Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi

Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi

Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi

Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi akan dijelaskan dalam artikel berikut. Selamat membaca….

LINGKUNGAN BISNIS

Semua bisnis dengan berbagai ukuran, di mana pun lokasinya, apapun misinya dan sebagainya pasti memiliki lingkungan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal yang memengaruhinya. Lingkungan bisnis internal merupakan lingkungan bisnis yang langsung berhubungan dengan atau berpengaruh langsung pada usaha menghasilkan barang atau memberikan layanan kepada konsumen. Lingkungan bisnis internal ini meliputi berbagai kondisi faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi, seperti kondisi ruangan tempat bisnis dilakukan, para pelaku bisnis atau kegiatan operasional seperti keahlian, pengalaman, keterampilan, kepribadian, sikap dan kerja, loyalitas karyawan, dan ketersediaan modal  baik dalam kuantitas maupun kualitasnya yang meliputi modal uang atau pendanaan dan berbagai peralatan atau fasilitas proses produksi. Ketersediaan bahan atau material yang digunakan dalam proses produksi baik dalam kualitas maupun kuantitasnya juga merupakan lingkungan internal yang mendukung bisnis tersebut. Lingkungan bisnis internal ini merupakan persyaratan mutlak untuk berjalannya suatu proses bisnis.

Lingkungan bisnis eksternal merupakan lingkungan yang berada di luar perusahaan atau di luar bisnis. Lingkungan eksternal meliputi lingkungan umum dan lingkungan industri. Lingkungan umum adalah sekumpulan elemen-elemen dalam masyarakat yang lebih luas yang memengaruhi suatu industri dan perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya. Lingkungan eksternal umum meliputi lingkungan bisnis domestik, lingkungan bisnis global, lingkungan teknologi, lingkungan politik dan hukum, lingkungan sosial-budaya, dan lingkungan ekonomi. Bisnis selalu terikat dengan lingkungannya. Lingkungan bisnis dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor sosial, faktor teknologi, faktor ekonomi, dan faktor politik (Worthington & Britton, 2000). Faktor sosial meliputi faktor demografi, gaya hidup, nilai-nilai, struktur usia dalam populasi, dan struktur penghasilan dalam populasi. Faktor teknologi meliputi tersedianya peralatan, teknologi, dan produk. Sementara itu, faktor ekonomi meliputi pertumbuhan ekonomi, inflasi, tren pasar, perekonomian lokal, dan keadaan pasar. Faktor politik meliputi hukum, peraturan, dan kebijakan yang memungkinkan terjadinya pengembangan.

Baca Juga: Empat Masalah Pokok Dalam Ekonomi

Sementara itu, lingkungan industri merupakan serangkaian faktor-faktor ancaman dari pelaku bisnis baru, supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara para pesaing yang secara langsung memengaruhi perusahaan dan tindakan dan tanggapan kompetitifnya. Analisis lingkungan industri terfokus pada pemahaman akan faktor-faktor dan kondisi-kondisi yang akan memengaruhi profitabilitas perusahaan dan analisis pesaing terfokus pada prediksi terhadap dinamika tindakan-tindakan, respon-respon, dan kemauan para pesaing. Lingkungan industri juga merupakan tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki dampak yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasional perusahaan. Kekuatan- kekuatan yang memengaruhi persaingan industri adalah ancaman masuknya pendatang baru, tingkat persaingan di antara pesaing yang ada, tekanan produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pembeli, dan kekuatan tawar-menawar pemasok.

Selain itu, lingkungan eksternal dapat dibedakan menjadi lingkungan eksternal mikro dan lingkungan eksternal makro. Lingkungan mikro adalah lingkungan yang terkait langsung dengan kegiatan operasional organisasi, meliputi pesaing, pelanggan, pemasok, pembuat aturan, dan partner strategis perusahaan. Pesaing merupakan organisasi lain yang memperebutkan sumber daya, terutama uang konsumen. Pelanggan merupakan siapapun yang membayar uang untuk memperoleh barang atau layanan.  Pemasok merupakan organisasi yang menyediakan sumber daya bagi organisasi lain. Pembuat aturan adalah pihak yang mengendalikan, mengatur, dan memengaruhi kebijakan dan praktik sebuah organisasi. Sementara itu, partner strategis adalah dua organisasi atau lebih yang bekerja sama dalam suatu kemitraan. Sementara itu, lingkungan makro merupakan lingkungan ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan lingkungan internasional.

Lingkungan internal merupakan lingkungan yang berada di dalam perusahaan dan memengaruhi daur hidup perusahaan. Lingkungan internal terdiri dari struktur, budaya, dan sumber daya. Lingkungan internal perlu dianalisis untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada di dalam perusahaan. Struktur adalah cara perusahaan diorganisasikan yang berkenaan dengan komunikasi, wewenang dan arus kerja. Struktur sering juga disebut rantai perintah dan digambarkan secara grafis dengan menggunakan bagan organisasi. Budaya merupakan pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi. Norma-norma organisasi secara khusus memunculkan dan mendefinisikan perilaku yang dapat diterima anggota dari manajemen puncak sampai karyawan operatif. Sumber daya adalah aset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang dan jasa organisasi. Aset ini dapat meliputi sumber modal, kemampuan manajerial, sumber daya manusia, pengetahuan keuangan, produksi, teknologi, kemampuan, dan bakat manajerial seperti aset keuangan dan fasilitas perusahaan dalam wilayah fungsional.

Lingkungan bisnis internal tersebut dapat merupakan pelanggan internal perusahaan. Dalam konsep manajemen kualitas, pelanggan internal merupakan proses produksi sesudahnya. Bila pelanggan internal dapat dilayani dengan baik maka produk yang dihasilkan pasti akan sangat baik dan sesuai dengan harapan. Pelanggan internal ini juga nantinya akan melayani pelanggan eksternal seperti konsumen. Oleh karena itu, apabila perusahaan akan memberikan yang terbaik bagi pelanggan eksternalnya yaitu konsumen maka perusahaan harus terlebih dahulu memberikan yang terbaik bagi pelanggan internalnya, yaitu karyawan dan berbagai fasilitas produksi dan sumber daya perusahaan.

Selanjutnya, lingkungan bisnis domestik menunjukkan lingkungan tempat berlangsungnya kegiatan operasional bisnis. Secara umum, lingkungan bisnis domestik meliputi pelanggan, pemasok, dan pesaing yang berada di sekitar lokasi tempat bisnis dilakukan. Bisnis pasti akan berusaha menjalin hubungan yang baik dan dekat dengan para pelanggan, menjalin hubungan yang kuat dengan para pemasok, dan akan menggunakan pesaing sebagai pembanding kemampuan atau prestasi kerjanya dan sebagai tempat belajar bagi perusahaan (dengan melakukan studi banding). Walaupun lingkungan bisnis domestik merupakan lingkungan eksternal, namun lingkungan ini berpengaruh besar dalam kelangsungan hidup perusahaan atau organisasi.

Sementara itu, lingkungan bisnis global juga merupakan kekuatan internasional yang memengaruhi bisnis. Faktor-faktor yang memengaruhi lingkungan global adalah perjanjian atau kesepakatan perdagangan, kondisi perekonomian dunia, ketidakpastian politik dunia, dan sebagainya. Lingkungan bisnis global merupakan lingkungan bisnis yang berpengaruh dalam perkembangan perusahaan terutama yang akan memasuki pasar internasional. Perusahaan yang akan memasuki pasar internasional harus melihat kondisi persaingan di pasar internasional, peraturan perdagangan di pasar internasional, dan berbagai hambatan dalam memasuki pasar internasional. Hal ini disebabkan perbedaan kondisi sosial, ekonomi, politik, regulasi, hukum, dan budaya yang berlaku di masing-masing negara berbeda. Selain itu, untuk memasuki pasar internasional, perusahaan harus mampu menyesuaikan produk (barang atau layanan) sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. Faktor budaya, pesaing, nilai tukar, pemasok dari negara lain, dan kesempatan pasar internasional juga merupakan lingkungan bisnis global.

Baca Juga: PENGERTIAN SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI

Lingkungan teknologi juga harus mendapatkan perhatian dalam melakukan bisnis. Perkembangan teknologi yang sangat cepat akhir-akhir ini telah memengaruhi kondisi bisnis yang ada. Bisnis yang semula mengharuskan pemilik atau pelaku binis bertemu atau bertatap muka langsung dalam mengadakan negosiasi soal bisnis kini mendapatkan kemudahan dengan adanya internet. Mereka dapat melakukan bisnis melalui e-mail yang tidak dapat saling memandang, hingga melakukan teleconference yang dapat saling memandang, mendengarkan suaranya, bahkan dapat memahami kondisi rekan atau relasi bisnisnya tersebut. Perusahaan atau organisasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada tersebut. Teknologi yang dimaksud juga dapat meliputi metode, sistem, atau cara kerja sehingga metode, sistem, dan cara kerja perusahaan juga harus selalu diperbaiki (up date) agar sesuai dengan perkembangan lingkungan teknologi yang ada. Lingkungan teknologi pada umumnya meliputi semua cara yang dilakukan perusahaan untuk dapat menciptakan nilai. Teknologi juga meliputi pengetahuan sumber daya manusia, metode kerja, lingkungan fisik, sistem pemrosesan elektronik dan telekomunikasi, dan berbagai sistem lain yang digunakan untuk melakukan kegiatan bisnis.

Selanjutnya, lingkungan politik dan hukum menunjukkan hubungan antara bisnis dan pemerintah yang diperlukan. Sistem hukum atau legal menentukan dan mengatur berbagai aspek dalam organisasi yang meliputi periklanan, keamanan, kesehatan, dan standar yang dapat diterima dalam melakukan bisnis. Stabilitas politik dan pemerintahan juga memengaruhi

kondisi operasional bisnis. Selain itu, hubungan politik antarnegara yang sedang melakukan hubungan bisnis juga akan terganggu dengan adanya ketidakstabilan kondisi politik salah satu atau kedua negara tersebut. Ada kalanya juga, suatu negara memberlakukan politik dagang yang berlaku untuk beberapa negara, seperti pembatasan jumlah, pelarangan barang yang masuk dari negara-negara tertentu, dan sebagainya.

Lingkungan sosial budaya dalam bisnis meliputi adat istiadat, nilai, moral, dan karakteristik demografis dalam masyarakat di mana organisasi bisnis tersebut berfungsi. Proses sosial budaya juga menentukan produk dan jasa yang ditawarkan dan standar bisnis yang dijalankan. Perbedaan sosial dan budaya berpengaruh pula dalam menerima atau menolak barang atau layanan tertentu yang akan ditawarkan ke negara tersebut. Selain produk yang ditawarkan, perbedaan sosial budaya juga tergambar dalam kegiatan promosi atau periklanan terhadap suatu produk. Perbedaan sosial budaya inilah yang memaksa perusahaan menyesuaikan produknya dengan penerimaan masyarakat setempat. Sementara itu, lingkungan ekonomi menunjukkan kondisi perekonomian yang relevan yang ada dalam sistem perekonomian di mana organisasi bisnis tersebut berada. Melakukan perdagangan internasional dengan negara yang menganut sistem perekonomian pasar yang ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan tentu akan sangat berbeda dibandingkan dengan melakukan perdagangan internasional dengan negara yang menganut sistem perekonomian sosialis atau komunis yang banyak ditentukan oleh pemerintah.

LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN LINGKUNGAN INDUSTRI

Kinerja perusahaan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor perekonomian makro, yaitu pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat suku bunga.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan perubahan secara umum kegiatan perekonomian. Bila pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari kondisi normal, maka penghasilan karyawan suatu negara secara keseluruhan meningkat dan tingkat pembelian produk dan jasa juga meningkat sehingga pendapatan perusahaan naik. Bila pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal secara terus-menerus maka hal tersebut disebut resesi.

Ada dua indikator pertumbuhan ekonomi, yaitu pendapatan agregat (aggregate expenditures) dan produk domestik bruto atau PDB (gross domestic product). Pendapatan agregat adalah total produksi barang dan jasa dan total pendapatan yang diterima. Total produksi barang dan jasa tersebut tentu saja dipengaruhi oleh total permintaan terhadap barang dan jasa tersebut. Pertumbuhan ekonomi diinterpretasikan sebagai persentase perubahan PDB dari satu periode (satu kuartal) ke periode lain. Bisnis akan memonitor peryumbuhan ekonomi yang menjadi tanda adanya perubahan terhadap permintaan produk dan jasa. Indikator lain pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pengangguran. Tingkat pengangguran juga harus dimonitor karena indikator ini dapat menunjukkan apakah kondisi perekonomian masih dapat diperbaiki atau ditingkatkan.

Menurut Madura (2007), terdapat empat macam pengangguran, yaitu:

  1. Pengangguran friksional atau natural, yaitu pengangguran yang bersifat sementara yang disebabkan oleh keahliannya yang kurang sesuai dengan pasar tenaga kerja, namun mendapatkan kesempatan di tempat lain.
  2. Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang disebabkan karena keahliannya belum dibutuhkan di masa atau kurun waktu tertentu.
  3. Pengangguran siklus, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh buruknya kondisi perekonomian. Ketika permintaan produk dan jasa menurun selama periode waktu tertentu maka perusahaan akan mengurangi jumlah karyawannya.
  4. Pengangguran struktural, yaitu pengangguran yang disebabkan tenaga kerja tidak mempunyai keterampilan yang dibutuhkan.

Dari keempat jenis pengangguran tersebut maka pengangguran siklus adalah tingkat pengangguran yang digunakan sebagai indikator perekonomian. Rendahnya pengangguran siklus menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkat. Beberapa perusahaan ada yang sangat sensitif terhadap kondisi perekonomian, namun beberapa perusahaan lainnya tidak. Pada umumnya perusahaan yang sensitif terhadap kondisi perekonomian adalah perusahaan yang menghasilkan produk elektronik atau produk  mewah lainnya dan jasa konsultan kecantikan yang juga masih dianggap sebagai pelayanan mewah.

Inflasi.

Inflasi merupakan kenaikan harga produk dan jasa secara umum pada periode waktu tertentu. Tingkat inflasi dapat diukur dari persentasi perubahan indeks harga konsumen. Inflasi dapat memengaruhi biaya operasi perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa. Selanjutnya, terdapat dua jenis inflasi, yaitu inflasi karena tarikan biaya (cost-push inflation) dan inflasi karena tarikan permintaan (demand-pull inflation). Inflasi karena dorongan biaya terjadi apabila kenaikan harga-harga barang disebabkan adanya kenaikan biaya. Hal ini dapat terjadi apabila harga bahan bakar minyak (BBM) meningkat sehingga biaya transportasi meningkat, dan diikuti dengan meningkatnya bahan baku dan berbagai bahan dan barang lain yang dapat mendorong perusahaan menetapkan harga produk dan jasa lebih tinggi untuk menutup biaya produksinya.

Baca Juga: DEFINISI INFLASI DAN PENGANGGURAN

Jenis inflasi yang kedua adalah inflasi karena tarikan permintaan, yaitu inflasi yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan yang ditangggapi perusahaan dengan menaikkan harga barang agar keuntungannya meningkat. Dalam periode pertumbuhan ekonomi yang tinggi, naiknya permintaan pelanggan dapat menyebabkan kekurangan produk. Hal ini ditanggapi oleh perusahaan dengan meningkatkan harga barang tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga dapat menyebabkan menurunnya pengangguran karena perusahaan berusaha memenuhi permintaan pelanggan. Perusahaan juga berusaha meningkatkan upah karyawan agar mereka tetap mau bekerja di perusahaan tersebut. Meningkatnya upah menyebabkan biaya produksi meningkat sehingga harga barang dan jasa yang ditawarkan juga meningkat.

Tingkat Suku Bunga.

Tingkat suku bunga menunjukkan biaya peminjaman uang di bank. Perubahan tingkat suku bunga pasar memengaruhi biaya bunga perusahaan terutama untuk perusahaan yang meminjam dana kepada bank untuk menjalankan proses bisnisnya. Tingkat suku bunga berpengaruh pada biaya modal perusahaan sehingga suatu proyek akan layak pada tingkat suku  bunga yang rendah namun akan menjadi tidak layak bila tingkat suku bunga menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, perusahaan akan mengurangi tingkat ekspansinya ketika tingkat suku bunga tinggi.

Bagaimana harga pasar ditentukan? Harga pasar ditentukan oleh kekuatan tarik-menarik antara permintaan dan penawaran. Permintaan adalah kuantitas produk yang diminta pada setiap harga yang mungkin, sedangkan penawaran adalah kuantitas produk yang ditawarkan pada setiap harga yang mungkin. Selanjutnya, faktor apa sajakah yang memengaruhi harga pasar? Secara garis besar, terdapat tiga faktor utama yang dapat memengaruhi harga pasar, yaitu pendapatan pelanggan, preferensi atau pilihan pelanggan, dan biaya produksi.

Pendapatan pelanggan dapat menentukan produk dan jasa yang akan dibeli secara individual. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan meningkatkan penghasilan pelanggan sehingga permintaan terhadap produk dan jasa tertentu akan meningkat. Ada kalanya, meningkatnya permintaan produk tersebut diikuti dengan meningkatnya harga produk tersebut. Selera atau prefensi pelanggan seringkali berubah sehingga permintaan terhadap produk tertentu juga dapat berubah. Hal ini menyebabkan kuantitas produk yang diminta pelanggan dan yang dihasilkan perusahaan juga berubah. Faktor ketiga yang memengaruhi harga adalah biaya produksi. Apabila biaya produksi naik, perusahaan pada umumnya ingin menambah jumlah produk yang dihasilkannya pada tingkat harga semula. Hal ini menyebabkan terjadinya surplus produksi yang dapat mendorong perusahaan menurunkan harga produknya agar cepat laku di pasar.

Selanjutnya, pemerintah juga dapat menentukan kondisi perekonomian dengan menggunakan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebijakan moneter merupakan keputusan mengenai tingkat penawaran uang di suatu negara, sedangkan kebijakan fiskal merupakan keputusan mengenai bagaimana pemerintah harus menyusun tingkat pajak dan pembelajanaan uang. Kebijakan fiskal dapat memengaruhi tingkat pajak personal sehingga memengaruhi perilaku pembelanjaan uang. Kebijakan fiskal ini juga memengaruhi tingkat pajak korporasi yang akan memengaruhi pendapatan perusahaan. Sementara itu, kebijakan moneter dapat memengaruhi tingkat suku bunga yang juga dapat memengaruhi permintaan produk dan biaya bunga perusahaan.

Selain dipengaruhi oleh lingkungan perekonomian makro, kinerja perusahaan juga dipengaruhi oleh karakteristik industri seperti permintaan industri, persaingan industri, karyawan, dan peraturan-peraturan. Keempat karakteristik industri tersebut akan memengaruhi pendapatan perusahaan, kuantitas produk yang dihasilkan perusahaan, biaya produksi, dan biaya administrasi perusahaan. Secara keseluruhan, karakteristik industri akan berpengaruh pada keuntungan perusahaan.

SISTEM PEREKONOMIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BISNIS

Lingkungan ekonomi merupakan lingkungan yang dapat menjaga kelangsungan bisnis. Dalam subbagian ini, kita akan mempelajari sistem perekonomian, sistem perdagangan bebas, konsep penawaran, dan permintaan, serta peran persaingan. Perekonomian merupakan studi mengenai cara sumber daya didistribusikan untuk memroduksi barang dan memberikan layanan dalam sistem sosial. Sumber daya yang dimaksud dapat meliputi sumber daya alam (tanah, air, mineral, hutan, dan sumber daya lain yang tidak dapat dibuat oleh manusia), sumber daya manusia (tenaga kerja dengan kemampuan fisik, dan mental yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang dan memberikan layanan), dan sumber daya keuangan (dana atau modal yang diperlukan dalam memperoleh sumber daya alam dan manusia yang digunakan dalam menghasilkan barang dan memberikan layanan). Ketiga sumber daya ini sering disebut sebagai faktor-faktor produksi.

Sistem Perekonomian

Sistem perekonomian merupakan sistem suatu negara untuk pengalokasian sumber daya di antara warga negara baik individu maupun organisasi. Isu yang ada dalam sistem perekonomian ini adalah cara memenuhi kebutuhan atau permintaan akan produk dan jasa dengan menggunakan sumber daya yang terbatas jumlahnya. Sistem perekonomian ini memengaruhi berbagai hal, yaitu:

  1. Barang dan layanan apa yang ditawarkan, berapa banyaknya, dan bagaimana memuaskan kebutuhan pelanggan.
  2. Bagaimana barang dan layanan dihasilkan atau disampaikan, bagaimana cara menghasilkannya, dan sumber daya apakah yang digunakan untuk menghasilkan barang atau memberikan layanan.
  3. Bagaimana barang dan layanan tersebut disampaikan kepada pelanggan.

Ada berbagai jenis sistem perekonomian yang berbeda dalam mengelola faktor-faktor produksi dan membuat keputusan mengenai produksi dan alokasi. Dalam beberapa sistem, semua kepemilikan adalah milik swasta, tetapi ada kalanya dimiliki oleh pemerintah.

Ada dua sistem perekonomian yang dikenal secara garis besar, yaitu sistem perekonomian terpusat dan sistem perekonomian pasar.

Sistem Perekonomian Terpusat

Sistem perekonomian terpusat merupakan sistem perekonomian yang tersentralisasi pada pemerintah yang bertindak mengendalikan produksi dan melakukan alokasi produksi dan pengambilan keputusan. Ada dua jenis sistem perekonomian terpusat, yaitu komunisme dan sosialisme. Komunisme merupakan sistem di mana pemerintah memiliki dan mengoperasikan semua faktor produksi. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat menugaskan orang untuk bekerja, memiliki semua bisnis, dan mengendalikan semua keputusan bisnis, baik mengenai hal yang akan diproduksi, berapa harga yang harus dibayar, bagaimana pembayarannya, dan sebagainya.

Tokoh komunisme adalah Karl Marx, yang menyatakan bahwa individu akan memberikan kontribusi melalui kemampuannya dan menerima keuntungan melalui kebutuhannya. Karl Marx juga mengharapkan pemerintah merupakan pemilik langsung faktor-faktor produksi. Negara-negara Uni Soviet dan beberapa negara di Eropa Timur menggunakan sistem komunis ini hingga akhir abad ke duapuluh. Akhir-akhir ini, negara-negara seperti Korea Utara, Vietnam, dan RRC menyatakan dirinya menggunakan sistem komunis yang terbuka, sehingga walaupun masih menganut sistem perekonomian terpusat namun negara-negara tersebut telah menganut sistem perdagangan bebas. Sistem perekonomian sosialis lebih dinilai sebagai sistem perekonomian campuran dan akan dibahas dalam sistem perekonomian campuran.

Sistem Perekonomian Pasar

Dalam perekonomian pasar, produsen dan konsumen secara individual mengendalikan produksi dan alokasi dengan menciptakan kombinasi dalam penawaran dan permintaan. Pasar merupakan mekanisme pertukaran antara pembeli dan penjual baik barang maupun jasa. Perekonomian pasar terkait dengan kapitalisme dan perdagangan bebas untuk menciptakan lingkungan ketika penjual dan pembeli bebas menjual dan membeli hal yang mereka  pilih dengan batasan tertentu. Hal ini menyebabkan produk yang dihasilkan beserta harganya ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Dalam sistem perekonomian pasar, individu memiliki kebebasan, baik dalam membeli dan menjual produk atau jasa, dalam bekerja di mana pun, dalam menabung dan investasi, dan dalam hal penggunaan uangnya untuk apa pun juga yang mereka inginkan. Hal ini tidak terjadi dalam sistem perekonomian terpusat. Politik yang mendasari perekonomian pasar disebut kapitalisme yang memungkinkan kepemilikan faktor produksi dan mendorong kewirausahaan dengan menawarkan keuntungan sebagai insentif.

Sistem perekonomian pasar meliputi berbagai pasar yang berbeda fungsinya dalam perekonomian. Sebagai konsumen, pilihan produk dan berapa harga yang harus dibayarkan untuk produk dan layanan ditentukan dengan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Dunia bisnis juga memiliki kebebasan dalam membeli dan menjual produknya. Manajer menentukan berapa barang yang harus disimpan, berapa harganya, dan bagaimana distribusinya. Proses pertukaran terjadi dalam jumlah besar setiap harinya baik diantara individu, bisnis, dan pemerintah. Ada kalanya, proses pertukaran satu produk berpengaruh terhadap produk lain. Sebagai contoh, kenaikan harga bahan bakar minyak (bensin, solar, premium, dan minyak tanah), akan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan hidup lainnya seperti bahan kebutuhan pokok, pakaian, dan barang atau layanan lainnya.

Dalam sistem perekonomian pasar dikenal dua hukum yang berpengaruh pada penawaran dan permintaan terhadap suatu produk, yaitu hukum permintaan dan hukum penawaran. Permintaan merupakan keinginan dan kemampuan pembeli untuk membeli suatu produk (barang atau layanan), sedangkan penawaran merupakan keinginan dan kemampuan produsen untuk menawarkan barang atau layanan. Hukum permintaan menyatakan bahwa pembeli akan membeli (meminta) lebih banyak produk bila harga turun dan mengurangi pembeliannya tersebut bila harga naik. Sementara itu, hukum penawaran menyatakan bahwa penjual akan menawarkan lebih banyak produk untuk dijual bila harga naik dan mengurangi produk yang dijual bila harga turun. Hukum permintaan dan penawaran ini juga menunjukkan berapa unit yang akan benar-benar dibeli oleh konsumen dan dijual oleh produsen. Bila kedua hukum permintaan dan penawaran tersebut digambarkan dalam satu kurva maka terdapat satu titik harga yang disebut sebagai harga keseimbangan, yaitu harga pada kuantitas penjualan sama dengan kuantitas pembelian.

Selanjutnya, terdapat kondisi surplus atau untung dan kondisi kekurangan atau rugi. Kondisi surplus atau untung merupakan situasi di mana kuantitas yang ditawarkan melebihi kuantitas yang diminta. Sementara itu, kondisi kekurangan atau rugi kuantitas yang diminta melebihi kuantitas yang ditawarkan. Sebagai contoh, harga satu pasang sepatu Rp. 200.000,00. Pada tingkat harga tersebut, kuantitas sepatu yang diminta dan kuantitas sepatu yang ditawarkan adalah 10 unit per minggu. Apabila penjual menawarkan sebanyak 15 sepatu dengan harga masing-masing tetap Rp. 200.000,00 maka

5 unit sepatu tidak akan terbeli oleh konsumen sehingga penjual harus mengeluarkan uang untuk membuat sepatu tersebut. Namun demikian, apabila penjual banya menawarkan 5 unit sepatu setiap minggunya, maka akan terjadi kekurangan jumlah sepatu di pasar. Kuantitas sepatu yang diminta melebihi kuantitas sepatu yang ditawarkan. Dalam bisnis harus dilihat kombinasi yang ideal antara penentuan harga dan kuantitas yang ditawarkan untuk mendapatkan keuntungan maksimum, mempertahankan niat baik antara pembeli dan mengurangi persaingan.

Selain berlakunya hukum penawaran dan permintaan, dalam perekonomian pasar bebas juga dikenal adanya sistem perdagangan swasta, yang memungkinkan individu mendorong keinginannya untuk bisnis dengan meminimalkan campur tangan pemerintah.

Sistem perdagangan swasta ini memerlukan empat elemen penting, yaitu:

  1. Hak milik swasta, yaitu kepemilikan atas sumber daya yang digunakan dalam menciptakan kesejahteraan ada di tangan individu.
  2. Kebebasan memilih, yaitu kebebasan individu dalam memilih produk yang dibeli dan memilih karyawan untuk dipilih bekerja di perusahaannya atau memilih produk yang dijual dan menawarkan tenaga kerja untuk dipekerjakan di perusahaan.
  3. Keuntungan dan kebebasan akan mendorong orang untuk berani menanggung resiko untuk mendapatkan keuntungan.  Keuntungan ini juga mendorong individu untuk memilih produk yang ditawarkan ke pasar. Keuntungan akan memotivasi individu untuk memulai bisnis.
  4. Persaingan yang akan memotivasi individu untuk mengoperasikan bisnis dengan lebih efisien. Persaingan akan terjadi apabila ada dua atau lebih bisnis yang beroperasi menghasilkan produk yang sama di pasar yang sama pula. Persaingan juga mampu mendorong bisnis menghasilkan barang dan layanan dengan lebih baik dan lebih murah.

Sistem Perekonomian Campuran

Dalam kenyataannya, tidak ada sistem perekonomian yang murni terpusat maupun murni perekonomian pasar. Banyak negara yang menggunakan sistem perekonomian campuran dengan karakteristik yang merupakan kombinasi dari kedua sistem perekonomian tersebut. Apabila pemerintah melakukan perubahan dari perekonomian terpusat ke perekonomian pasar maka pemerintah biasanya melakukannya dengan menggunakan mekanisme masar melalui privatisasi, yaitu proses penggantian kepemilikan dari pemerintah ke pemilikan pribadi. Dalam sistem terpusat yang disebut dengan sosialisme, pemerintah dapat memiliki dan beroperasi pada industri secara selektif. Dalam perekonomian campuran, pemerintah dapat mengendalikan perbankan, transportasi, atau industri yang menghasilkan barang yang digunakan oleh seluruh warga masyarakat, sedangkan industri yang merupakan bisnis kecil dapat dikuasai oleh swasta.

Selain ketiga sistem perekonomian tersebut (sistem perekonomian terpusat, sistem perekonomian pasar, dan sistem perekonomian campuran), ada pula yang membagi sistem perekonomian menjadi sistem komunisme, sosialisme, kapitalisme, dan sistem campuran. Dalam sistem perekonomian komunisme, kepemilikan bisnis berada dan dilakukan oleh pemerintah. Dalam sistem tersebut tidak ada persaingan karena semua dimiliki dan dioperasionalkan oleh pemerintah sehingga keuntungan pun dimiliki oleh pemerintah. Ketersediaan produk (barang dan layanan) terbatas sehingga harga selalu tinggi. Dalam sistem perekonomian komunisme hanya sedikit pilihan karier bagi karyawan karena semua orang bekerja pada pemerintah, tidak ada pilihan lain. Contoh negara yang menganut sistem perekonomian komunisme adalah Korea Utara, Kuba, Venezuela, dan Cina.

Sementara itu, pada sistem perekonomian sosialisme, pemerintah hanya memiliki dan mengoperasionalkan industri utama di negara tersebut, sedangkan individu hanya dapat memiliki industri kecil. Hal ini menyebabkan persaingan juga hanya terjadi pada industri kecil. Keuntungan industri kecil akan digunakan untuk investasi pada industri kecil tersebut,

sedangkan keuntungan industri utama atau besar yang dikelola pemerintah juga akan digunakan untuk investasi oleh pemerintah. Oleh karena itu, sistem perekonomian sosialisme dianggap menganut sistem perekonomian campuran. Dalam sistem perekonomian sosialisme ini, masyarakat memiliki beberapa pilihan terhadap barang dan layanan yang diberikan, namun harga barang dan layanan tersebut ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Selain itu, dalam sistem perekonomian tersebut tenaga kerja memiliki beberapa pilihan karier, namun sebagian besar tenaga kerja tersebut bekerja pada pemerintah. Contoh negara yang menganut sistem perekonomian sosialisme adalah India, Israel, dan Swedia.

Sistem perekonomian ketiga adalah sistem perekonomian kapitalisme. Dalam sistem perekonomian ini individu memiliki dan dapat mengoperasionalkan semua bisnis sehingga keuntungan yang diperolehnya dapat digunakannya secara bebas. Persaingan digerakkan oleh kekuatan pasar dan peraturan pemerintah. Dalam sistem perekonomian kapitalisme ini, pelanggan juga memiliki pilihan yang sangat banyak terhadap barang dan layanan yang ditawarkan sehingga harga juga ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Selain itu, masyarakat, khususnya tenaga kerja memiliki pilihan karir yang tidak terbatas jumlahnya. Contoh negara yang menganut sistem perekonominan kapitalisme Amerika, Kanada, Jepang, dan Australia.

Sistem perekonomian keempat adalah sistem perekonomian campuran, yaitu sistem perekonomian yang tidak murni kapitalis, sosialis, ataupun komunis. Sistem perekonomian campuran mempunyai elemen yang berasal dari lebih dari satu sistem perekonomian. Hal ini dapat dilihat misalnya Swedia yang merupakan penganut sistem perekonomian sosialisme, namun banyak kegiatan bisnis yang juga dimiliki oleh individu. Dalam sistem perekonomian kapitalisme Amerika misalnya, pemerintah juga masih memiliki hak operasi atas usaha layanan pos. Demikian halnya dengan Rusia, Hungaria, Polandia, dan beberapa negara di Eropa Timur lainnya, pemerintah negara tersebut juga telah menjual beberapa kepemilikan bisnis kepada pihak swasta, individu atau perusahaan. Ferrell et al (2011) memetakan perbedaan antara komunisme, sosialisme, dan kapitalisme dalam Tabel berikut ini.

Tabel Perbandingan Sistem Perekonomian Komunisme, Sosialisme, dan Kapitalisme

KeteranganKomunismeSosialismeKapitalisme
Kepemilikan BisnisSebagian besar bisnis dimiliki dan dioperasionalkan oleh pemerintahPemerintah memiliki dan mengoperasionalkan industri utama, individu memiliki bisnis kecilIndividu memiliki dan mengoperasionalkan bisnis
PersainganTidak ada persaingan. Pemerintah memiliki dan mengoperasionalkan segala sesuatuAda hambatan dalam in- dustri utama, mendorong bisnis kecilDidukung oleh kekuatan pasar dan peraturan pemerintah
KeuntunganDiambil oleh pemerintahKeuntungan dimiliki oleh bisnis kecil yang dapat di- investasikan kembali pada bisnis lain; keuntungan yang dimiliki industri pemerintah diambil oleh pemerintahIndividu bebas memiliki keuntungan dan menggu- nakannya sesuai dengan yang diharapkan
Ketersediaan Produk dan HargaKonsumen memiliki pili- han barang dan jasa yang terbatas, harga biasanya tinggiKonsumen memiliki pilihan barang dan jasa; harga ditentukan oleh penawaran dan permintaanKonsumen memiliki ba- nyak pilihan barang dan jasa; harga ditentukan oleh penawaran dan permintaan
Pilihan Kesempatan kerjaSedikit pilihan karir, ke- banyakan orang bekerja pada pemerintah sebagai pemilik industriAda beberapa pilihan karier; banyak orang bekerja di perusahaan pemerintahPilihan karier tidak terba- tas.
Sumber: Ferrell et al. (2011)

Sistem Perdagangan Bebas dan Kekuatan Penawaran-Permintaan

Berbagai sistem perekonomian di negara-negara Amerika, Kanada, dan Jepang mendasarkan pada sistem perdagangan bebas, sedangkan negara- negara yang menganut sistem perekonomian sosialisme dan komunisme seperti Cina dan Rusia menerapkan prinsip perdagangan bebas dalam sistem perekonomiannya. Sistem perdagangan bebas memberikan kesempatan bagi bisnis untuk mendasarkan pada permintaan pasar dalam mencapai keberhasilan atau kegagalannya. Sistem perdagangan ini memberikan kesempatan pada bisnis untuk beroperasi secada efisien dan menjual barang atau menyediakan layanan yang diinginkan pelanggan agar sukses. Bisnis yang tidak efisien akan melakukan kegiatan yang tidak memberikan manfaat, sehingga gagal dalam menarik minat pelanggan untuk membeli.

Sejumlah bisnis harus siap melakukan perdagangan bebas dalam melakukan usahanya, yaitu dengan cara:

  1. Setiap individu harus memiliki hak untuk memperoleh dan melepas hak miliknya untuk dapat bekerja keras dan melakukan investasi untuk memperoleh hak milik tersebut.
  2. Individu dan bisnis harus memiliki hak untuk mendapatkan keuntungan dan menggunakan keuntungan seperti yang mereka harapkan, yang dibatasi oleh hukum dan nilai-nilai dalam masyarakat.
  3. Individu dan bisnis harus memiliki hak untuk membuat keputusan yang menentukan cara bisnisnya beroperasi. Meskipun ada  peraturan pemerintah, namun filosofi mengenai kebebasan harus diatur sesuai dengan prinsip keadilan.
  4. Individu harus memiliki hak memilih karir yang akan dijalani, di mana mereka akan hidup, membeli barang atau mendapatkan layanan, dan sebagainya. Demikian juga dengan bisnis, yang berhak memilih di mana mereka akan beroperasi atau berlokasi, barang atau layanan apa yang akan ditawarkan, sumber daya apa yang akan digunakan dalam proses, dan sebagainya.

Tanpa adanya hak-hak tersebut, bisnis tidak akan mendapatkaan kesuksesan karena mereka tidak akan termotivasi. Negara-negara yang telah melakukan prinsip perdagangan bebas akan lebih berhasil daripada yang belum. Mereka akan bebas melakukan pilihan dan membuat keputusan mengenai ketenagakerjaan dan mampu menciptakan sistem produksi yang digunakan. Dalam sistem perdagangan bebas ini para wirausahawan juuga dituntut lebih kreatif untuk melakukan proses binis dan mencapai keberhasilan.

Selanjutnya, dalam sistem perdagangan bebas, distribusi sumber daya dan produk ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Penawaran adalah banyaknya produk yang akan ditawarkan atau dijual pada harga dan waktu tertentu. Pada harga yang tinggi, para penjual akan lebih banyak menawarkan produknya. Sementara itu, permintaan adalah  banyaknya produk yang diinginkan pelanggan pada harga dan waktu tententu. Pelanggan selalu menginginkan harga yang rendah. Produk yang diinginkan pelanggan dan yang ditawarkan penjual akan laku pada tingkat harga keseimbangan. Harga keseimbangan merupakan harga di mana banyaknya produk yang akan ditawarkan sama dengan banyaknya produk yang diinginkan pelanggan untuk dibeli pada waktu tertentu. Kritik terhadap penawaran dan permintaan adalah sistem yang tidak mendistribusikan sumber daya secara sama. Kekuatan penawaran dan permintaan mencegah penjual yang harus menjual pada harga yang lebih tinggi, sementara pembeli tidak dapat membeli pruduk pada harga yang lebih rendah.

Peran Persaingan dan Siklus Perekonomian

Persaingan merupakan persaingan di antara bisnis untuk mendapatkan keuntungan dari pelanggan. Persaingan dapat mendorong peningkatan efisiensi dan menekan harga dengan menawarkan produk (barang dan layanan) pada harga yang paling masuk akal. Persaingan juga dapat mendorong peningkatan kualitas barang dan layanan yang diberikan atau pengurangan biaya. Dalam sistem perdagangan bebas, terdapat berbagai bentuk persaingan, yaitu persaingan murni, persaingan monopolistik, oligopoli, dan monopoli sempurna. Persaingan murni atau persaingan sempurna (pure competition atau perfect competition) terjadi ketika ada banyak bisnis atau perusahaan yang menjual satu jenis produk standar yang sama, seperti komoditi pertanian (jagung, katun, gandum, dan sebagainya). Tidak ada satu pun bisnis atau perusahaan yang dapat menentukan harga. Baik produsen maupun konsumen mengetahui harga yang dapat diterima di pasar. Dengan kata lain, harga ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan dan dapat diterima oleh produsen dan konsumen. Selain itu, karena perusahaan yang ada dalam persaingan sempurnal ini merupakan perusahaan kecil maka mereka akan dengan mudah keluar dan masuk pasar.

Persaingan monopolistik terjadi apabila beberapa bisnis yang lebih sedikit daripada dalam persaingan murni yang menawarkan produk yang berbeda-beda, seperti obat, minuman dingin, dan penyedot debu. Bisnis atau perusahaan dapat menentukan harga karena produk yang ditawarkan berbeda- beda sehingga pelanggan menyadari perbedaan produk tersebut melalui kegiatan periklanan yang dilakukan. Selain itu, produk yang ditawarkan berbeda-beda maka berbagai stratregi yang diterapkan juga dapat berbeda, yang meliputi periklanan, brand name, dan desain produk. Persaingan monopolistik melibatklan bisnis besar maupun kecil, namun mereka tetap dengan mudah keluar dan masuk pasar.

Sementara itu, oligopoli merupakan struktur persaingan di mana beberapa bisnis menjual satu produk yang sama. Hal ini menyebabkan bisnis dapat mengendalikan harga produk karena setiap bisnis atau perusahaan dapat menawarkan produk di pasar. Oligopoli terjadi bila terdapat kesulitan bagi bisnis dalam memasuki pasar. Oligopoli mempunyai pengendalian lebih banyak daripada perusahaan dengan strategi monopolistik, namun yang dilakukan satu perusahaan dapat secara signifikan memengaruhi penjualan perusahaan lain. Sementara itu, monopoli sempurna terjadi bila terdapat hanya satu bisnis atau perusahaan yang penyediakan produk di pasar tertentu. Hal ini dapat dilihat pada perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan pengolah minyak bumi, dan perusahaan air minum (PDAM). Pemerintah mengizinkan adanya monopoli tersebut karena biaya untuk menghasilkan produk sangat besar sehingga produsen yang baru tidak dapat bersaing dalam penjualan.

Selanjutnya, kondisi perekonomian tidak selamanya tetap, tetapi selalu mengadakan ekspansi. Ekspansi perekonomian terjadi ketika perekonomian tumbuh dan orang mampu membelanjakan uangnya lebih banyak. Kondisi ini dapat mendorong produksi barang dan layanan lebih besar sehingga dapat mengurangi pengangguran. Standar hidup meningkat karena orang bekerja dan mempunyai lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Ekspansi yang sangat cepat dalam perekonomian tersebut dapat menghasilkan inflasi, yaitu naiknya harga produk secara terus-menerus. Sementara itu, kontraksi perekonomian terjadi bila belanja menurun. Hal ini dapat memicu adanya resesi, yaitu penurunan produksi, kesempatan kerja, dan penghasilan. Resesi ditunjukkan dengan meningkatnya pengangguran yang diukur dengan persentase populasi yang ingin bekerja tetapi tidak mendapatkan pekerjaan. Pengangguran akan memicu turunnya kemampuan membeli masyarakat sehingga harga turun secara terus menerus. Kondisi ini disebut sebagai deflasi. Sementara itu, depresi merupakan kondisi perekonomian di mana pengangguran tinggi, daya beli masyarakat menurun, dan hasil bisnis atau output perusahaan berkurang secara tajam.

Negara-negara selalu mengukur kondisi perekonomian, apakah kondisinya ekspansi atau kontraksi, dan bagaimana tindakan perbaikan harus dilakukan. Ukuran yang utama pertumbuhan dalam siklus bisnis adalah seluruh luaran (output) atau yang disebut luaran total (aggregate output), yaitu seluruh kuantitas barang dan layanan yang dihasilkan dalam sistem perekonomian selama periode tertentu. Ketika luaran tumbuh lebih cepat daripada populasi, ada dua hal yang mengikuti: (1) output per capita, yaitu kuantitas barang dan layanan per orang naik; dan (2) sistem menyediakan barang dan layanan yang dibutuhkan orang. Apabila kedua hal tersebut terjadi maka ada manfaat yang dapat diperoleh masyarakat yang berada pada sistem tersebut, yaitu standar kehidupan (standard of living). Standar kehidupan menunjukkan seluruh kualitas dan kuantitas barang dan layanan yang dapat dibeli masyarakat dengan mata uang yang digunakan dalam sistem perekonomian mereka.

Selanjutnya, ukuran yang sudah sangat umum digunakan adalah produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP), yaitu seluruh nilai semua barang dan layanan yang dapat dihasilkan dalam satu periode tertentu oleh perekonomian nasional menggunakan faktor-faktor produksi domestik. PDB dapat dihasilkan oleh semua negara yang berperan menjadi investor di negara tertentu. Sebagai contohnya, Amerika memroduksi kertas di Indonesia, dengan menggunakan sumber daya manusia dan berbagai sumber daya lain yang ada di Indonesia. Dalam hal ini Amerika sebagai pemilik bisnis menanamkan modalnya di Indonesia. Pengelolaannya dapat dilakukan bersama kedua negara tersebut. PDB dalam hubungannya dengan populasi disebut PDB per kapita. Sementara itu, produk nasional bruto (PNB) atau gross national product (GNP) merupakan seluruh nilai semua barang dan layanan yang dihasilkan oleh perekonomian nasional dalam satu periode tertentu di manapun faktor produksi berada. Sebagai contohnya, warga negara Indonesia memroduksi batik di Singapura untuk dipasarkan juga di negara tersebut. Pada umumnya, selisih antara PDB dan PNB hanya sekitar kurang dari satu persen. Namun, para ahli ekonomi menyatakan bahwa PDB merupakan indikator yang lebih akurat dalam mengukur kinerja perekonomian domestik karena hanya memfokuskan pada faktor-faktor produksi domestik. Sementara itu, PDB yang sesungguhnya (real GDP) merupakan PDB yang disesuaikan dengan perubahan nilai tukar dan perubahan harga, sedangkan PDB nominal (nominal GDP) merupakan PDB yang diukur dalam mata uang dollar atau semua komponen yang dinilai dengan harga yang ada.

Purchasing power of parity merupakan prinsip pertukaran yang disusun sehingga harga untuk produk yang sama di berbagai negara adalah sama. Prinsip ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa masyarakat secara nyata akan melakukan pembelian dengan sumber daya keuangan yang dialokasikan padanya. Sebagai contoh misalnya, harga sebuah burger di Amerika $ 3.22. Berdasarkan pada nilai tukar mata uang, harga burger yang sama di Inggris $ 3.90 dan di Swedia $ 4.59. Namun, burger yang sama tersebut hanya $1.54 di Hong Kong dan $1.78 di Thailand. Selain itu, konsep produktivitas dapat digunakan juga untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, yaitu mengukur berapa besar pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan sistem dan sumber daya yang mampu menghasilkan pertumbuhan tersebut. Jika lebih banyak produk yang dihasilkan dengan sedikit saja faktor produksi yang digunakan maka harga akan turun. Sebagai konsumen, tentu kita hanya akan membutuhkan sedikit uang untuk membeli produk dengan kuantitas yang sama. Dapat dikatakan, standar hidup masyarakat meningkat dengan naiknya produktivitas. Bila produktivitas suatu negara naik maka PDB dan PDB per kapita juga meningkat. Peningkatan produktivitas menyebabkan perbaikan standar hidup dan pertumbuhan sistem perekonomian.

Indikator lain yang menunjukkan kesejahteraan ekonomi dalam hubungannya dengan pembelanjaan dan hasil (dari pajak) disebut dengan defisit anggaran (budget deficit).

Menurut Ferrell et al (2011), terdapat ukuran untuk mengevaluasi kondisi perekonomian suatu negara, yaitu:

  1. Neraca perdagangan (trade balance), yaitu perbedaan antara ekspor dan impor. Bila hasilnya negatif maka negara tersebut disebut dengan mengalami defisit atau perekonomian sedang tidak sehat.
  2. Indeks harga konsumen (consumer price index), yaitu perubahan ukuran dalam harga barang dan layanan.
  3. Pendapatan per kapita (income per capita), yaitu rata-rata penghasilan orang per tahun. Ukuran ini juga menunjukkan rata-rata belanja masyarakat per tahun.
  4. Tingkat pengangguran (unemployment rate), yaitu berapa banyak usia kerja yang tidak bekerja di suatu negara.
  5. Inflasi (inflation), yaitu kenaikan harga barang dan layanan yang ditawarkan dalam periode waktu tertentu. Ukuran ini digunakan untuk menentukan apakah harga barang dan layanan melebihi kompensasi atau penghasilan karyawan dari waktu ke waktu.
  6. Produktivitas karyawan (worker productivity), yaitu banyaknya barang dan layanan yang dihasilkan dalam setiap jam kerja.

Pertumbuhan sistem perekonomian juga dipengaruhi oleh hutang nasional (national debt), yaitu banyaknya uang yang dipinjam oleh pemerintah dari kreditur. Bagaimana hutang nasional memengaruhi pertumbuhan ekonomi? Pajak merupakan cara yang paling nyata bagi pemerintah dalam meningkatkan uangnya, selain juga menjual obligasi atau saham yang juga akan mendapatkan sejumlah uang tertentu. Obligasi merupakan investasi atraktif karena aman. Dengan menjual obligasi, pemerintah akan bersaing dengan peminjam potensial untuk menyediakan dana. Semakin banyak uang yang dipinjam pemerintah maka semakin sedikit ketersediaan uang yang dapat dipinjam dan diinvestasikan untuk sektor swasta yang dapat meningkatkan produktivitas.

Setelah kita mempelajari berbagai hal yang terkait dengan perdagangan internasional dan cara pengaruhnya pada kondisi perekonomian maka ada satu kondisi yang menunjukkan kenyamanan perekonomian suatu negara, yaitu adanya kestabilan ekonomi. Kestabilan atau stabilitas (stability) merupakan suatu kondisi di mana ketrersediaan uang dalam sistem perekonomian dan kuantitas barang dan layanan yang dihasilkan di negara tersebut tumbuh pada tingkat yang sama. Kestabilan ini terancam oleh berbagai kondisi perekonomian seperti inflasi, pengangguran, resesi, dan depresi yang telah dijelaskan sebelumnya. Inflasi terjadi ketika dalam sistem perekonomian terjadi peningkatan harga. Ketidakstabilan akan terjadi bila banyaknya uang yang ada dalam sistem perekonomian tersebut melebihi output yang sesungguhnya sehingga masyarakat memiliki lebih banyak uang untuk membeli produk yang kuantitasnya sama di pasaran. Dalam hukum penawaran dan permintaan dinyatakan bahwa bila orang-orang bersaing dalam membeli produk yang jumlahnya terbatas, harga akan naik. Kenaikan harga tersebut menyebabkan nilai mata uang dalam perekonomian menurun.. Kondisi dapat diatasi pemerintah dengan cara menaikkan suku bunga tabungan dan deposito sehingga masyarakat terdorong untuk tidak membelanjakan uangnya, melainkan mau menabung, baik dalam bentuk tabungan maupun deposito.

Ketidakstabilan yang kedua adalah meningkatnya pengangguran, yaitu banyaknya orang yang tidak bekerja pada usia kerja. Bila tingkat pengangguran rendah, hal ini berarti kekurangan tenaga kerja yang ada di pasar tenaga kerja. Para pelaku bisnis akan bersaing untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas, sehingga gaji karyawan mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya gaji karyawan, maka perusahaan juga pasti akan menaikkan harga jual produk untuk meningkatkan margin  labanya. Meskipun konsumen memiliki uang, namun dengan naiknya harga barang dan layanan akan menurunkan konsumsi masyarakat. Kondisi ini akan

menyebabkan dua permasalahan. Pertama, bila tingkat upah terlalu tinggi, bisnis akan menanggapi dengan merekrut sedikit saja karyawan sehingga pengangguran tinggi. Kedua, bisnis akan meningkatkan harga untuk menghadapi naiknya gaji karyawan, namun mereka tidak dapat menjual produknya pada harga yang sama, melainkan harus dinaikkan. Kenaikan harga menyebabkan permintaan masyarakat akan barang dan layanan menurun sehingga perusahaan terpaksa mengadakan pemutusan hubungan kerja dengan karyawan, dan pengangguran kembali meningkat.

Pengangguran ada kalanya merupakan gejala dari sistem perekonomian secara luas. Dalam siklus perekonomian, orang pada sektor yang berbeda juga akan kehilangan pekerjaan. Secara keseluruhan, penghasilan dan daya beli masyarakat menurun. Kondisi ini akan mendorong perusahaan atau pelaku bisnis mengurangi faktor-faktor produksinya termasuk karyawan. Banyak orang akan kehilangan pekerjaannya dan banyak pengangguran yang terjadi. Pengangguran yang disebabkan oleh siklus ini disebut dengan pengangguran siklikal (cyclical unemployment). Jika kita melihat kembali pada hubungan antara pengangguran dan kestabilan perekonomian, kita mengingat kembali bahwa ketika harga cukup tinggi, permintaan barang dan layanan akan menurun. Kita juga ingat bahwa bila permintaan menurun, produsen atau pihak perusahaan akan mengurangi faktor-faktor produksinya termasuk karyawan karena perusahaan juga akan mengurangi jumlah produksinya. Akibatnya, secara keseluruhan luaran menurun. Bila terjadi jumlah luaran secara keseluruhan (aggregate output) menurun, hal tersebut menunjukkan telah terjadi resesi di negara tersebut. Selama resesi, produsen juga hanya membutuhkan sedikit karyawan untuk menghasilkan produk sehingga pengangguran meningkat.

Untuk menentukan apakah perekonomian mengalami resesi, kita harus mulai mengukur luaran total. Ingat kembali fungsi dari PDB yang sesungguhnya yang digunakan untuk penyesuaian nilai total barang dan layanan yang dihasilkan dalam periode tertentu dalam perekonomian nasional melalui faktor-faktor produksi domestik. Resesi lebih tepat didefinisikan sebagai suatu periode selama aggregate output yang diukur dengan menurunnya PDB yang sesungguhnya. Resesi yang luas dan berkepanjangan disebut dengan depresi. Lalu, bagaimana pemerintah mengelola kondisi perekonomian suatu negara? Ada dua kebijakan yang seringkali digunakan, yaitu kebijakan fiskal atau pajak (fiscal policy) dan kebijakan moneter atau

keuangan (monetary policy). Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengatur cara mengumpulkan dan membelanjakan uangnya. Kebijakan moneter berfokus pada pengendalian banyaknya uang yang ditawarkan. Hal ini terutama dilakukan oleh pemegang otoritas keuangan tertinggi di suatu negara. Di Indonesia, pemegang otoritas tersebut adalah Bank Indonesia, pemerintah dapat memengaruhi kemampuan atau kemauan bank meminjamkan uang. Kebijakan fiskal dan moneter ini digunakan untuk mencapai kestabilan perekonomian, yaitu dengan kebijakan ekonomi pemerintah untuk menghaluskan fluktuasi luaran dan pengangguran untuk tercapainya kestabilan harga.

Ekonomika berkaitan dengan studi mengenai cara masyarakat berhubungan dengan permasalahan kelangkaan dan hasilnya dalam hal yang diproduksi, cara memroduksi, dan cara mendistribusikan. Secara  keseluruhan, terdapat dua level analisis yang terkait dengan persoalan perekonomian yang berpengaruh pada bisnis, yaitu analisis perekonomian mikro dan analisis perekonomian makro. Analisis perekonomian mikro berkaitan dengan keputusan perekonomian yang dilakukan oleh individu dan perusahaan, sedangkan analisis perekonomian makro berkaitan dengan interaksi antara bisnis dan lingkungan perekonomian secara keseluruhan (perekonomian agregat).

Pendekatan perekonomian mikro digambarkan dengan analisis pasar dan harga serta cara pelanggan berpengaruh pada perubahan harga. Perubahan harga tersebut juga dapat disebabkan oleh industri atau perusahaan lain yang sejenis. Dalam kenyataannya, sektor perekonomian tersebut saling terkait dan memengaruhi pengangguran, produksi, dan permintaan pelanggan. Sebaliknya, perekonomian makro mengenai adanya saling ketergantungan antara pasar dan perekonomian secara luas, seperti tingkat  pengangguran, laju inflasi, persentase pertumbuhan output, dan persentase pertumbuhan ekonomi.

Rangkuman Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi

Bisnis memiliki lingkungan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal yang memengaruhinya. Lingkungan bisnis domestik menunjukkan lingkungan tempat berlangsungnya kegiatan operasional bisnis. Lingkungan bisnis global juga merupakan kekuatan internasional yang memengaruhi bisnis. Lingkungan teknologi, politik, sosial, budaya, hukum, dan perekonomian juga harus mendapatkan perhatian dalam melakukan bisnis.

Ada dua indikator pertumbuhan ekonomi, yaitu pendapatan agregat (aggregate expenditures) dan produk domestik bruto atau PDB (gross domestic product). Indikator lain pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pengangguran. Tingkat pengangguran juga harus dimonitor karena indikator ini dapat menunjukkan apakah kondisi perekonomian masih dapat diperbaiki atau ditingkatkan. Pengangguran siklus adalah tingkat pengangguran yang digunakan sebagai indikator perekonomian.

Faktor ekonomi makro kedua yang memengaruhi kinerja perusahaan adalah inflasi. Inflasi terdapat dua jenis inflasi, yaitu inflasi karena tarikan biaya (cost-push inflation) dan inflasi karena tarikan permintaan (demand-pull inflation). Faktor dalam perekonomian makro yang terakhir adalah tingkat suku bunga. Kinerja perusahaan juga dipengaruhi oleh karakteristik industri seperti permintaan industri, persaingan industri, karyawan, dan peraturan-peraturan.

Harga pasar ditentukan oleh kekuatan tarik-menarik antara permintaan dan penawaran. Terdapat tiga faktor utama yang dapat memengaruhi harga pasar, yaitu pendapatan pelanggan, preferensi atau pilihan pelanggan, dan biaya produksi. Pemerintah juga dapat menentukan kondisi perekonomian dengan menggunakan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

Referensi

Ariani, Dorothea Wahyu. 2020. Pengantar Bisnis. Tanggerang Selatan: Penerbit Universitas Terbuka. Hal 1.41

Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi Lingkungan Bisnis dan Sistem Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated