Administrasi Pajak Ketentuan Umum Perpajakan KUP Pajak mencangkup bidang yang cukup luas. Pada artikel kali ini akan dibahas Definisi Pajak, Fungsi Pajak,

PENGERTIAN SPT SURAT PEMBERITAHUAN

Pengertian SPT Surat Pemberitahuan

Pasal 1, angka 10 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyebutkan bahwa pengertian Surat Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan perhitungan dan atau pembayaran pajak, Objek Pajak dan atau bukan Objek Pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

baca juga: Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (NPPKP)

Surat Pemberitahuan (SPT) merupakan sarana bagi Wajib Pajak untuk melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan. SPT harus diisi dengan benar, lengkap, dan jelas dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf latin dan angka arab, satuan mata uang rupiah dan menandatangani serta menyampaikannya ke KPP atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktorat Jendral Pajak.

Fungsi SPT

Surat Pemberitahuan (SPT) memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut:

1. Untuk Wajib Pajak Pajak Penghasilan (PPh)

Fungsi SPT bagi Wajib Pajak Pajak Penghasilan yaitu sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang:

a. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu (1) Tahun Pajak atau Bagian Tahuan Pajak.

b. Penghasilan yang merupakan Objek Pajak dan atau bukan Objek Pajak.

c. Harta dan kewajiban.

d. Pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan atau pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam satu Tahun Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

2. Untuk PKP

Fungsi Surat Pemberitahuan (SPT) bagi PKP (Pengusaha Kena Pajak) adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang:

a. Pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran.

b. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan senirir oleh PKP dan atau melalui pihak lain dalam satu Masa Pajak, sesuai dengan ketentuan peraturan perundanga-undangan perpajakan.

3. Untuk Pemungut Pajak

Fungsi Surat Pemberitahuan untuk Pemungut atau Pemotong Pajak yaitu sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkannya.

Tata Cara Penyelesaian SPT

Prosedur penyelesaian SPT (Surat Pemberitahuan) sebagai berikut:

1. Wajib Pajak harus mengambil sendiri blanko SPT pada kantor KPP setempat dengan menunjukan NPWP.

2. SPT harus disi dengan benar, jelas, dan lengkap sesuai dengan petunjuk yang diberikan Pengisian formulir SPT yang tidak benar mengakibatkan pajak yang terutang kurang dibayar, akan dikenakan sanksi perpajakan.

baca juga: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

3. SPT diserahkan kembali ke KPP yang bersangkutan dalam batas waktu yang ditentukan dan akan diberikan tanda terima tertanggal. Apabila SPT dikirim melalui Kantor Pos harus dilakukan secara tercatat, dna tanda bukti serta tanggal pengiriman dianggap sebagai tanda bukti dan tanggal penerimaan.

4. Bukti-bukti yang harus dilampirkan pada SPT, antara lain:

a. Untuk Wajib Pajak yang mengadakan pembukuan: Laporan Keuanganberupa neraca dan laporan laba-rugi serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan untuk menghitung besarnya penghasilan kena pajak.

b. Wajib Pajak yang menggunakan norma perhitungan: Perhitungan jumlah peredaran yang terjadi dalam tahun pajak yang bersangkutan.

sumber:

pajak.go.id

Safri Nurmantu.2003.Pengantar Perpajakan. Jakarta: Granit

Haula Rosdiana.2015.Pengantar Ilmu Pajak. Depok: PT Raja Grafindo Persada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated