara lain. Demikian pula, satu negara akan membeli produk ke negara lain yang dinilainya mampu menghasilkan produk dengan harga lebih rendah daripada bila mereka hasilkan sendiri di negaranya. Secara teoritis, perdagangan bebas memberikan manfaat walaupun hambatan perdagangan bebas itu tetap ada yang memungkinkan dilakukannya spesialisasi (Worthington & Britton, 2000).

Perdagangan global merupakan pertukaran produk dan jasa atau layanan antarnegara atau tidak mengenal batas antarnegara. Negara yang mengadakan perdagangan tersebut tidak hanya menukar produk atau jasa, melainkan menukar karya seni, olah raga, budaya, kemajuan di bidang kesehatan, dan sebagainya. Teori keunggulan komparatif (comparative advantage theory) yang dikembangkan oleh David Ricardo mendukung ide perdagangan bebas tersebut. Teori keunggulan komparatif menyatakan bahwa suatu negara harus menjual produknya yang dapat dihasilkannya secara efektif dan efisien ke negara lain dan membeli dari negara lain produk yang tidak dapat dihasilkannya secara efektif dan efisien. Amerika misalnya, mempunyai keunggulan komparatif dalam menghasilkan komputer atau perangkat lunak komputer, namun harus mengimpor produk seperti kopi atau sepatu dari negara lain. Beberapa negara juga dapat memiliki keunggulan absolut atau mutlak jika dapat melakukan monopoli dalam memroduksi produk tertentu secara lebih efisien daripada negara-negara lain. Para ahli ekonomi, politik,, dan bisnis menilai bahwa perekonomian global yang terintegrasi dan saling adanya ketergantungan merupakan hal yang baik.

KONSEP PASAR BEBAS

Hilangnya hambatan perdagangan dan investasi internasional merupakan dua hal yang mendorong semakin berkembangnya perdagangan bebas antarnegara. Pasar yang telah mengalami globalisasi dan meningkatnya proporsi kegiatan bisnis yang memasuki batas antarnegara membutuhkan pengelolaan, peraturan, kebijakan, pasar global. Promosi mengenai perdagangan multinasional dilakukan untuk mengatur sistem bisnis global.

Lebih dari satu setengah abad, sejumlah institusi global telah dibentuk untuk membantu melaksanakan pengelolaan globalisasi, seperti kesepakatan umum mengenai tarif dan perdagangan (General Agreement Tariffs and Trade atau GATT), dan diikuti oleh Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization atau WTO), Dana Moneter Internasional (International Monetary Fud atau IMF), Bank Dunia (World Bank), dan Persatuan Bangsa- Bangsa atau PBB (United Nations atau UN). Semua lembaga atau institusi tersebut dibentuk dengan kesepakatan sukarela di antara individu di negara- negara tersebut dan fungsi lembaga tersebut adalah melindungi kesepakatan internasional.

Organisasi Perdagangan Dunia seperti juga Kesepakatan Umum dalam Tarif dan Perdagangan terutama bertanggung jawab dalam mengatur kebijakan sistem perdagangan dunia dan memastikan bahwa negara-negara menaati peraturan yang dibuat dalam kesepakatan perdagangan oleh anggota Organisasi Perdagangan Dunia tersebut. Sementara itu, Dana Moneter Internasional dibentuk untuk mengawasi sistem moneter internasional. Bank Dunia yang dibentuk bersamaan dengan pembentukan Dana Moneter Internasional tahun 1944 didirikan untuk memromosikan pengembangan ekonomi. Bank Dunia tidak terlalu kontroversial seperti Dana Moneter Internasional. Bank Dunia memfokuskan pada pinjaman dengan bunga rendah untuk mengurangi kas pemerintah di negara miskin untuk membangun investasi dalam infrastruktur yang signifikan.

Selanjutnya, manajer yang terlibat dalam bisnis dan perdagangan internasional membutuhkan pemahaman mengenai perekonomian global, termasuk pasar sasaran utama di dunia. Berbagai kesepakatan legal dalam perdagangan internasional di lingkungan bisnis global. Berbagai perserikatan negara yang telah melakukan perdagangan bebas yaitu NAFTA (North American Free Trade Agreement), EU (The European Union), ASEAN (The Association of Southeast Asian Nations, GATT (The General Agreement on Tariffs and Trade), WTO (World Trade Organization), APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation), World Bank, GATS (General Agreement on Tariffs and Services) dan IMF (International Monetary Fund).

NAFTA

NAFTA menghilangkan semua tarif dan berbagai hambatan perdagangan lainnya untuk barang manufaktur dan pertanian di antara negara-negara Amerika, Kanada, dan Meksiko, termasuk kesepakatan mengenai isu lingkungan dan eksploitasi tenaga kerja. NAFTA telah mencapai sasaran utama mereka yaitu menciptakan pasar Amerika Utara yang aktif dan menciptakan ribuan pekerjaan baru meskipun jumlahnya masih di bawah harapan NAFTA. NAFTA didirikan pada tanggal 1 Januari 1994 dan telah dapat memudahkan perdagangan Amerika untuk investasi ke Meksiko dan Kanada. Seperti halnya NAFTA, Free Trade Area of The Americas (FTAA) juga secara bertahap mengurangi hambatan perdagangan dan menciptakan perdagangan bebas di dunia.

UNI EROPA

Uni Eropa meliputi berbagai negara di Eropa yang telah mengeliminasi kuota dan menyeragamkan tarif untuk impor dan ekspor. Uni Eropa ini didirikan sejak tahun 1958 untuk memromosikan perdagangan antaranggota, yaitu Belgia, Perancis, Italia, Jerman Barat, Luxemburg, dan Nederland yang merupakan anggota awal, lalu dilanjutkan dengan masuknya Jerman Timur, Inggris, Spanyol, Denmark, Yunani, Portugal, Irlandia, Austria, Finlandia, Swedia, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Slovakia, Slovenia, The Czech Republic antara tahun 1995 hingga 2004. Kelompok negara terakhir yang bergabung dalam Uni Eropa adalah Bulgaria, Romania, Cyprus, Malta, Croatia, Turki, dan Macedonia. Untuk memfasilitasi perdagangan bebas diantara anggota, Uni Eropa bekerja dengan menentukan standardisasi peraturan dan persyaratan bisnis, impor, dan pajak, pengurangan terhadap kegiatan pengecekan, dan penciptaan standar mata uang yang  digunakan oleh semua negara anggotanya, yaitu euro.

Meskipun mata uang tersebut menghendaki modifikasi strategi pemasaran untuk modifikasi strategi harga dan meningkatkan persaingan, namun penggunaan satu mata uang tunggal tersebut akan mendorong negara- negara Eropa untuk saling membeli dan menjual produknya. Sasaran jangka panjangnya adalah mengurangi semua hambatan perdagangan antarnegara di dalam Uni Eropa, memperbaiki efisiensi perekonomian negara-negara Uni Eropa, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga dapat membuat perdagangan di Uni eropa lebih kompetitif di pasar global, khususnya dalam menghadapi persaingan dari negara Jepang, negara-negara Amerika Utara, dan negara-negara Asia Pasifik lainnya. Dengan rendahnya tarif tersebut mulai tahun 1992, Uni Eropa menjadi pasar terbesar di dunia.

ASEAN

Selanjutnya, ASEAN yang didirikan tahun 1967 merupakan organisasi negara-negara di Asia Tenggara yang bekerja sama dalam bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

GATT

Sementara itu, GATT yang didirikan oleh 23 negara pada tahun 1947 bertujuan mengurangi hambatan perdagangan internasional seperti kuota dan tarif. Hal ini dilakukan dengan mendorong pemberian perlindungan bagi industri domestik dengan melakukan negosiasi internasional.

WTO

Untuk memromosikan globalisasi, banyak negara di dunia yang tergabung dalam pembentukan WTO yang dimulai 1 Januari 1995. Terdapat 152 negara yang merupakan anggota yang menghendaki adanya pasar terbuka tersebut. Ada tiga tujuan WTO, yaitu:

  1. Memromosikan perdagangan dengan mendorong anggotanya mengadopsi praktek perdagangan yang adil
  2. Mengurangi hambatan perdagangan dengan memromosikan negosiasi multilateral
  3. Menyusun prosedur yang adil untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.

APEC

APEC didirikan tahun 1989 yang memromosikan perekonomian dan perdagangan bebas dan kerjasama teknik di antara negara-negara anggota yang meliputi Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Indonesia, Jepang, Korea,  malaysia,  New Zeland, Philipina, Singapura, Thailand, Amerika. Negara yang masuk kemudian adalah Cina, Hongkong, Meksiko, Cina Taipeh, Papua Timur, Chili, Peru, Rusia, dan Vietnam. APEC berbeda dari aliansi perdagangan internasional lainnya dalam komitmennya untuk membantu bisnis dan praktek bisnis sektor swasta untuk berpartisipasi secara lebih luas dalam kegiatan APEC. Perusahaan-perusahaan di negara anggota APEC mengalami peningkatan kemampuan bersaing dan superior dalam bisnis global pada tiga dekade terakhir ini.

WORLD BANK

Selanjutnya, world bank merupakan organisasi yang didirikan oleh negara-negara industri di tahun 1946 untuk meminjamkan uang kepada negara-negara berkembang dan negara yang kurang berkembang yang secara formal dikenal sebagai International bank for Reconstruction and Development.

IMF

Sementara itu, IMF yang didirikan tahun 1947 merupakan organisasi yang disusun untuk memromosikan perdagangan di antara negara-negara anggota dengan mengurangi hambatan perdagangan dan meningkatkan kerjasama keuangan. Organisasi ini juga memberikan dana pinjaman jangka pendek bagi negara-negara anggota yang mengalami defisit dalam neraca pembayarannya. IMF mencoba menghindarkan krisis keuangan dengan membantu negara-negara yang tidak mampu membayar hutangnya. IMF mirip dengan bank dunia yang membantu negara-negara yang mengalami krisis perekonomian global.

Dana Moneter Internasional sering dipandang sebagai lembaga pemberi pinjaman dana bagi pemerintah negara yang mempunyai permasalahan, seperti Indonesia, Argentina, Meksiko, Rusia, Turki, dan Thailand. Namun demikian, Dana Moneter Internasional tersebut acap kali ditentang oleh berbagai negara karena memberikan pinjaman dana dengan meminta negara peminjam tersebut untuk mengadopsi dan menerapkan sebagian kebijakan perdagangan lembaga tersebut di negara peminjam. Rekomendasi kebijakan oleh lembaga tersebut dinilai tidak tepat.

Setelah kita mempelajari berbagai jenis perserikatan negara-negara yang mengadakan bisnis atau perdagangan internasional maka kita akan mempelajari bagaimana perdagangan internasional tersebut dapat dikelola dengan baik. Di mana pun bisnis dilakukan, kunci keberhasilannya adalah pada bagaimana mengelola bisnis tersebut. Bisnis internasional merupakan bisnis yang cukup menantang karena berbagai tugas pokok manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian lebih sulit dilakukan daripada bisnis domestik. Apabila diputuskan untuk melakukan bisnis atau perdagangan internasional maka harus diputuskan pula apakah bisnis akan diarahkan ke negara lain semuanya, keterlibatannya  dalam bisnis tersebut, dan cara struktur organisasional yang terbaik dalam melakukan bisnis internasional tersebut.

Apabila perusahaan memilih melakukan perdagangan internasional, perlu dikaji permintaan produk di negara lain. Hal ini disebabkan permintaan terhadap produk di satu negara berhasil namun permintaan terhadap produk yang sama di negara lain mungkin tidak. Hal ini akan berpengaruh pada keputusan mengenai perlu atau tidaknya kegiatan periklanan. Penelitian mengenai pemasaran produk yang akan ditawarkan di negara lain juga diperlukan. Selain itu, kebutuhan pelanggan di negara lain juga harus diperhatikan. Hal ini menyangkut keputusan perusahaan apa dan bagaimana menyesuaikan produk atau layanan yang ditawarkan kepada pelanggan di negara lain. Penyesuaian ini terutama untuk produk makanan, yang mengubah rasa makanan sesuai dengan selera masyarakat di negara lain yang menjadi pasar sasarannya.

Setelah mengambil keputusan melakukan bisnis internasional, perusahaan harus menentukan tingkat keterlibatannya dalam pasar internasional tersebut, apakah sebagai eksportir atau importir, apakah sebagai perusahaan internasional, dan apakah sebagai perusahaan multinasional.

Eksportir membuat produk di dalam negeri kemudian menjualnya ke luar negeri dan dibeli oleh importir yang membeli produk dari negara lain untuk digunakan atau dikonsumsi di negaranya. Kedua jenis perusahaan ini, baik importir maupun eksportir beroperasi di negaranya sendiri, keterlibatan perusahaan tersebut dalam perdagangan internasional redah, dan keduanya merupakan cara yang terbaik dalam mengadakan perdagangan internasional.

Selanjutnya, perusahaan internasional melaksanakan kegiatan operasional bisnisnya di negara lain. Pada umumnya, perusahaan internasional merupakan perusahaan besar, mempunyai dasar operasional di perusahaan domestik dengan kegiatan operasi internasional. Sementara itu,, perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang mendesain produk, menghasilkan produk, dan memasarkan produk di berbagai negara. Selain itu, lokasi pemimpin perusahaan juga dapat berada di mana pun, perencanaan dan pengambilan keputusan diarahkan untuk pemasaran internasional.  Perusahaan yang melakukan kegiatan operasi internasional atau  multinasional ini sangat memerlukan kemajuan dan kemutakhiran teknologi informasi sehingga komunikasi di antara anak-anak cabang perusahaan dapat terlaksana dengan baik.

Tingkat keterlibatan di pasar internasional berpengaruh kuat pada jenis struktur organisasi. Struktur tersebut akan mengordinasi kegiatan perdagangan atau bisnis internasional dengan negara-negara lain. Beberapa struktur yang ada dalam perdagangan atau bisnis internasional antara lain adanya agen independen, pengaturan lisensi, kantor cabang, aliansi strategi, dan investasi asing secara langsung. Agen independen merupakan individu atau organisasi yang berasal dari negara lain sebagai perwakilan eksportir. Agen independen tersebut bertindak sebagai perwakilan pemasaran produk. Kegiatan agen tersebut adalah menjual produk, mengumpulkan pembayaran, dan memastikan bahwa pelanggan puas terhadap produk tersebut.

Struktur kedua adalah adanya pengaturan lisensi yang baik untuk menghasilkan dan memasarkan produk tersebut. Eksportir akan menerima upah dan royalti yang dihitung dari lisensi penjual. Bisnis waralaba merupakan jenis lisensi yang berkembang dan menjadi populer akhir-akhir ini. Selanjutnya, perkembangan hubungan perdagangan dengan negara lain mendorong perusahaan mengirimkan manajer ke negara lain, sehingga diperlukan adanya kantor cabang di negara tersebut. Adanya kantor cabang tersebut dapat mendorong perusahaan memonitor proses bisnis yang terjadi di negara lain secara langsung. Selain itu, pelanggan di negara lain akan merasa aman dan mudah dalam mengajukan komplain atas produk yang dibelinya.

Strategi aliansi mengatur perusahaan dalam menemukan perusahaan lain sebagai rekan bisnis dari negara lain yang memberikan kontribusinya kira- kira separuh dari sumber daya yang dibutuhkan dalam membangun dan mengoperasionalkan bisnis baru di negara lain. Masing-masing pihak membuat kesepakatan untuk mengivestasikan sumber daya dan modalnya ke dalam bisnis baru tersebut atau saling bekerjasama untuk sama-sama mendapatkan keuntungan. Investasi langsung dari negara lain merupakan pembelian atau pendirian aset yang nyata di negara lain untuk mendukung proses bisnis perusahaan tersebut.

STRATEGI MENJANGKAU PASAR BEBAS

Konsep dasar yang dikembangkan dalam manajemen bisnis internasional selain keseimbangan ekspor dan impor dan kurs atau nilai tukar mata uang adalah keunggulan bersaing. Hal ini disebabkan tidak ada satu pun negara di dunia yang dapat menghasilkan apapun produk yang diinginkannya. Negara- negara di dunia ini akan cenderung mengekspor produk yang dapat dihasilkannya dengan harga lebih murah daripada negara lain dan melakukan impor terhadap produk yang tidak dapat dihasilkannya secara efektif. Prinsip- prinsip ini jarang dijelaskan secara lengkap alasan sebuah negara mengekspor beberapa produk dan alasan negara lain mengimpor beberapa produk juga. Para ahli ekonomi secara tradisional memfokuskan pada keunggulan absolut dan keunggulan komparatif untuk menjelaskan perdagangan internasional.

Keunggulan absolut ada ketika suatu negara dapat menghasilkan sesuatu yang lebih murah dan atau lebih tinggi kualitasnya daripada negara lain. Sebagai contoh, Saudi Arabia menghasilkan minyak atau Brazil menghasilkan kopi. Selain itu, negara menggunakan keunggulan komparatif dalam produk yang dapat dihasilkan secara lebih efisien  daripada negara-negara lain. Apabila bisnis di suatu negara tertentu dapat menghasilkan komputer secara lebih efisien daripada bila mereka menghasilkan produk kendaraan maka negara tersebut akan memiliki keunggulan komparatif apabila menghasilkan komputer. Secara umum, baik keunggulan absolut maupun keunggulan komparatif merupakan keunggulan kompetitif. Brazil misalnya, dapat menghasilkan dan memasarkan kopi dengan sangat baik, atau Amerika yang memiliki keunggulan komparatif dalam industri komputer (karena teknologinya yang maju) dan pertanian (karena luasnya lahan pertanian dan iklim yang sejuk), atau Korea Selatan yang memiliki keunggulan komparatif dalam industri elektronik karena dapat melakukan efisiensi kegiatan operasionalnya dan tenaga kerja yang murah. Oleh karena itu, Amerika mengekspor komputer ke Korea Selatan dan mengimpor DVD player dari Korea Selatan. Korea Selatan sebenarnya juga dapat memroduksi bahan bakanan dan Amerika juga dapat memroduksi DVD player, tetapi setiap negara mengimpor produk tertentu karena negara lain mempunyai keunggulan komparatif dalam industri yang relevan dengan kondisi masing-masing. Akhir-akhir ini teori keunggulan kompetitif banyak digunakan untuk menjelaskan alasan dilakukannya perdagangan internasional.

Keunggulan kompetitif nasional dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu:

  1. Kondisi faktor produksi, yaitu tenaga kerja, modal, kewirausahaan, sumber daya fisik, dan sumber daya informasi.
  2. Kondisi permintaan, yaitu konsumen domestik yang memromosikan permintaan yang kuat terhadap produk inovatif.
  3. Industri-industri yang berhubungan dan yang mendukung, termasuk pemasok lokal atau regional ataupun pelanggan suatu industri.
  4. Strategi, struktur, dan persaingan, yang menunjukkan perusahaan dan industri yang menekankan pengurangan biaya, kualitas produk, produktivitas yang lebih tinggi, dan produk inovatif.

Apabila semua memberikan kontribusi dalam keberadaan keunggulan kompetitif nasional maka sebuah negara akan terlibat dalam bisnis internasional tersebut. Jepang misalnya, memiliki sumber daya alam yang besar dan permintaan domestik yang kuat untuk produk otomotif. Hal inilah yang mendorong negara tersebut menjadi produsen mobil terbesar seperti Toyota dan Honda.

Bisnis internasional merupakan suatu usaha yang menantang dan akan berjalan dengan baik bila dikelola dengan baik pula. Tugas utama manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian akan jauh lebih sulit bila bisnis dilakukan dengan lingkup global. Pengelolaan juga melakukan fungsi pengambilan keputusan, yaitu keputusan apakah perusahaan akan go international. Keputusan ini akan berpengaruh dalam memutuskan seberapa jauh keterlibatannya di tingkat internasional dan bagaimana struktur organisasi yang harus disusun untuk mendukung keputusan tersebut.

Ada beberapa pilihan dalam melakukan perdagangan internasional atau menjangkau pasar bebas, yaitu melakukan ekspor dan impor (exporting and importing), perusahaan perdagangan (trading companies), lisensi dan waralaba (licensing and franchising), kontrak pemanufakturan (contract manufacturing), outsourcing, offshoring, kerjasama dan aliansi (joint ventures and alliances), dan investasi langsung (direct investment).

Ekspor dan Impor

Perusahaan dinyatakan telah melakukan perdagangan internasional apabila mereka mengimpor atau membeli barang dari negara lain dan  menjual kembali di negaranya, atau mereka menjual atau mengekspor barang yang dihasilkannya ke negara lain. Melakukan ekspor ke negara lain menjadi penting untuk mematangkan atau memapankan negara tersebut untuk tumbuh secara terus-menerus. Ada kalanya, suatu barang justru lebih laku atau lebih tinggi tingkat penjualannya di negara lain daripada di negaranya sendiri. Para eksportir tersebut bisa juga melakukan perjanjian atau kesepakatan dagang (countertrade aggreement), yaitu kesepakatan dagang dengan negara lain yang meliputi pertukaran (barter) dengan produk lain sebagai pengganti mata uang. Selain itu, kegiatan ekspor juga dapat dilakukan melalui agen ekspor, yang pada umumnya mendapatkan keuntungan dengan menaikkan harga. Hal ini menyebabkan harga barang ekspor lebih mahal.

Ada faktor yang memengaruhi impor, yaitu hambatan perdagangan yang berasal dari pemerintah, yaitu tarif atau pajak dan kuota impor. Pajak tersebut dibayar langsung oleh importir tersebut pada umumnya nanti akan dikenakan peda pelanggan sehingga harga produk impor jauh lebih mahal. Sementara itu, kuota impor membatasi jumlah produk yang boleh didatangkan atau diimpor dari negara lain. Kuota ini dinilai lebih menghambat perdangan internasional dibandingkan dengan tarif atau pajak karena membatasi secara eksplisit banyaknya produk yang boleh diimpor.

Perusahaan Perdagangan

Perusahaan perdagangan membeli barang dari satu negara dan menjualnya ke negara-negara lain. Perusahaan perdagangan ini menangani semua kegiatan pemindahan barang dari satu negara ke negara-negara lain, termasuk konsultasi, riset pemasaran, periklanan, asuransi, riset, dan desain produk, penggudangan, layanan perdagangan dengan negara lain yang tertarik dengan penjualan produknya ke pasar bebas.  Perusahaan perdagangan hampir sama dengan agen ekspor, namun memiliki peran yang lebih besar, yaitu menghubungkan antara pembeli dan penjual barang dari berbagai negara untuk memromosikan perdagangan internasional. Contoh perusahaan perdagangan yang terkenal adalah Sears World Trade di Amerika yang khusus melayani perdagangan barang konsumsi, barang industri ringan, dan makanan.

Lisensi dan Waralaba

Lisensi adalah kesepakatan perdagangan di mana satu perusahaan pemberi lisensi (licensor) mengijinkan negara lain memegang lisensi (licensee) untuk menggunakan nama, produk, merek, paten, bahan baku, dan atau proses produksi dengan membayar sejumlah tertentu. Perusahaan pemegang lisensi ini akan membayar sejumlah uang sebagai royalti kepada perusahaan pemberi lisensi. Perusahaan Walt Disney mengizinkan Jerman memroduksi baju tidur anak dengan border wajah Mickey Mouse’s tertawa. Jerman akan memberikan persentase penjualan baju tidur tersebut kepada pemberi lisensi. Lisensi merupakan alternatif investasi langsung ketika stabilitas politik negara lain dalam keragu-raguan atau tidak tersedianya sumber daya untuk melakukan investasi langsung. Lisensi lebih tepat bagi perusahaan yang ingin memasuki pasar internasional.

Waralaba merupakan salah satu bentuk lisensi di mana perusahaan pemilik waralaba (franchiser) menyediakan bagi pemegang waralaba (franchisee) yang berupa nama, logo, metode operasi, periklanan, produk, dan elemen-elemen lain yang terkait dengan bisnis pemilik waralaba. Pemegang waralaba harus memiliki komitmen finansial terhadap pemilik waralaba dan memiliki kesepakatan untuk menjalankan bisnisnya sesuai dengan standar operasi yang ditetapkan oleh pemilik waralaba. Wendy’s, McDonald’s, Pizza Hut, dan Holiday Inn merupakan pemilik waralaba internasional. Masih banyak pemegang waralaba lokal yang kita kenal di Indonesia, seperti Indomaret, Alfamaret, Apotek K24, dan sebagainya.

Baik lisensi maupun waralaba memungkinkan perusahaan memasuki pasar internasional tanpa membutuhkan dana yang besar atau menyewa orang untuk menangani perdagangan ke negara lain. Kedua cara ini dapat meminimalkan biaya, tarif, dan hambatan perdagangan internasional. Kedua cara ini juga mendorong perusahaan untuk memasuki pasar bebas. Namun demikian, bila perusahaan pemegang lisensi atau pemegang waralaba tidak dapat menjaga standar kualitasnya dengan baik, maka perusahaan pemilik lisensi atau pemilik waralaba juga akan hancur. Oleh karena itu, perusahaan pemilik lisensi atau waralaba ini harus mengontrol perusahaan atau negara pemegang lisensi atau waralaba.

Kontrak Pemanufakturan

Kontrak pemanufakturan terjadi ketika suatu perusahaan menyewa perusahaan asing untuk menghasilkan sejumlah produk tertentu atau melakukan sejumlah proses tertentu, sedangkan produk akhirnya tetap dikelola dengan nama perusahaan domestik. Spalding misalnya, mengadakan kontrak pemanufakturan khusus untuk peralatan olah raga, atau Reebok menggunakan kontrak pemanufakturan dengan perusahaan di Korea untuk beberapa produk sepatu olah raga. Dengan demikian, perusahaan yang melakukan kontrak pemanufakturan tersebut akan mampu membangun bisnis internasionalnya. Di Indonesia, PT Dirgantara Indonesia juga melakukan kontrak pemanufakturan dengan beberapa perusahaan pesawat terbang di dunia untuk memroduksi berbagai komponen pesawat terbang di negara tersebut.

Outsourcing dan Offshoring

Dalam melakukan ekspansi internasional, perusahaan juga harus mempertimbangkan apakah ada permintaan terhadap produk kita ke luar negeri. Produk yang berhasil diterima dengan baik di satu negara adakalanya tidak diperlukan oleh negara lain. Demikian pula dengan kebutuhan periklanan untuk produk tertentu disesuaikan dengan kondisi pasarnya.  Selain itu, meskipun produk telah memiliki permintaan yang tinggi, namun perusahaan tetap harus menentukan cara mengadaptasi produk tersebut agar dapat lebih diterima dan sesuai dengan kondisi negara tersebut. Produk Coca- Cola di Indonesia misalnya, telah mengalami penyesuaian mengenai rasa, atau produk McDonald di Indonesia yang lebih laris menjual ayam goreng tepung dibandingkan dengan burger yang sebenarnya menjadi core product-nya. Selain permintaan dan pengadaptasian dengan kondisi setempat, outsourcing dan offshoring merupakan pilihan yang cukup populer untuk memasuki bisnis internasional.

Outsourcing merupakan praktik membayar pemasok dan distributor untuk melakukan proses bisnis tertentu atau menyediakan bahan dan layanan. Outsourcing menjadi populer karena dapat membantu perusahaan memfokuskan pada core activity atau core business-nya dan dapat mengurangi biaya dengan menempatkan fungsi bisnis tertentu pada bidang yang relevan dengan biaya murah. Praktik outsourcing yang relevan untuk negara lain disebut dengan offshoring. Offshoring merupakan relokasi proses bisnis oleh perusahaan ke negara lain. Kegiatan ini menuntut perusahaan tetap melakukan pengendalian terhadap proses yang direlokasi tersebut. Perusahaan memilih melakukan offshoring karena beberapa alasan, yaitu upah yang lebih rendah, karyawan yang lebih ahli, atau mendapatkan keuntungan dari perbedaan waktu antardaerah dalam melakukan pelayanan. Perusahaan memilih melakukan offshoring juga disebabkan perusahaan lebih dapat melakukan pengendalian melalui operasi internasional. Hal ini disebabkan offshore office merupakan perluasan perusahaan.

Kerjasama dan Aliansi

Ada kalanya perusahaan mengalami kekurangan sumber daya atau orang ahli untuk melakukan kegiatannya di negara lain. Dalam kasus ini, perusahaan dapat melakukan kerjasama dengan partner lokal untuk berbagi biaya dan kegiatan operasi bisnisnya. Kerjasama atau yang sering disebut dengan joint venture merupakan bentuk usaha bersama di antara dua perusahaan atau lebih dengan teknologi yang saling melengkapi. Dalam  kasus perdagangan bebas antarnegara, kerjasama ini dilakukan oleh dua atau lebih negara. Hal ini dapat dilihat pada kerjasama antara perusahaan perikanan Cina dan Indonesia. Perusahaan perikanan Cina bekerjasama dengan Indonesia dengan mendapatkan izin penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia. Beberapa perusahaan lain memilih melakukan strategi aliansi untuk dapat mendominasi persaingan dan menciptakan keunggulan bersaing di pasar internasional. Strategi aliansi merupakan salah satu bentuk kerjasama partnership untuk menciptakan keunggulan bersaing di dunia bisnis. Hal ini dapat dilihat misalnya di dunia perbankan dengan mendirikan ATM bersama untuk beberapa bank. New United Motor Manufacturing Inc. dibentuk oleh Toyota dan General Motors di tahun 1984 untuk membuat kendaraan bagi kedua perusahaan.

Investasi Langsung

Perusahaan yang ingin lebih banyak mengontrol dan ingin menginvestasikan dananya ke bisnis internasional pasti akan memilih melakukan perdagangan internasional dengan mengadakan  investasi langsung atau memiliki fasilitas di negara lain. Investasi langsung juga dapat dilakukan dengan terlibat dalam pengembangan dan operasi fasilitas baru seperti pembukaan kantor cabang. Keterlibatan dalam bisnis internasional pada tingkat yang paling tinggi adalah dengan mendirikan perusahaan multinasional (multinational corporation atau MNC). MNC merupakan korporasi yang beroperasi pada skala dunia tanpa ada keterikatan yang signifikan dengan salah satu atau beberapa negara.

Setelah memutuskan untuk go international, perusahaan harus menentukan tingkat atau level keterlibatan perusahaan tersebut. Level keterlibatan tersebut merupakan pilihan perusahaan, apakah perusahaan akan bertindak sebagai eksportir, importir, atau mengorganisasi sebagai pasar internasional seperti kebanyakan pada industri besar, atau sebagai perusahaan multinasional. Sebagai eksportir, perusahaan akan membuat produk kemudian mendistribusikan dan menjualnya ke negara lain. Sementara itu, sebagai importir, perusahaan akan membeli produk dari negara lain dan menjualnya kembali ke perusahaan lain di negaranya. Baik ekspotir maupun importir merupakan bentuk keterlibatan pada kegiatan operasi internasional dan merupakan cara yang paling baik dalam mempelajari bisnis global. Apabila level sebagai importir dan eksportir telah tumbuh dan berkembang, perusahaan dapat berpindah pada tingkat keterlibatan yang lebih tinggi, yaitu dengan perusahaan internasional. Perusahaan internasional melaksanakan bisnis dengan negara lain dan di negara lain. Selanjutnya, perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang mendesain, menghasilkan atau memroduksi, dan memasarkan produk di berbagai negara.

Perbedaan tingkat keterlibatan internasional juga akan berpengaruh pada jenis atau bentuk struktur organisasi. Struktur yang digunakan harus dapat membantu mengordinasi kegiatan eksportir dan bisnis yang bersifat multinasional. Beberapa bidang atau bagian yang harus ada dalam organisasi yang melakukan bisnis internasional antara lain agen yang independen, pengaturan lisensi, kantor-kantor cabang, aliansi strategis, dan investasi langsung ke luar negeri. Agen yang bersifat independen merupakan individu atau organisasi yang mewakili eksportir di pasar negara lain. Agen independen tersebut bertindak sebagai tenaga penjualan yang menjual produk ekspor, mengumpulkan pembayaran, dan membuat pelanggan puas. Pengaturan lisensi yaitu individu atau perusahaan yang menghasil atau memasarkan produk di negara lain. Bentuk usaha waralaba (franchising) merupakan perkembangan dari bentuk lisensi.

Selanjutnya, kantor cabang merupakan kantor yang didirikan oleh perusahaan internasional atau multinasional di negara lain agar dapat lebih bisa memonitor kegiatan bisnisnya di negara lain tersebut. Sementara itu,, aliansi strategi atau yang sering disebut joint venture merupakan usaha yang dilakukan untuk menemukan partner dari negara lain. Semua pihak yang mengadakan aliansi harus menyepakati besarnya dana yang diinvestasikan dan cara pembagian keuntungannya. Sementara itu, investasi langsung ke negara lain merupakan pembelian atau penyusunan aset yang nampak di negara lain. Perusahaan komputer Dell misalnya, membangun tempat perakitan di Eropa dan Cina.

Rangkuman Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas

Berbicara soal bisnis tidak lengkap bila tidak membahas masalah perdagangan, baik perdagangan dalam satu negara maupun perdagangan antarnegara. Dewasa ini perdagangan bebas antar negara telah dipraktikkan secara luas. Berbagai perserikatan negara-negara telah melakukan perdagangan bebas yang membatasi atau mengurangi berbagai hambatan dalam perdagangan tersebut. Berbagai strategi dalam melaksanakan perdagangan bebas juga telah dilakukan. Mengapa perdagangan dengan negara lain perlu dilakukan? Jawabannya adalah ada pada teori keunggulan komparatif, teori keunggulan mutlak, dan teori keunggulan kompetitif. Namun demikian, ada berbagai keuntungan dan kerugian akibat adanya perdagangan bebas yang tampak pada defisit atau surplusnya neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Oleh karena itu, strategi perdagangan bebas harus disusun secara cermat dan jitu agar keuntungan dapat dicapai.

Walaupun berbagai strategi dalam melaksanakan perdagangan bebas telah disusun, namun pelaksanaannya masih belum sepenuhnya seperti yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh masalah siap dan tidak siapnya negara-negara menghadapi globalisasi dan perdagangan bebas tersebut. Kerjasama antara Cina dan ASEAN misalnya, juga masih memicu berbagai pertentangan. Perusahaan-perusahaan kecil di wilayah ASEAN tentu akan bersiap untuk gulung tikar manakala negaranya melakukan perdagangan bebas dengan Cina yang jauh lebi siap. Oleh karena itu, pemerintah di negara-negara yang masih belum siap menghadapi perdagangan bebas tersebut harus pandai melakukan negosiasi untuk melindungi kehidupan masyarakatnya dalam memasuki perdagangan bebas.

Referensi

Ariani, Dorothea Wahyu. 2020. Pengantar Bisnis. Tanggerang Selatan: Penerbit Universitas Terbuka. Hal 2.3

Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas

One thought on “Konsep Globalisasi dan Pasar Bebas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated