Dana Pensiun

PROGRAM PENSIUN DI INDONESIA

PROGRAM PENSIUN DI INDONESIA

Program pensiun di Indonesia cukup menarik. Program pensiun adalah program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta. Menurut UU No. 11 Tahun 1992, program pensiun di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga jenis:

Program pensiun iuran pasti (defined contribution plan)

Program pensiun iuran pasti adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan. Manfaat pensiun yang akan diterima oleh karyawan dihitung berdasarkan hasil akumulasi iuran ditambah dengan hasil pengembangan atau investasi yang jumlahnya dibukukan pada rekening masing-masing peserta. Formula yang umum digunakan untuk menentukan jumlah iuran yang dibayarkan adalah:

Money purchase plan

Program ini menetapkan jumlah iuran yang harus dibayarkan oleh karyawan dan pemberi kerja. Iuran dan akumulasi pengembangannya dibukukan pada masing-masing rekening peserta (individual account). Manfaat pensiun yang akan dibayarkan diambilkan dari jumlah tersebut. Bagi pemberi kerja, program pensiun ini menguntungkan karena iuran untuk masing-masing karyawan diambil dari gaji masing- masing.

Baca Juga: JENIS KELEMBAGAAN DANA PENSIUN

Saving plan

Hampir sama dengan money purchase plan, hanya berbeda dalam hal iuran. Jumlah iuran yang harus dibayarkan ditentukan oleh karyawan. Penetapan jumlah iuran dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor:

  1. besarnya nilai manfaat atau imbalan (benefit);
  2. usia rata-rata karyawan;
  3. skala gaji perusahaan yang bersangkutan;
  4. jumlah masa kerja.

Program pensiun manfaat atau imbalan pasti (defined benefit plan)

Program pensiun manfaat pasti adalah program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan program pensiun manfaat pasti. Untuk menentukan besarnya manfaat yang diterima, beberapa formula perhitungan yang digunakan adalah:

Final earning pension plan

Manfaat pensiun dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji terakhir peserta pada saat mencapai usia pensiun, biasanya berdasarkan masa kerja maksimal (past service). Formula perhitungannya adalah:

2,5% X masa kerja maksimal X besar gaji terakhir

Dengan formula tersebut, seseorang karyawan yang telah bekerja selama 10 tahun dengan gaji terakhir sebesar Rp 5.000.000 per bulan akan memperoleh manfaat pensiun sebesar Rp 1.250.000 per bulan berdasarkan perhitungan: 2,5% X 10 X 5.000.000.

Final average earning

Perhitungan manfaat didasarkan pada rata-rata gaji pada beberapa tahun terakhir saja, misalnya 3 atau 5 tahun terakhir. Formula perhitungannya adalah:

2,5% X masa kerja maksimal X besar rata-rata gaji beberapa tahun terakhir

Dengan formula tersebut, seseorang karyawan yang telah bekerja selama 10 tahun dengan rata-rata gaji selama 5 tahun terakhir sebesar Rp 2.000.000 per bulan akan memperoleh manfaat pensiun sebesar Rp 500.000 per bulan berdasarkan perhitungan: 2,5% X 10 X 2.000.000.

Career average earning

Formula ini jarang digunakan terutama pada industri menengah dan lembaga-lembaga keuangan besar karena memberikan hasil akhir yang kurang memuaskan. Biasanya jumlah akhir manfaat pensiun menjadi lebih kecil karena di awal masa kerja karyawan memiliki jumlah gaji yang kecil. Formula perhitungannya didasarkan pada persentase masa kerja dan gaji rata-rata selama masa kerja:

2,5% X masa kerja maksimal X besar rata-rata selama masa kerja

Flat benefit

Dengan formula ini, manfaat pensiun dihitung berdasarkan atas jumlah uang tertentu untuk setiap tahun masa kerja atau telah memenuhi masa kerja minimum.

Jumlah uang tertentu untuk setiap tahun masa kerja X masa kerja

Dengan formula tersebut, jika besar pensiun per bulan untuk setiap karyawan adalah Rp 30.000.000 untuk setiap tahun masa kerja dengan ketentuan minimum memiliki masa kerja selama 10 tahun, maka seorang karyawan yang memiliki masa kerja 30 tahun akan memperoleh manfaat pensiun sebesar Rp 900.000 per bulan berdasarkan perhitungan 30.000 x 30.

Program pensiun berdasarkan keuntungan (profit sharing pension plan)

Jumlah iuran untuk program pensiun ini berasal dari persentase tertentu dari jumlah keuntungan yang diperoleh perusahaan sebelum pajak (earning before tax). Oleh karena iuran yang dibayar pemberi kerja diambil dari laba perusahaan maka jumlahnya akan berubah-ubah sesuai laba perusahaan.

Baca Juga: Definisi dan Pengertian Manajemen

Referensi :

Murti Lestari. 2015. Bank dan Lembaga Keuangan Nonbank. Penerbit Universitas Terbuka: Tanggerang Selatan. Hal 7.20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Releated