Site icon Jendela Guru

PERILAKU ETIKA PROFESI AKUNTANSI

elemen berlaku sistem perusahaan

pixabay.com

Perilaku etika profesi akuntansi sangat berpengaruh timbul dan berkembangnya profesi akuntan di suatu negara dan sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk hukum perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya, namun mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya dari masyarakat, jasa akuntan mulai diperlukan dan berkembang.

Dari profesi akuntan inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manjemen perusahaan.Profesi akuntan menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa non-assurance.

Jasa Assurance

Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan.

Jasa Atestasi

Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).

baca juga: jenis perusahaan berdasarkan kegiatannya

Jasa Non-assurance

Jasa non-assurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contohnya adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, dan jasa konsultasi.

Profesi akuntansi bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.

Etika Profesional Profesi Akuntansi

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya.Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan akanmenjadi lebih tinggi, jika akuntan menerapkan mutu yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan professional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika professional bagi akuntan publik Indonesia yang berpraktik.Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia.

baca juga: PRINSIP KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI INDONESIA

Dalam konggresnya tahun 1973, IAI pertama kalinya menetapkan kode etik bagi pprofesi akuntansi Indonesia yang kemudian disempurnakan dalam kongres IAI tahun 1981, 1986, 1994, dan terakhir tahun 1998. Konggresnya pada tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia.

Akuntansi sebagai profesi dan peran akuntan

Profesi akuntan merupakan sebuah profesi yang menyediakan jasa atestasi maupun non atestasi kepada masyarakat dengan dibatasi kode etik yang ada.Akuntan sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan.Kewajiban akuntan sebagai professional mempunyai tiga kewajiban yaitu kompetensi, objektif, dan mengutamakan integritas.

Profesi akuntansi adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.Dalam arti sempit profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultasi manajemen.Peran akuntan dalam perusahaan tidak terlepas dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan.

Peran Akuntan

1. Akuntan Publik (Public Accountants)

Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam prakteknya sebagai seorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus memperoleh izin dari Departemen Keuangan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen.

2. Akuntan Intern (Internal Accountant)

Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari staff biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan.Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pimpinan perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.

3. Akuntan Pemerintah (Government Accountants)

Akuntan pemerintah merupakan akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

4. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

Demikianlah penjelasan tentang Perilaku etika profesi akuntansi

Sumber :

Jusup, Al Haryono.2011.Dasar-dasar Akuntansi (Jilid 1). Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN

Jusup, Al Haryono.2011.Dasar-dasar Akuntansi (Jilid 2). Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN

Marunung, Elvy Maria.2011.Akuntansi Dasar (untuk Pemula). Jakarta: Erlangga

Mulyadi.2008.Sistem Akuntansi.Yogyakarta: BPEE-Yogyakarta

Rudianto.2009. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Erlangga

Sugiarto.2020.Pengantar Akuntansi.Tanggerang Selatan: Penerbit Universitas Terbuka

Exit mobile version