Administrasi Pajak Ketentuan Umum Perpajakan KUP Pajak mencangkup bidang yang cukup luas. Pada artikel kali ini akan dibahas Definisi Pajak, Fungsi Pajak,

PPh 21 Upah Satuan dan Upah Borongan

PPh 21 Upah satuan dan Upah Borongan. Pegawai lepas atau pegawai tidak tetap yang menerima penghasilan berupa upah satuan, dikenakan PPh pasal 21 dengan cara penghitungan seperti pada upah harian (penjelasan PPh 21 upah harian silahkan klik disini).

Baca juga: PPh 21 Pegawai Tetap

1. Upah satuan

Hanya saja, untuk penerapan PTKP harian, upah satuan diperhitungkan dahulu menjadi upah satu hari.

Contoh :

Tn. Ali (K/2) bekerja pada PT. “Panasindo” sebagai pegawai lepas perakit pesawat telivisi (TV). Upah dibayarkan mingguan dan dihitung berdasarkan jumlah satuan TV yang selesai dirakit, dengan upah satuan Rp35.000,00 dalam minggu ini selama bekerja dalam waktu enam hari bekerja, Tn. Ali berhasil menyelesaikan sebanyak 30 TV.

Diminta menghitung PPh pasal 21 atas upah satuan yang diterima

Pembahasan

Upah satuan : Rp. 35.000,00

Upah satu minggu (30 satuan x Rp35.000) : Rp.1.050.000,00 (6hari kerja)

Upah satu hari (1.050.000/6 hari kerja) : Rp. 175.000,00

Dikurangi PTKP harian : Rp150.000,00

Penghasilan sebagai dasar penerapan tarif : Rp25.000,00

PPh pasal 21 atas upah satu hari : Rp25.000,00

PPh pasal 21 upah satu minggu (1.250 x 6 hari) : Rp7.500,00

Atau

Upah satu minggu (6 hari kerja) : Rp. 1.050.000,00

Dikurangi PTKP 6 hari (150.000,00 x 6 hari) : Rp. 900.000,00

Penghasilan sebagai dasar penerapan tarif : Rp. 150.000,00

PPh pasal 21 atas upah satu minggu : Rp. 7.500,00

2. Upah Borongan

Pegawai lepas atau pegawai tidak tetap yang menerima penghasilan berupa upah borongan, dikenakan PPh pasal 21 dengan cara penghitungan seperti pada upah harian di atas, untuk penerapan PTKP harian, upah borongan diperhitungkan dahulu menjadi upah satu hari dengan cara banyaknya hari yang dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan borongan tersebut.

Contoh :

Tn. Abi (K/3) mendapatkan pekerjaan borongan untuk mengecat sebagain gedung kantor CV “Guccimas “ dari pekerjaan borongan yang diselesaikan dalam 5 hari tersebut, Tn. Abi mendapatkan upah borongan sebesar Rp1.250.000,00

Diminta: Menghitung PPh pasal 21 atas upah borongan diterima Tn. Abi.

Pembahasan

Upah borongan (diselesaikan 5 hari kerja) : Rp1.250.000,00

Dikurangi : PTKP 5 hari (150.000 x 5) : Rp 750.000,00

Penghasilan sebagai dasar penerapan tarif : Rp  500.000

PPh pasal 21 atas upah borongan 5% x Rp 500.000,00 : Rp. 25.000

Referensi

Herry Purwono. 2010. Dasar-dasar Perpajakan dan Akuntansi Pajak. Jakarta: Erlangga.

Mardiasmo. 2010. Perpajakan. Yogyakarta: BPFE.

Mienati Somya Lasmana dan Budi Setioraharjo, 2010. Cara Perhitungan dan Pemotongan PPh Pasal 21,Graha Ilmu, Yogyakarta.

Siti Kurnia Rahayu dan Ely Suhayati. 2010. Perpajakan Teori dan Teknis Perhitungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Waluyo. 2010. Perpajakan Indonesia Buku I. Jakarta: Salemba Empat.

Waluyo. 2010. Perpajakan Indonesia Buku II. Jakarta: Salemba Empat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated