Tokoh Perintis Teori Manajemen : Robert Owen

Manajemen Strategi : Hirarki dan Proses

Manajemen Strategi : Hirarki dan Proses

Manajemen Strategi : Hirarki dan Proses adalah sebagai berikut:

A. Hiraraki Manajemen Strategi

Hierarki (jenjang) pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan biasanya terdiri dari tiga jenjang. Pada puncak hierarki terletak tingkat korporasi (perusahaan) yaitu suatu urusan yang merupakan sebuah kumpulan bisnis yang secara relatif independen, yang kadang-kadang disebut sebagai Unit Bisnis Strategis atau Strategic Business Unit (SBU).

Strategi korporasi pada dasarnya berkaitan dengan logika atau rasionalitas yang terdapat pada kor porasi. Yang termasuk dalam tingkat korporasi ini adalah dewan direksi (board of directors) dan eksekutif kepala (chief executive) serta pejabat administrasi (administrative officer). Tanggung jawab dari manajer pada tingkat korporasi antara lain meningkatkan kinerja keuangan dan kinerja non- keuangan perusahaan, menjaga citra perusahaan, dan memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan.

baca juga: sejarah manajemen

Mereka juga menetapkan sasaran dan merumuskan strategi yang mencakup bidang kegiatan dan bidang fungsional dari bisnis- bisnis yang ada. Sederhananva, strategi korporasi menjawab pertanyaan “bisnis Yang mana yang seharusnya perlu di masuki?” dan “bagaimana kita harus menjalankannya?” Pada bagian tengah hierarki, pengambilan keputusan terletak tingkat bisnis atau strategi kompetitif. Manajemen Strategi : Hirarki dan Proses

Strategi kompetitif atau juga dikenal sebagai strategi SBU, secara esensial berhubungan dengan persaingan produk dan jasa di pasar. Para manajer yang terdapat di dalamnya biasanya disebut manajer bisnis dan korporasi. Mereka menerjemahkan rumusan arah dan keinginan yang dihasilkan pada tingkat korporasi ke dalam sasaran dan strategi yang kong kret untuk masing-masing divisi usaha.

Ada tiga pertanyaan men jasar yang harus ditujukan pada tingkat strategi ini, yaitu:

  1. Di mana seharusnya kita bersaing? (pasar yang mana, dan segmen mana dalam pasar-pasar tersebut yang harus difokus kan?)
  2. Produk apa yang seharusnya dipersaingkan?
  3. Bagaimana mendapatkan keunggulan kompetitif yang berdaya tahan di pasar yang telah di pilih?

Apabila tim manajemen dari suatu perusahaan tidak memiliki jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka medan bisnisnya tidak memiliki strategi kompetitif yang jelas, yang dipikirkan secara matang, dan yang di mengerti. Pada bagian bawah hierarki pengambilan keputusan strategi terletak tingkat fungsional.

baca juga: tokoh teori manajemen

Strategi fungsional berkaitan dengan interpretasi peran dari fungsi atau departemen dalam menerapkan strategi kompetitif. Dalam hal ini, strategi fungsional diarahkan oleh strategi kompetitif atau bisnis. Jadi, setiap strategi kompetitif dapat diterjemahkan menjadi strategi pemasaran, strategi finansial, strategi sumber daya manusia, dan seterusnya yang sama dan se bangun pada tingkat fungsional.Umumnya, manajer yang ada didalamnya biasa disebut sebagai manajer produk, wilayah, dan fungsional. Untuk melihat perbedaan- perbedaan pada masing-masing tingkat strategi, dapatlah diketahui dari beberapa aspek, yaitu:

  • tingkat pertanggungjawaban;
  • ruang lingkup operasi;
  • jangka waktu berlakunya strategi; dan
  • ciri khas.

B. Proses Manajemen Strategi

Proses manajemen strategik biasanya terdiri dari lima tahap,yaitu :

  1. analisis lingkungan
  2. penetapan misi dan tujuan
  3. perumusan strategic
  4. pilihan dan penerapan strategi.
  5. evaluasi atau pengendalian strategi.

1. Proses Manajemen Strategi Analisis Lingkungan

Tujuan utama dilakukannya analisis lingkungan adalah untuk mengidentifikasi peluang (opportunity) yang harus segera mendapat perhatian serius dan pada saat yang sama perusahaan menentukan beberapa kendala ancaman (threats) yang perlu di antisipasi. Analisis lingkungan perusahaan biasanya terdiri dari dua komponen pokok, yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal.

Jenis lingkungan Eksternal perusahaan meliputi: lingkungan umum, lingkungan industri, dan lingkungan operasional. Sedang kan yang termasuk dalam lingkungan Internal adalah sumber daya, kemampuan, dan kompetensi inti. Dengan melakukan analisis terhadap lingkungan perusahaan diharapkan manajemen perusahaan akan memiliki gambaran yang lebih jelas dalam menyiap kan strategi bisnis yang diperlukan untuk mengantisipasi implikasi manajerial yang ditimbulkan oleh lingkungan bisnis.

2. Proses Manajemen Strategi Misi Dan Tujuan Perusahaan

Misi menurut pengertiannva adalah suatu tujuan unik yang membedakannya dari perusahaan-perusahaan lain yang sejenis dan mengidentifikasi cakupan operasinya. Misi suatu perusahaan pada dasarnya mencerminkan alasan mengapa perusahaan itu ada.

Dengan adanya suatu misi, maka perusahaan akan dapat memanfaatkan seluruh potensi yang ada untuk men`apai tujuan akhir secara efektif dan efisien. Sama halnya dengan misi, tujuan suatu perusahaan juga penting untuk diperhatikan.

Tujuan (objective) adalah landasan utama untuk menggariskan kebijakan yang ditempuh dan arah tindakan untuk mencapai tujuan perusahaan, atau dengan kata lain tujuan adalah sesuatu yang harus dicapai. Dengan demikian, setiap perusahaan perlu merumuskan misi maupun tujuan secara jelas.

Menurut King dan Cleland, alasan perlunya misi itu adalah sebagai berikut:

  1. Memastikan    kesamaan    tujuan    (purpose)    dalam    organisasi.     Pihak manajemen puncak, manajemen lini, dan anggota organisasi memiliki tujuan-tujuan yang berbeda. Dengan adanya misi perbedaan tujuan itu dapat disatukan.
  2. Menjadi landasan untuk memotivasi pemanfaatan sumber daya organisasi. Keberagaman sumber dava yang dimiliki oleh organisasi menuntut manajemen untuk dapat mengelola secara optimal dan efisien terhadap penggunaannya.
  3. Mengembangkan landasan atau standar untuk pengalokasian sumber daya organisasi.
  4. Menetapkan warna umum iklim organisasi, misalnya meng isvaratkan operasi yang bersifat bisnis (businesslike operation).
  5. Berfungsi sebagai titik fokus bagi mereka yang sepakat dengan tujuan umum (purpose) dan arah organisasi dan menghalangi mereka yang tidak sepakat dengan itu agar tidak lagi melibat kan diri dengan kegiatan- kegiatan organisasi.
  6. Berfungsi untuk memudahkan penerjemahan sasaran dan tujuan ke dalam suatu struktur kerja yang mencakup penetap an tugas kepada elemen- elemen yang bertanggung jawab dalam organisasi.
  7. Menegaskan tujuan umum (purpose) organisasi danperwujudan tujuan- tujuan umum ini menjadi tujuan yang lebih spesifik sedemikian hingga parameter biaya, waktu, dan kinerja dapat ditetapkan dan dikendalikan.

3. Perumusan Strategi

Untuk mencapai daya saing strategis dan memperoleh profit yang tinggi, perusahaan harus menganalisis lingkungan eksternalnya, mengidentifikasi peluang dan ancaman dalam lingkungan tersebut, menentukan mana di antara sumber daya internal dan kemampuan yang dimiliki yang merupakan kompetensi intinya, dan memilih strategi yang cocok untuk diterapkan (strategic formulation). Suatu strategi merupakan sejumlah tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi yang diambil untuk mendayagunakan kompetensi inti serta memperoleh keunggulan bersaing.

4. Penerapan (Implementasi) Strategi

Implementasi strategi adalah sebuah tindakan pengelolaaan bermacam- macam sumber daya organisasi dan manajemen yang mengarahkan dan mengendalikan pemanfaatan sumber-sumber daya perusahaan (keuangan, manusia, peralatan, dan lain-lain) melalui strategi yang dipilih. Implementasi strategi diperlukan un tuk memperinci secara lebih tepat dan jelas bagaimana sesungguh nya pilihan strategi yang telah diambil direalisasikan.

Implementasi strategi yang berhasil sangat tergantung pada keahlian dan kemam puan serta keterampilan manajer. Di bawah ini disajikan beberapa tanggung jawab utama dari seorang manajer dalam mengimplementasikan strategi yang telah dipilih, yaitu:

  1. Manajer melakukan pembagian tugas-tugas beserta urutan kegiatan yang akan diambil untuk melaksanakan kebijakan dan strategi dengan cara yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
  2. Menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk tugastugas khusus utama yang harus diselesaikan, langkahlangkah yang harus ditempuh dan keputusan yang harus diambil.
  3. Menetapkan struktur pokok organisasi tempat implementasi akan berlangsung, misalnya departemen fungsional atau divisi produk yang didesentralisasikan.
  4. Menentukan sumber daya (fisik dan manusia) yang perlu un tuk menerapkan kebijakan dan strategi serta menjamin ter sedianya sumber daya itu bila diperlukan.
  5. Menetapkan jenis-jenis prestasi yang diperlukan oleh satuan satuan organisasi dan perorangan serta kapan kegiatan khusus harus diselesaikan.
  6. Menentukan motivasi pribadi dan sistem perangsang yang akan digunakan.
  7. Menganalisis hubungan utama antara orang-orang, satuan or ganisasi, dan kegiatan dalam satuan-satuan yang memerlukan pengkoordinasian serta menentukan sistem yang tepat untuk menjamin koordinasi yang tepat pula.
  8. Menjamin tingkat partisipasi yang tepat dalam perumusan dan operasi sistem dan proses implementasi.
  9. Menetapkan sistem informasi yang tepat untuk menjamin pengukuran yang tepat dari prestasi menurut standar sehingga dapat di ambil tindakan perbaikan.
  10. Mengadopsi program latihan untuk mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen yang diperlukan dalam implementasi.
  11. Menjamin bahwa kepemimpinan manajemen efektif dalam memotivasi dan membimbing organisasi dalam penerapan ke bijakan dan strategi sedemikian sehingga tercapai tujuan-tuju an organisasi dengan cara yang paling efektif dan efisien.

5. Evaluasi Dan Pengendalian

Bagian terakhir dari proses manajemen strategik adalah eva luasi dan pengendalian. Evaluasi merupakan suatu tahap di mana manajer mencoba menjamin bahwa strategi yang telah dipilih itu terlaksana dengan tepat dan mencapai tujuan yang diharapkan. Jadi, evaluasi strategi adalah proses di mana manajer membandingkan antara hasil-hasil yang diperoleh dengan tingkat pencapaian tujuan. Secara umum evaluasi mencakup empat hal utama, yaitu:

  1. Menetapkan sasaran prestasi kerja, standar, batas toleransi un tuk tujuan, strategi, dan rencana pelaksanaan.
  2. Mengukur posisi yang sesungguhnva sehubungan dengan sasaran pada suatu waktu tertentu. Jika hasilnva terletak di luar batas tersebut maka perlu diambil tindakan perbaikan.
  3. Menganalisis penyimpangan dari batas toleransi yang dapat diterima.
  4. Melaksanakan modifikasi jika dirasa perlu atau layak.

Pengendalian strategik merupakan pengendalian yang mengikuti strategi yang sedang diimplementasikan, mendeteksi ma salah atau perubahan yang terjadi pada landasan pemikirannya, dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Demikianlah artikel tentang Manajemen Strategi : Hirarki dan Proses adalah sebagai berikut:

REFERENSI:

L Daft, Richard. 2005. Manajemen. Jakarta: Erlangga.

Priyono. 2007. Pengantar Manajemen. Sidoarjo: Zifatama Press

Ramli, Rusli, dkk. 2017. Asas-Asas Manajemen. Tanggerang Selatan: Penerbit Universitas Terbuka

Wibowo, sapurno. 2009. Pengantar Manajemen Bisnis. Politeknik Telkom. Bandung.

3 thoughts on “Manajemen Strategi : Hirarki dan Proses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated