Pembahasan lengkap tentang Kejujuran ini sangat penting karena

PEMBAHASAN LENGKAP TENTANG KEJUJURAN

Pembahasan lengkap tentang Kejujuran ini sangat penting karena menjadi pribadi yang jujur adalah keharusan. Apa itu jujur?

Definisi Jujur

Pembahasan lengkap tentang Kejujuran dimulai dengan membahas definis jujur. Jujur menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) adalah lurus hati, tidak berbohong, berkata apa adanya, tidak curang.  Jujur dalam bahasa arab adalah (صدق) sidq yang artinya adalah benar atau dapat dipercaya. Jujur adalah 

Pembagian Sifat Jujur

Pembahasan lengkap tentang Kejujuran selanjutnya adalah pembagian sifat jujur

Sidq al-Qolbi

(jujur dalam hati, niat dan kehendak) : setiap tindakan dan kehendak hanya ditunjukkan kepada Allah SWT. Motivasi bagi setiap gerak dan langkah seseorang dalam rangka menaati perintah Allah Swt, dan ingin mencapai rida-Nya. Jujur sesungguhnya berbeda dengan pura-pura jujur berarti tidak ikhlas dalam berbuat. Rasulullah Saw. Bersabda“Ingatlah, dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusaklah ia seluruhnya. Itulah qalbu (hati).” (HR. Bukhari)

baca juga: Iman Kepada Malaikat Allah

Sidq al-Hadits

(jujur dalam ucapan) : menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya, tidak ditambahi atau dikurangi. Setiap hamba berkewajiban menjaga lisannya, yakni berbicara jujur dan, dianjurkan menghindari kata-kata sindiran Karena hal itu sepadan dengan kebohongan, kecuali jika sangat dibutuhkan dan demi kemaslahatan pada saat-saat tertentu, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang diantara macam-macam kejujuran.

Sidq al-Amal

(jujur dalam perbuatan) :yaitu seimbang antara lahiriah dan batiniah hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dan amal batin. Jujur dalam perbuatan ini juga berarti melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan yang di ridhai Allah Swt, dan melaksanakannya secara terus-menerus dan ikhlas. 

Sidq al-Wa’d

(jujur dalam janji) : selalu menepati janji. Jika berjanji akan selalu berusaha menepati janjinya, jika terpaksa tidak dapat menepatinya meski sudah berusaha maka akan memberitahukan kepada yang sudah diberi janji.

Sidq al-Hal

(jujur dalam kenyataan) : Orang mukmin hidupnya selalu berada di atas kenyataan. Dia tidak akan menampilkan sesuatu yang bukan dirinya. Dia tidak pernah memaksa orang lain untuk masuk kedalam jiwanya. Dengan kata lain, seorang mukmin tidak hidup berada dibahawah bayang-bayang orang lain. Artinya, kita harus hidup sesuai dengan keadaan diri kita sendiri.

Manfaat Sifat Jujur

Manfaat memiliki sifat jujur sangat banyak, Pembahasan lengkap tentang Kejujuran diantaranya adalah sebagaian berikut :

Hati menjadi tenang,

jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang karena ia tidak takut akan diketahui kebohongannya. Baginda Rasul SAW bersabda “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju perkara yang tidak meragukanmu, sesungguhnya jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah keraguan” (HR Turmudzi dari riwayat Hasan bin Ali).

Mendapat pahala seperti pahala orang syahid di jalan Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa meminta mati syahid dengan jujur, maka Allah akan mengantarkannya ke dalam golongan orang-orang syahid, walaupun ia mati di atas kasurnya” (HR Muslim) .

Terhindar dari bahaya

Orang yang jujur walaupun pertama-tama ia merasa berat akan tetapi pada akhirnya ia akan selamat dari berbagai bahaya. Rasulullah SAW telah bersabda “Berperangailah selalu dengan kejujuran! Jika engkau melihatnya jujur itu mencelakakan maka pada hakikatnya ia merupakan keselamatan” (HR Ibnu Abi Ad-Dunya dari riwayat Manshur bin Mu’tamir).

Dijanjikan masuk surga,

sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Berikanlah kepadaku enam perkara niscaya aku akan jamin engkau masuk surga: jujurlah jika engkau bicara, tepatilah jika engkau berjanji, tunaikanlah jika engkau diberi amanat, jagalah kemaluanmu, tundukkan pandanganmu, dan jagalah tanganmu” (HR Ahmad dari riwayat ‘Ubadah bin Ash-Shamit).

Dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya

Rasulullah SAW bersabda “Jika engkau ingin dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka tunaikanlah jika engkau diberi amanah, jujurlah jika engkau bicara, dan berbuat baiklah terhadap orang sekelilingmu” (HR Ath-Thabrani).

Kehidupan keluarga tersebut menjadi nyaman

karena antar keluarga dapat berinteraksi tanpa beban, terbuka jika ada masalah dan saling membantu.

Nyaman dalam bergaul

Maksudnya bila jujur tentunya tidak ada kebohongan yang harus di tutup-tutupi. Dalam hal lisan secara otomatis dapat berbicara tanpa ada larangan atau pantangan yang harus dibicarakan dan bisa mengungkapkan kata-kata secara leluasa dan menceritakan segala yang terjadi. Sedangkan dalam hal perbuatan tidak ada yang harus disembunyi-sembunyikan. Secara leluasa dapat bebas melakukan sesuatu tanpa takut ketahuan oleh siapapun.

Percaya diri pada diri sendiri

Dengan perilaku jujur kepada diri sendiri akan menghasilkan penilaian yang apa adanya tentang kemampuan diri sendiri.

Menciptakan masyarakat yang aman, damai dan tentram

Dengan masyarakat yang jujur maka tidak ada yang ditutup-tutupi dan tidak ada yang perlu dicurigai antar sesama tetangga. Tidak ada saling menggunjing dan fitnah karena semua terbuka dan dapat dipercaya.

Mudah dalam mencari rejeki

Hal ini sudah dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Beliau bukanlah orang yang kaya, tetapi berkat kejujurannya beliau diberi julukan Al-Amin oleh masyarakat Makkah. kejujurannya telah membuat Khadijah seorang pedagang kaya mempercayakan dagangannya kepada Nabi Muhammad. Bahkan berkat kejujurannya tersebut Khadijah malah jatuh hati dan menjadi istri Rosulullah SAW.

Contoh Perilaku Jujur Dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat misalnya sebagai berikut:

a.Meminta izin atau berpamitan kepada orang tua ketika akan pergi kemanapun, sehingga orang tua kita akan percaya dan yakin bahwa kita pergi ketujuan yang baik.

b.Tidak meminta sesuatu diluar kesanggupan orang tua kita agar orang tua tidak terbebani.

c.Mengembalikan uang sisa belanja meskipun kedua orang tua tidak mengetahuinya, sehingga orang tua akan percaya dan kadang memberi kita uang yang lebih lagi.

d.Melaporkan hasil belajar meskipun dengan nilai yang kurang memuaskan.

e.Tidak memberi atau meminta jawaban kepada teman ketika sedang ulangan atau ujian sekolah meskipun teman akrab.

f.Mengatakan dengan sejujurnya alasan keterlambatan datang atau ketidakhadiran ke sekolah, bukan dengan mengarang alasan.

g.Mengembalikan barang-barang yang dipinjam dari teman atau orang lain meskipun barang tersebut tampak tidak begitu berharga.

h.Memenuhi undangan orang lain ketika tidak ada hal yang menghalangi.

i.Tidak menjanjikan sesuatu yang tidak dapat kita penuhi.

j.Mengembalikan barang temuan kepada pemiliknya atau melalui pihak yang bertanggung jawab.

k.Membayar sesuatu sesuai dengan harga yang telah disepakati. Misalnya ketika membayar makanan yang diambil tanpa mengurangi meskpiun si penjual tidak mengetahui.

Dalil Al-Qur’an Tentang Kejujuran

يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّمِيْنَ للهِ شُهَدَاءَ باِلْقِسْطِ صلى وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَئَانُ قَوْمٍ عَلَى اَلَّا تَعْدِلُوا ج اعْدِلُوْا هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوَى صلى وَاَّتقُوا الله ج اِنَّ الله خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْن

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ma’idah : 8)

Berdasarkan ayat diatas terkandung pesan sebagai berikut :

1.Melalui ayat ini Allah swt memeintahkan kepada umat islam untuk menegakkan kebenaran.

2.Ayat ini juga memerintahakn jika seseorang menjadi saksi atas suatu permasalahan maka harus menjadi saksi yang adil atau jujur mengatakan sebenarnya. Meskipun hal itu kepada orang yang tidak disenanginya. Jangan sampai karena ketidaksenangannya kepada seseorang menyebabkan berkata yang tidak jujur sehingga merugikan orang tersebut.

Berbuat adil dan berkata jujur adalah berbuatan takwa disisi Allah

يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا التَّقُوْا اللهَ وكَوُنُوْا مَعَ الصَّدِقِيْن

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang jujur (QS At-Taubah : 119)

Ayat diatas memberi pesan sebagai berikut :

Umat islam harus senantiasa bertakwa kepada Allah swt dan menjalani hidup dengan penuh kejujuran

Memerintahakn umat islam untuk bergaul dengan orang-orang yang jujur sehingga akan meniru kebiasaan jujur mereka. Dan tidak bergaul dengan orang yang biasa berbohong, karena ditakutkan akan tertular kebiasaan bohongnya.

Hadits Tentang Kejujuran

عَنْ عَبْدُ اللِه بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَض : عَلَيْكُمْ باِلصِّدقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى اِلَى البِرِّ وَاِنَّ البِرَّ يَهْدِ اِلَى الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا وَ اِيَّكُمْ وَالْكَذِبَ فَاِنَّ الكَذِبَ يَهْدِى اِلَى الْفُجُوْرِوَاِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِى اِلِى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذَّابَا

Dari abdullah bin mas’ud ra, ia berkata : Rosulullah SAW bersabda : hendaklah kalian selalu berkata jujur, karena kejujuran membawa kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang kepada Surga. Dan apabila seseorang berlaku jujur dan tetap memilih jujur maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah olehmu berbuat dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada Neraka. Dan apabila seseorang senantiasa berdusta dan memilih berdusta maka akan dicatat disisi Allah sebagai pendusta.

Pesan dari hadits diatas adalah :

1.Umat islam harus selalu berkata jujur

2.Jujur akan membawa kebaikan dalam hidup, seperti ketenangan, teman yang banyak, dipercaya oleh orang lain dan mudah dalam mencari rejeki. Sedangkan dusta akan membawa keburukan seperti dibenci orang lain, tidak lagi dipercaya, tidak memiliki teman, dan sulit mencari rejeki karena orang akan menghindarinya.

3.Kebaikan akan mendapatkan balasan berupa surga dan keburukan akan mendapatkan balasan berupa neraka.

4.Orang yang berusaha untuk berlaku jujur maka lama kelamaan akan dikenal sebagai orang jujur baik oleh orang lain maupun oleh Allah swt. Sedangkan orang yang senang berdusta maka lama kelamaan akan dikenal sebagai pembohong baik oleh orang lain maupun oleh Allah swt.

demikianlah Pembahasan lengkap tentang Kejujuran

One thought on “PEMBAHASAN LENGKAP TENTANG KEJUJURAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated